Ketika Hujan Bersama Pendeta

Prabu – Jakarta


prabu_baltyra.com Sekali lagi, pengalamanku ini janganlah dipandang sebagai pemantik yang dapat membakar SARA. Dengan penuh kerendahan hati, kepada mereka yang tidak suka dengan tulisan-tulisanku, rendamlah hatimu dengan air persahabatan. Pupuklah akalmu dengan bunga kedamaian. Niscaya engkau akan mereguk bergelas-gelas air pluralisme yang nikmatnya tiada tara. Kesegarannya melebihi air susu yang mengalir di surga, seperti telah dijanjikan Tuhan Yang Maha Menepati.

Seperti biasanya pada hari Minggu itu, usai senam pagi aku bertemu kawan pendeta yang masih muda. Usianya tak terpaut jauh denganku. Melihat kawanku ini, rasa banggaku terhadap ibu pertiwi terasa bergetar ketika bertemu anak muda dengan ilmu agamanya yang kental.

Maka tidak heran jika negeri ini banyak melahirkan, pendeta, ustadz atau dai muda yang gaul dengan kostum fashionable beraoma wangi chanel no 6. Para ustadz dan pastor muda ini juga laris manis mengisi acara-acara keagamaan di tv. Jadilah mereka dalam dunia infotainment disebut ustadz selebritas dan pastor pesohor.

Ketika beberapa langkah lagi kami bertemu, kawanku menyapa, “Assalammualaikum, Aa. Tumben buru-buru senamnya?”

“Muallaikumsalam, pastor. Ya neh, mulai subuh tadi dah gerimis. Aku pikir cuma sebentar, tapi kok semakin …?” belum selesai aku meneruskan bicara, tiba-tiba hujan deras mengguyur, bresssssss….!

“Aneh memang, sudah lebih sebulan ini hujan melulu tiap pagi, ya?”

“Betul. Susah diprediksi musim sekarang ini” jawabku sambil mengajak lari ke teras ruko di seberang. Lalu aku bertanya ke kawanku, “Pastor apa enggak terlambat ke gerejanya?”

“Kalau hujan lebih dari 15 menit jelas saya terlambat. Kasihan para domba-domba telah menunggu.…”, belum selesai ia bicara, tiba-tiba terdengar suara menggelegar : “GLEGARRRRRRRRRRRRR……!” lalu diiringi kilat. Kawanku kaget dan secara reflek berkata, “Haleluyahhhhh!!!”

Aku pun ikut kaget mendengar petir yg enggak diundang itu, secara spontan juga aku bilang, “Kawan, itu bukan haleluya, tapi halilintar!”

Respon kawanku tidak marah. Namun mukanya heran sambil mulutnya terbuka separo. Lalu ia pun melanjutkan bicara,”Aa, lebih baik kita naek bus saja, supaya saya tidak terlambat sampai di gereja”.

“Ide yang bagus pastor”, jawabku.

Sejurus kemudian kami dapat mestop bus umum. Seperti kebiasaanku sebagai muslim, aku mengucapkan lafal, “Bismillah!” dengan suara mantap saat masuk kedalam bus. Rupanya kawanku mendengarnya lalu ia menimpali, “Aa. Ini bukan bismilah. Tapi biskota!”


About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *