Paris Yuuukks…

Edy Harjito


Atas bantuan teman di Belanda, saya berhasil ikut tour ke Paris selama week end saja, berangkat Jumat pagi, pulang Minggu sore dengan biaya 210 Euro, naik bus De Jong dari Belanda.


Day 1

Berbekal tiket De Jong tsb saya menunggu bus di Centraal Station Den Haag sejak pukul 7 pagi. Sambil menunggu bus, saya perhatikan orang-orang di sekeliling saya, siapa tahu ada yang sama sekedar memastikan menunggu di tempat yang benar. Bus datang agak terlambat dan driver sudah membawa list daftar penumpang serta mencocokkkna dgn tiket. Kemudian bus keliling Belanda menjemput penumpang sesuai point dan terakhir ke pool bus jauh di luar Rotterdam. Saat tiba di Belgia, bus diganti. Lumayan lama juga menuggu di Belgia ini dan kita dapat kompensasi ngopi dan makan snack di sebuah restoran.

Dalam perjalanan ke Paris , saya perhatikan satu persatu rombonagan tour, kebanyakan para pensiunan oma/opa, ada beberapa pasangan muda, dan akhirnya saya temukan 2 pemuda dari Peru. Nah ini nih yang agak masuk buat ngobrol dan bisa dimintakan tolong buat nanti jeprat jepret photo di Paris.

Tiba di hotel di Paris jam 7 malam, setelah masuk hotel, rombongan masuk ke bis untuk dinner dilanjutkan sight seeing katanya, saya lihat program ke guidenya selama di Paris ke mana saja dan akhirnya saya memutuskan misah dengan rombongan. Kebetulan guidenya orang Belanda yang bersuamikan orang Indonesia, jadi enak juga ngobrol. Saya belajar system transportasi Metro sebentar dengan petugas hotel.

Target pertama saya adalah nonton cabaret Moulin Rouge yang sangat kesohor itu, beruntung saya masih dapat tiket yang pertunjukan jam 9 malam, walaupun berdiri di bar. Kebanyakan tiket sudah di book oleh rombongan tour jauh jauh hari, makanya saya datang ke sana pun untung-untungan. Moulin Rouge adalah cabaret yang paling ramai di Paris, tidak boleh membawa camera ke dalam, pertunjukannya tari tarian, sulap, badut, penarinya wuih..cantik2, nggak tau kalau didekati apa ya cantiik beneran, bahkan ada beberapa yang top less.

Sayang kali ini bukan pertunjukan opera seperti yang saya harapkan. Selama menonton pertunjukan pegel juga berdiri, akhirnya ada ide untuk duduk di meja bar yang lumayan tinggi, naiknya pun dibantu bartender. Ha..ha..bule-bule sebelah yang pada berdiri akhirnya ikut-ikutan gaya saya..great idea Bud!!!

Bartendernya juga malah ngasih aja padahal pandangan dia tertutup oleh pantat kami jika ia duduk. Nonton tari-tarian yang diiringi lagu lagu dari berbagai generasi jadi makin nyaman. Dari adegan satu dan berikutnya, para penari selalu berganti pakaian, dan itu dilakukan sangat cepat sekali. Mengenai lagunya, banyak yang saya kenal sih lagunya, a/l Material Girlnya Madonna, Locomotionnya Grand Funk, Beatles, dan kebanyakan sih top 40 thn 80`an.

Keluar dari Moulin Rouge jam 11 malam, ternyata antrian untuk pertunjukan malem sudah mengular sampai di jalanan. Saya lanjutkan jalan-jalan di sekitar Moulin Rouge tsb, ramai sekali dan sanagt romastis suasananya. Paris di waktu malam memang indah. Tidak lupa membeli DVD-nya seharga 40 Euro. Tiket masuk 90 Euro mendapat 2x minum tidaklah rugi.

Saya sudah siap-siap naik taxi bila metro atau bus sudah tidak beroperasi. Betapa beruntungnya saya karena saya masih mendapatkan Metro terakhir yang beroperasi, karena menjelang 3 statiun di mana hotel saya berada, metro tsb stop. Saya keluar dari stasiun , dan keberuntungan kedua muncul, sudah ada bis terakhir di situ menunggu. Di dalam bus, saya tersenyum puas sambil membayangkan penari-penari di Moulin Rouge tsb, dalam hati saya bertanya-tanya apakah penari-penari tsb bekerja dari siang hingga tengah malam begini? Apakah penari-penarinya yang sama atau berbeda? Bagaimana hebohnya di ruang ganti sana karena hanya dalam hitungan beberapa menit sudah tampil beda kostumnya? Saya pikir opera seperti di film nya Nicole Kidman dulu. Wis ..pokoknya hilang peansaran saya dan puas.


Day 2

Sekitar pukul 8 pagi setelah sarapan di hotel. Saya joint dgn rombongan untuk city tour, sudah tidak ingat lagi routenya, yang jelas melalui tempat-tempat bersejarah seperti Arch de Triomph, Louvre, Eiffel tower, Champ Ellyes, gereja Sacre Coeur, sungai Rhein, tunnel tempat Lady Diana menabrak dan meninggal, dll. Kami di drop agak lama untuk menelusuri secara detail gereja tua Scare Coeur ini yang sangat tua dan artistic, tidak bisa membayangkan arsitek zaman baheula begini bisa menciptakan bangunan indah semacam ini.

Saya lihat banyak beberapa bagian bangunan sedang ada renovasi atau perbaikan, terlihat banyaknya scaffolding di beberapa tempat. Kesan saya dari sekian banyak pengunjung, yang bisa dikatakan beribadah sangat sedikit sekali, semua hanya jadi turis, walaupun saya pastikan mereka bukan beragama Islam.

Dari gereja indah, di tengah gerimis tapi panas, rombongan menuju sungai..untuk naik kapal dan menyusuri sungai Seine melihat paris. Kami harus membayar untuk ikut ekursi ini. Akan lebih indah lagi kalo sambil dinner cruise di malam hari , begitu kata si guide.

Kira-kira jam 3 sore, rombongan berkumpul di bus dan mengitari Paris sekali lagi biar lebih familiar. Kami diturunkan di pusat perbelanjaan besar La Fayete dan untuk selanjutnya dinner, tp saya tidak tertarik belanja, saya lebih suka menjelajahi bangunan-bangunan antik mulai dari gereja, academic militer, dll sampai kaki gempor rasanya.


Day 3

Selepas sarapan di hotel, rombongan keliling lagi Paris, melihat antrian mengular yang panjang sekali untuk masuk Lovre. Makanya guide bilang, perlu waktu khusus buat masuk ke sana, selain antriannya lama, obyek yang dilihat juga luass sekali, membutuhkan waktu sehari sendiri buat menelusurinya. Lalu kami turun di Eifeel tower buat foto-foto, kami tidak naik mengingat antrian juga panjang. Lalu Tour diarahkan ke Notre Dame, suatu gereja tua di atas bukit yang sangat sangat indah bangunannya, kokoh tapi tidak seartistik Sacre Coeur. Lagi lagi kesan saya sama denagn sebelumnya, hanya beberapa gelintir orang yang bersembahyang, selebihnya menimati ornamen serta detail bangunan.

Di sekitar gereja, banyak toko souvenir dan di sinilah ada waktu buat beli oleh-oleh khas Paris, saya membeli buku Paris seharga €10, berisi photo dan keterangan tentang Paris. Seandainya buku ini saya punyai lebih dulu, tentu jalan-jalannya jadi lebih bermakna.

Tour dilanjutkan ke gedung tertinggi di Paris, yaitu Monparnasse setinggi 210 meter, naik lift dalam hitungan detik, sampai di atas roof, terlihatlah Paris secara keseluruhan walau kecil-kecil, apalagi Eiffel towernya terlihat gagah sekali. Ditambah cuaca saat itu cerah sekali. Kalo di Paris, kita tidak menjumpai gedung-gedung tinggi bertingkat (tapi lebar dan artistic), maka di daerah ini banyak sekali gedung menjulang tinggi. Selepas dari gedung tinggi tsb, maka tour singkat ke Paris ini selesai sudah. Selanjutnya bus kembali ke Belanda.

Di tengah pertengahan jalan, bus berhenti buat makan siang yang telat tsb, saya lupa nama daerahnya, yang jelas sudah di luar Paris. Kami bertemu dgn rombongan bus lain, ternyata banyak sekali , dari berbagi macam perusahaan jasa tour, ada yang tour seminggu di Paris, ada yang ke Lourdes, ada yang ke Italy, dll. Saya malah bertemu beberapa turis dari Indonesia yang sedang dan akan ke Lourdes tsb. Saya jadi ingat daerah Sukamandi atau Gringsing, suatu tempat pemberhentian bus Jakarta –Solo seperti yang saya sering singgahi saat sd/smp/sma dulu.

Singkat kata , bus tiba di Centraal Station Den Haag jam 9 malam dan that’ s all. Tour yang murah dan singkat serta effisien. Kenapa saya bilang murah, karena kalo saya naik kereta buat tiket saja harus bayar 250 euro, belum hotel dan sight seeing kota Paris nya.

Berikut foto-foto nya yang saya comot dari mbah Google, karena yang saya punya bukan photo digital, kalau di scan tentu tak seindah warna aslinya.


Berikut daftar lengkap tempat di Paris:

http://www.paris.world-guides.com/attractions.html


Paris Tourist Attractions: Montmartre – 18th Arrondissement, Paris
This elevated rural neighborhood located on the outskirts of the city features a collection of upscale shops and cafés while still retaining hints of old village charm.

Paris Tourist Attractions: Pompidou Centre – Place Georges-Pompidou, 4e, Paris
Tel: +33 (0)1 44 78 12 33
This is one of the city’s most popular tourist attractions, displaying and promoting modern and contemporary art and featuring works by Picasso, Matisse, Miro and Pollock.
Attraction open: Wednesday to Monday – 11:00 to 22:00

Paris Tourist Attractions: Opéra Garnier – Place de l’Opéra, Paris
Tel: +33 (0)1 44 73 13 00
Palais Garnier, built by Charles Garnier and inaugurated in 1875, is a masterpiece of 19th-century theatrical architecture. Now mainly used for ballet performances, this theatre was the hiding place of the ‘Phantom of the Opera’ in Paul Leroux’s famous play.
Attraction open: daily – 10:00 to 18:00

Paris Tourist Attractions: Avenue des Champs Élysées – Paris, France
The Champs Élysées symbolises the style and joie de vivre of Paris. This wide, tree-lined avenue is home to the city’s chic restaurants, shops and boutiques and extends from the Arc de Triomphe. This boulevard is known for its concentration of high culture, although nowadays fast food outlets, car showrooms and cinemas can be found here.

Paris Tourist Attractions: Cimetière du Père Lachaise – 16 Rue du Repos, Paris
Tel: +33 (0)1 55 25 82 10
A famous cemetery in which numerous luminaries – authors, writers, musicians and more are buried, including Oscar Wilde, Jim Morrison, Chopin, Sarah Bernhardt, Simone Signoret, Yves Montand, Édith Piaf, Richard Wallace, Ferdinand de Lesseps and the dancer Isadora Duncan.
Attraction open: Monday to Friday – 08:00 to 18:00 pm, Saturday – 08:30 to 18:00, Sunday – 09:00 to 18:00
Early November to early March – to 17:30

Paris Tourist Attractions: Place de la Concorde – 8th Arrondissement, Paris
This busy landmark square at the end of the Champs Élysées offers a true Parisian experience. The Concorde Square was formerly called the Revolution Square as it was the site of the guillotine that executed Louis XVI, Marie-Antoinette, Danton, Robespierre, and numerous others between 1793 and 1795. Now, instead of a guillotine, there is an obelisk which was given to France by Egypt and comes from the ruins of the temple of Ramses II.

Paris Tourist Attractions: The Stade de France – Saint-Denis, Paris
This magnificent world-class stadium resembles a flying saucer and has a capacity for 80,000 spectators for football / rugby, 75,000 for athletics meetings and 100,000 for concerts.
Attraction open: daily – 10:00 to 18:00 for tours

Paris Tourist Attractions: Place des Vosges – 4th Arrondissement, Paris
The oldest public square in Paris, features a meticulously manicured central park and is surrounded by magnificent 17th-century townhouses. This square was built during the reign of King Louis XIII, and is situated in a lively artistic district.

Paris Tourist Attractions: River Seine – Paris, France
This famous river flows from east to west through the heart of the city and divides Paris into the Left Bank and Right Bank.

Paris Tourist Attractions: Place de la Bastille – 75012 Paris
The neighbourhood surrounding the ruins of the prison has now become a centre of Parisian nightlife, with an array of popular cafés, restaurants, and clubs and is also home to the Opéra Bastille completed in 1990. The Colonne de Juillet dominates la Place de la Bastille and marks the site of the prison known as the Bastille which was stormed at the start of the French Revolution in 1789.

Paris Tourist Attractions: Conciergerie – 1 Quai de l’Horloge, Paris
Situated on the Ile-de-la-Cité, this former jail which held prisoners during the French Revolution’s Reign of Terror, is open to the public and now makes up much of the Palais de Justice complex.
Attraction admission: charge

Paris Tourist Attractions: Place St Sulpice – 6th Arrondissement, Paris
This famous square, which is situated in the heart of the fashion district, features a beautiful church.

Paris Tourist Attractions: Bibliotheque Nationale de France – 58 Rue de Richelieu, Paris
One of the largest research libraries in the world, this modern glass and chrome architectural masterpiece is situated on the banks of the River Seine.

Paris Tourist Attractions: Montparnasse Tower – 33 Avenue du Maine. 75015 Paris
This striking tower at Montparnasse rises 209 metres / 690 feet above Paris and offers breathtaking panoramic views of the entire city from its observation deck. The view, on a clear day, covers a radius of 40 kilometres. The tower also features a restaurant.

Paris Tourist Attractions: Hotel des Invalides – Place des Invalides, 7e, Paris
Tel: +33 (0)1 44 42 37 72
This magnificent 17th-century domed structure was constructed under the direction of Louis XIV (the Sun King), to shelter old and wounded soldiers and is also the site of Napoleon’s tomb.
Attraction open: October to March – 10:00 to 17:00
April, May and September – 10:00 to 18:00
June to August – 10:00 to 19:00

Paris Tourist Attractions: The Catacombs (Les Catacombs) – 14th Arondissment, Paris
Tel: +33 (0)1 43 22 47 63
These Parisian tunnels were excavated to provide stone for building the city. The underground maze of stone tunnels hold the skeletons of several million people. These tunnels were used by the Résistance during WWII as a headquarters.
Attraction open: Tuesday to Friday – 14:00 to 16:00, Saturday and Sunday – 09:00 to 11:00 and 14:00 to 16:00

Paris Tourist Attractions: Place Vendôme – 75001 Paris
Featuring a statue of Napoleon at the top of the Colonne Vendôme in its centre, this public square is world-famous as the central place for jewellery in Paris.

Paris Tourist Attractions: Le Palais Royal – Place du Palais Royal, Paris
The Royal Palace and garden is surrounded by arcades. It is here that the French Revolution began but nowadays Le Palais Royal offers a relaxing and peaceful environment and houses the Council of State.


50 Comments to "Paris Yuuukks…"

  1. Ratu noorita  2 April, 2014 at 06:33

    Wah keren,, ketika aku disana juga sangat menyukai bangunan bangunan yang indah dengan arsitektur yang romantis,,, walaupun capek tapi tetap kangen untuk dateng lagi

  2. Gesta  23 October, 2011 at 22:21

    Pengen ke sana juga…kpn yaws….?…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.