Berjalan di Tempat Terang

Cechgentong


Saya terima pilihan untuk menjadi golongan hitam. Pilihan hidup yang harus kujalani dengan segala konsekuensinya. Saya menikmatinya dan bahagia dalam kegelapan hati yang paling dalam. Banyak orang yang mengatakan pilihan hidup tersebut salah dan sesat. Tapi biarkan kesalahan dan kesesatan itu membawa diri menjadi manusia pilihan.

Suatu hari saya pergi ke mesjid untuk sholat Subuh berjamaah. Saya melakukannya karena ada panggilan hati dan pasti saya akan  menemukan pelajaran. Entah kapan, dimana dan apa bentuk pelajarannya, saya hanya melakukan saja tanpa beban.

Ternyata apa yang saya jalankan setiap hari berjamaah selama 1 minggu di mesjid dekat  rumah membuahkan hasil yaitu perenungan yang mendalam tentang sebuah kerukunan dalam satu naungan yang bernama Islam.

Saat itu saya pergi ke mesjid selalu menggunakan baju pangsi warna hitam  lengkap dengan simbol Galeuh Pakuan Pajajaran di sebelah kanan baju pangsi hitam saya serta sarung merah kotak-kotak kesukaan. Banyak jamaah yang hadir menatap heran. Biasanya orang datang ke mesjid selalu menggunakan pakaian gamis  putih dengan songkok berwarna putih pula. Yang membuat mereka makin heran adalah kata  tumben karena sudah lama sekali saya tidak sholat berjamaah di mesjid.

Risih ? Itu sudah pasti tapi saya tekadkan niat kalau saya datang ke mesjid untuk melakukan ibadah sholat berjamaah. Awalnya mereka hanya memperhatikan gerak-gerik saya tanpa berani menghampiri untuk sekedar tegur sapa. Begitu seterusnya terjadi selama 3 hari.

Hari keempat bada’ sholat Maghrib, seorang pria muda berjenggot dengan pakaian atas dan bawah serba putih mendekati. Kemudian berbicara sesuatu kepada saya pada saat saya ingin turun ke lantai satu.

” Assalamualaikum “

” Wa alaikumussalam “

” Boleh saya berbicara dengan Mas ? Siapa namanya Mas ? “

” Saya… Cech “

” Tinggal dimana Mas “

” Tinggal di jalan swadaya kurang lebih 100 meter dari mesjid ini “

” Ya ya ya, saya perhatikan Mas Cech jamaah baru di mesjid ini “

” Maksudnya ? “

” Ya saya baru melihat Mas Cech beberapa hari sholat 5 waktu berjamaah di mesjid ini secara rutin “

” Ohhh itu ya Pak “

” Bagus itu berarti ikut meramaikan mesjid “

” Terima kasih tapi saya kurang tahu apakah kehadiran saya dapat meramaikan mesjid “

” Jelas dong meramaikan mesjid. Satu orang saja dapat memberikan pengaruh yang luar biasa bagi sebuah mesjid “

” Ohh gitu ya. Maaf saya belum tahu “

” Maaf, Mas Cech tidak ada acara. Ada tamu di rumah misalnya “

” Ahh tidak. saya ini pengangguran Pak. Setiap hari di rumah dan tidak kemana-mana.  Jadi sangat jarang tamu datang ke rumah. Lagi siapa sich yang mau datang ke rumah seorang pengangguran hehehe “

” Ah Mas Cech bisa saja “

” Bisa apa Pak ? Saya memang biasa-biasa saja “

” Baiklah kalau begitu. Begini selama ini saya memperhatikan Mas Cech sholat tapi… “

” Tapi apa Pak ? “

” Ada yang kurang pas dech  “

” Kurang pasnya ? “

” Mas Cech pengikut aliran atau sekte kayak kejawen gitu “

” Hahahaha ohhh mungkin baju pangsi saya yang hitam ini  penyebabnya ya Pak “

” Heheheehe tidak juga sich tapi saya dan beberapa teman saya  perhatikan cara sholat Mas Cech kurang benar. Berbeda dengan yang dianjurkan dalam hadist “

Hah dalam hati saya. Kacau juga nich orang, bedanya dimana pikir saya.

” Maaf, Pak. Kalau boleh tahu bedanya dimana ? Mungkin bapak bisa menunjukkan cara sholat yang benar “

” Mari ikut saya Mas Cech. “

Saya mengikuti bapak berpakaian putih tersebut dan entah siapa namanya karena saya dari awal sudah kurang sreg saja. Astaghfirullah al adhim dalam hati. Rupanya saya dibawa ke sebuah papan tulis putih besar (whiteboard).

” Nich Mas saya akan tunjukkan bagaimana sholat yang benar. Dari berpakaian saja kita dituntut untuk suci dan bersih. Putih adalah lambang kebersihan dari sebuah kesucian. “

” Ohhhh gitu ” jawab saya masih bingung.

” Nah ini contoh-contoh gerakan dalam sholat mulai dari gerakan mengangkat tangan, mendekapm ruku sujud dan attahiyat terakhir. “

” Terus Pak. Apa yang salah dari saya ? “

” Mas Cech dar5i berpakaiannya saja hitam dan menimbulkan kesan tidak bersih serta suci “

” Ohhhh…. “

” kemudian saya perhatikan dari cara duduk, mengangkat tangan, mendekap dan menunjuk saja tidak sesuai dengan cara sholat yang terdapat pada gambar-gambar di whiteboard ini. Ini hadistnya sahih lho Mas. “

” Ya ya ya ” hati ini terseyum kecut. Semalam mimpi apa ya kok bisa bertemu dengan Bapak yang baik hati ini hehehee.

” Mengerti khan Mas. “

” Ya saya mengerti. “

” Mulai besok Mas Cech harus mulai merubahnya sesuai dengan yang diterangkan oleh  hadits ini “

” Maksudnya pakaian pangsi hitam ini diganti dengan baju gamis putih  “

” Ya Mas “

” Hehehe maaf ya Pak. Saya tidak akan berubah dan tetap memakai baju hitam ini. Dari mana bapak tahu kalau saya tidak bersih dan tidak suci. ” Nada  suara mulai keras tapi terkontrol. Ingat pendekar tidak boleh main kasar hehehe

” Berarti Mas tidak mengikuti hadits “

” Hadist yang mana ? Ini hilafiyah Pak, jangan dipertentangkan. Tahukah bapak tentang hadist “

” Ya tahulah saya Mas “

” Sekarang saya balik bertanya, adakah di Al Qur’an dan Hadist menuliskan pakaian untuk sholat harus putih-putih, pakai celana panjang, pakai songkok putih dan lain-lain seperti yang bapak pakai saat ini. Coba saya ingin tahu “

Bapak tersebut langsung terdiam tapi beberapa saat kemudian teman-temannya datang menghampiri. Rupanya mereka dari tadi memperhatikan dan mendengar pembicaraan seru tadi. Wahhh kebetulan nich pikir saya. Kapan lagi seorang sesat bertemu dengan banyak orang yang mengaku suci hehehe.

” Ada apa Mas ? ” tanya seorang anak muda yang rupanya masih teman bapak tadi.

” Tidak ada apa-apa. Mas datang mau apa ? “

” Ah tidak hanya mendengar ribut-ribut saja “

” Kata siapa, saya dan bapak ini tidak ribut-ribut apalagi ini di dalam mesjid.  Saya hanya beda pendapat dengan bapak ini mengenai cara sholat dan berpakaian dalam melakukan sholat. Itu saja “

Kemudian bapak tadi berbisik-bisik dengan anak muda tersebut.

” Ohhh gitu. Mas Cech harusnya bersikap sopan dengan bapak ini “

” Hahahaha sopan bagaimana mas ? Ini bukan masalah sopan atau tidak. Ini masalah kebenaran. Mumpung kalian ngumpul ya. Dalam Islam itu kita harus berpegangan kepada Qur’an,hadist, qiyas dan ijma supaya tidak salah pengertian dalam menjalankan suatu ibadah. Selama belum ada kepakatan para ulama di dunia yang mengatakan bahwa golongan A adalah ajaran yang paling benar maka jangan sekali-kali merasa benar. Ingat ya Rasulullah sudah mengingatkan kalau nanti setelah wafatnya beliau akan muncul 79 aliran dalam Islam. Apa maknanya ? Kita ini ibarat gelas pecah berkeping-keping maka itu sudah saatnya kita bersatu dan mulai merapatkan barisan agar gelas yang pecah berkeping-keping tersebut menjadi gelas yang utuh. Nah perekatnya adalah rukun Iman dan rukun Islam. “

” Tapi Mas Cech… “

” Tidak ada tapi-tapi. Kalian ini ingin melihat Islam bersatu dan hidup rukun atau tidak ??? “

” Jelas dong Mas  “

” Maka itu jangan mempertentangkan kembali hal-hal sepele atau hilafiyah  selama kita masih berpegang teguh kepada rukun iman dan islam. Ok !!!  Masih banyak pekerjaan yang membutuhkan energi demi majunya Islam agar umatnya selamat dunia akhirat yaitu masalah kemiskinan karena kemiskinan itu awal dari kekufuran.  Sudahlah saya ingin pulang. Terserahlah kalian mau bilang apa tentang saya. saya beritahu kalau saya ini golongan hitam yang sudah terbiasa untuk dicurigai dan dijauhi oleh orang-orang seperti kalian. “

Setelah itu saya langsung turun ke bawah tetapi baru beberapa anak tangga tiba-tiba nama saya dipanggil oleg seorang bapak yang sepertinya saya mengenal.

” Eh Pak Tugino “

” Tadi ada apa Cech kok kelihatannya ada ribut-ribut “

” Ahh tidak ada apa-apa “

” Hei kalian kemari ” Pak Tugino memanggil orang-orang yang tadi diskusi dengan saya.

” Kenal kan ini Cech “

” Sudah tahu Pak Tugino “

” Tapi khan kalian tidak tahu siapa Cech ?!  Dia ini anaknya Pak A yang dulu turut merintis pembangunan mesjid ini 30 tahun yang lalu. Beliau sudah almarhum “

” Ohhh gitu Pak ” mereka hanya mengangguk-angguk

” Sudahlah Pak, jangan disebut-sebut nama bapak saya. Biarkan semua itu menjadi bekal di alam sana. Bapak dan anak khan tidak sama p[ilihan hidupnya. Saya mah golongan hitam yang tidak pantas diikuti. Beda dengan Mas-mas ini hehehe. Saya pamit dulu. Assalamualaikum “

” wa alaikumussalam “

Ohhh ini toh panggilan hati yang selama ini menyuruh saya untuk sholat berjamaah di mesjid.

Berjalan di tempat terang… tak mudah bagi si hitam… banyak si putih yang mencurigai,  menjauh dan mencibir… justru si hitam mengerti itulah awal titik hitam bagi si putih… akhirnya si hitam hanya bisa tertawa hahahahahahaha tidak sia2 kuberjalan di tempat terang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.