[Lomba Menulis] Becek

La Rose Djayasupena


Apa kabar semuanya ? Aku ingin membahas atau bercerita tentang WC.

Jika ada tamu dari Indonesia aku paling suka dan senang deh pokoknya. Entah itu saudara atau teman suasana rumah jadi ramai. Bisa tertawa hahahihihi, tapi begitu mereka pada pulang lagi ke Indonesia, wah rasa kehilangan sudah pasti ada. Rumah menjadi sepi lagi, sendiri lagi, serasa ingin ikut terbang bersama mereka.Tapi di samping rasa senang di kunjungi mereka, ada juga rasa kesalnya dikarenakan tamu yang datang ke rumahku tuh macem-macem, tua dan muda.Yang bikin selalu aku kesal adalah masalah WC dan Kamar Mandi.

WC di Belanda adanya selalu di depan, begitu masuk rumah pasti ada wc. Di samping pintu masuk atau di depan pintu masuk tergantung model rumahnya. Baru setelah itu pintu menuju ruang tamu, kalau di Indonesia kan WC pasti adanya di belakang rumah, selalu jadi satu dengan kamar mandi. Kamar mandi di Belanda yang pasti adanya di atas dekat kamar tidur. Kecuali flat atau apartment pasti di sekitar situ juga dan wc tetap sama adanya di dekat pintu masuk. Tetapi ada juga rumah yang punya dua wc di atas dan di bawah. Kebanyakan sih satu saja di bawah, kalau pun dua wc biasanya rumah yang sudah dibeli bukan rumah sewaan. Apartement di Indonesia, wc yang aku pernah lihat tidak jauh dari ruang tamu.

Kadang sebel banget kalau dapet tamu dari Indonesia yang tidak mengerti tata cara di sini. Kesal bukannya karena mereka itu nginep di rumah. Masalahnya yang aku sebelin jika menggunakan  WC atau Kamar Mandi, aduh pasti deh becek di wc air bececeran dari wastafel, sedangkan aku di sini sudah nggak tidak biasa becek seperti itu. Tinggal aku sering mengepel supaya kering tapi harusnya mengerti dong kalau aku sudah menyediakan botol di wc untuk bersih bersih. Aku saja dan anak-anak saja bisa tidak bececeran air di wc, bisa tidak bikin becek.

Terus yang menjadi masalah lagi kalau tissu sudah bekas digunakan, bukan dibuang ke wc, malah ke bak sampah yang ada di wc. Aduuuh…sudah dibilangin juga, kalau tissu habis digunakan langsung buang ke dalam wc ! Jangan di buang di tempat sampah, nyatanya masih tetap dibuang di tong sampah. Katanya sih takut mampet, mana bisa mampet di sini ya? Kalau habis mandi sebaiknya mengeringkan lagi ubinnya, ada alat untuk menbuang air, semacam garukan atau mungkin mereka tidak mengerti ya ? Sudah gitu kalau tutup pintu aduh tidak kira-kira deh kencang sekali pokok gedebak-gedebuk…pusing deh.

Yang lebih heboh, mereka bangun pagi sekali kadang jam 4 pagi kadang jam 5 pagi bayangin seperti di Indonesia..hahaha..ayam berkokok pada bangun. Subuh subuh, sudah pada sibuk di dapur yang bikin Indomie lah, kadang-kadang masak nasi goreng pagi-pagi sekali. Aku mengerti ya, kalau dihitung memang sudah saatnya makan siang di waktu Indonesia, perut mereka belum bisa menyesuaikan dengan perubahan waktu.

Aku sebenarnya maklum, hanya masalahnya karena aku bekerja sampai malam, dan suasana yang gedebak gedebuk menganggu tidur di pagi hari. Dan mereka sambil ngobrol di dapur suaranya juga kencang sekali, sampai rasanya tetangga bisa mendengar. Bisa-bisa tetangga menelpon polisi karena terganggu setiap pagi. Tetapi itu terjadi hanya beberapa hari, setelah aku memberitahukan mereka, dengan sendirinya kebisingan itu tidak terjadi lagi. Itu pun harus hati-hati menyampaikan-nya, takut tersinggung, budaya Indonesia ada budaya tersinggungnya belum hilang sampai saat ini.

Aku suka berpikir, di Indonesia aku lihat sudah banyak lho wc atau kamar mandi seperti di luar negeri, tetapi memang sih lihat-lihat rumah siapa dulu ya. Akhirnya aku punya akal supaya tidak usah menegor mereka terus-terusan rasanya cape.

Aku tempel aja kertas di pintu wc gini : HARAP TUTUP PINTU PELAN-PELAN! TISSU DI BUANG KE CLOSET DAN JANGAN BECEK!…hehehe…sedangkan mengenai kamar mandi, aku panggil mereka, aku ajarin kalau habis mandi harus begini. Terus mereka bilang “oke” sambil tersenyum, tidak tahu dalam hati mungkin saja ngedumel. Aku sebenernya merasa tidak senak jika menegur sesama orang Indonesia yang dari Indonesia, takutnya mereka tersinggung. Tapi tidak semuanya sih, tamu dari Indonesia seperti itu. Ada juga yang tahu tata cara di sini. Biasanya yang susah adalah tamu yang orang tua, ini sih bukan lagi ngegosipin tamu, hanya sedang bercerita aja, mungkin ada pembaca yang punya masalah sama dengan aku, mendapat tamu dari Indonesia, selalu becek, hahaha….Kalau ada yang mau ke Belanda boleh tinggal di rumahku, cuman pesanku jangan becek ya…hahaha, pokoknya WELCOME deh….

Grotjes

LRD

About Audry Djayasupena

Dulu dikenal dengan nama La Rose Djayasupena, kemudian menggunakan nama Pingkan Djayasupena dan sekarang menjadi Audry Djayasupena. Tinggal di Negeri Kincir Angin. Pemikirannya yang 'progresif' terlihat dari artikel-artikel dan buku-bukunya. Sudah menerbitkan karyanya berupa beberapa buku, di antaranya yang cukup 'sangar' judulnya adalah "Bedroom Fantasy".

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.