Mudik 2010

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


Hallo Sobat di Baltyra semuanya…

Maafkan Dj. yang mana baru saat ini bisa mengirin oret-oretan dan inipun masih sangat pendek. Mengingat, kami tiba di Frankfurt, malah Dj. yang kena batuk pilek.

Tak ketinggalan, karena Jetlag, malah ditambah dengan mangsur-mangsur dan rasa ngantuk yang tidak terkendalikan. Yah…achirnya sering tidur lah.

Nah ya, mudah-mudahan tidak lama lagi dan bisa kembali seperti semula dan maaf bila tulisan ini tidak seperti yang anda semua harapkan.

Okay….. terus terang, Dj. tidak tau mau memulai dari mana, karena banyak cerita yang bisa Dj. tulis. Yang di Kuala Lumpur, Jakarta, Ciloto, Bandung, Surabaya, Jogja dan Semarang, sabar ya. Walau cerita liburan di Indonesia kali ini tidak seperti yang kami harapkan.

Mengapa…???

Ya…karena istri dan anak-anak, saling bergantian jatuh sakit dan jelas hal ini sedikit membuat Dj. Sendiri menjadi sedikit stress. Walau bagaimana juga, sebagai seorang suami dan ayah, maka Dj. harus bisa mengatasi semua dan dalam hati Dj. berkata..kamu tidak boleh ikut sakit…!!! Kalau semua sakit,terus siapa yang akan merawat…???

Puji TUHAN….!!! Di balik semuanya itu, Dj. masih melihat hal-hal yang positive dan bahkan menyenangkan. Karena masih banyak sobat, teman dan juga saudara yang memperhatikan kami. Dan kamipun boleh melalui semua rintangan dan kembali ke Mainz dengan selamat.

Dua hari terakhir kami di Jakarta, kami ditemani oleh teman yang sudah seperti saudara sendiri. Ya, bahkan kami masih boleh reunian dengan teman-teman pilot, yang mana mereka sudah tersebar di penerbangan di Luar Negeri, toch mereka menyempatkan diri untuk liburan ke Indonesia, hanya untuk bertemu dengan kami sekeluarga.

Meninggalkan kota Semarang dengan keadaan yang cukup lancar.


Puji TUHAN…!!! Akhirnya mendarat di Jakarta


Menjelang malam, kami sudah menyusuri Pondok Indah Mal 1


Reuni an bersama teman-teman Pilot dan keluarga mereka.


Sebagian dari teman-teman Pilot yang masih aktiv, baik di Garuda maupun di penerbangan yang lainnya.


Di pagi harinya, masih kami sempatkan mengunjungi pasar modern BSD. Susi dan Daniel tidak tau, apa itu “kupat”, olehnya Dj. harus menjelaskannya.


Kami sempatkan untuk melihat, bagaimana Srabi ” Notosuman ” dibuat. Dan Daniel dengan sangat cermat memperhatikannya.


Kamipun mendapat undangan untuk menikmati Yamien di BSD.


Tapi lebih menikmati lagi saat kami dijemput oleh dimas dan dibawa ke Bakso Happynya. Jelas, kami hari itu dua kali kami makan bakso. Juga pertemuan dengan Peony, sangat mengesankan, karena…walau jam kerja, Peony, masih juga menyempatkan waktu untuk bertemu dengan kami. Terimakasih Peony…!!!

Terimakasih dimas, sudah mengantar kami jalan-jalan dan memperlihatkan istananya juga sekolah yang dibina oleh Susann.


Akhirnya, kami harus meninggalkan kota Jakarta dan diantar oleh saudara Dj. yang juga seorang Pilot. Bahkan beliau, baru mendarat dari Riyadh. Istrinya yang cantik mengantar kami, sekalian menjemput suaminya. Di saat yang sama, kami juga ditemui oleh Sasayu dan ibundanya. Kami merasa berdosa, karena pertemuan yang sangat singkat, karena kami sudah harus masuk ke ruang tunggu.

Padahal, lewat pemeriksaan pasport juga belum. Yang aneh, adalah photo-photo bersama Sasayu dan maminya, kok tidak kami temukan, padahal photo yang lainya, ada semua.

Sama seperti saat kami berada di Malang, setelah sarapan dan jalan-jalan, maka kami makan siang di “Toko Oen” yang sangat terkenal itu, yang mana di dalam Restaurantnya, masih seperti jaman Belanda. Yang aneh, semua photo-photo di dalam dan diluar toko Oen, sama sekali tidak ada.

Susi dan Daniel tidak percaya, karena begitu banyaknya Photo yang Dj. ambil.

Sampai Dj. paksakan berdiri di tengah jalan diatas batu pembatas jalan dan juga Dj. ambil photo Gereja di depan toko Oen. Tapi apa mau dikata, semua photo di sana lenyap bak ditelan angin. Tapi photo, sebelum dan sesudah di toko Oen, ada semua. Aneh kan…???

Kamipun mendarat di Frankfurt dan David dan orang tuanya sudah menunggu di pintu keluar. Suasana yang sangat mengembirakan, kembali menginjak bumi Jerman…hahahahaha….!!!

Menghirup udara yang memang lain dengan di Jakarta, jangan ditanya mengapa, yang jelas beda…!!! Dan disambut dengan Berkat Hujan yang Melimpah.

Okay….Dj. rasa banyak sudah yang Dj. ceritakan di akhir liburan kami 2010 ini. Terimakasih untuk pengasuh BalTyRa, bila oret-oretan ini layak dimuat. Dan mohon maaf bila, banyak kesalahan di sana-sini, karena badan masih belum pulih 100% sehat.

Semoga oret-oretan di atas, boleh manjadi tombo kangen, di mana selama 5 minggu ini Dj. Hanya sekali-kali saja muncul di kolom komentar. Semoga setelah ini, Dj. masih boleh menceritakan pengalaman perjalanan kami dari awal hingga kembali ke Mainz.

Dengan kata lain, bila tidak keberatan, maka cerita ini masih akan bersambung, episode 1 , 2 , 3 , dst sampai selesai…hahahahahaha….!!!

Sekali lagi…. TERIMAKASIH, terutama untuk dimas Josh Chen yang tidak hanya menjemput, saat kami datang, tapi selalu memonitor lewat telpon, di mana saja kami berada. Sampai HP kami hilang dan tidak bisa dihubungi lagi.

Terimakasih juga buat sobat semua yang telah meluangkan waktunya, untuk bertemu dengan kami.

Juga telpon yang selalu berdering, baik yang dari Jakarta, Bandung pun Surabaya.

T E R I M A K A S I H…..!!!!!  M A T U R  N U W U N ….!!!!  K A M S Y I A….!!!  T H A N K  Y O U…..!!!!!

Salam manis dari kami sekeluarga di Mainz, terutama dari David, yang begitu melihat blangkon Oomnya (Daniel) langsung dia rebut dan dia pakai, sambil senyum-senyum bangga. Perkenalkan, nama David asal Solo….(Slo wa kae) P A R E N G…..!!!!


Dj. 813



About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

141 Comments to "Mudik 2010"

  1. Dj.  14 August, 2011 at 16:00

    yuci Says:
    August 14th, 2011 at 15:43

    pak djoko mampir ke keluarganya pak sumahar paisan ato gak? aku teman almarhumah nanda puteri almarhum pak sumahar paisan. saya dan nanda dulu bersekolah di SD, SMP dan SMA yg sama.

    Mbak Yuci…..
    Dunia terasa kecill….
    Ternyata anda teman keponakan Dj. ( Alm. Nanda ).
    Jelas, kami selalu mampir ke Bandung dan selalu tidur dirmah di Cigadung.
    Hanya tahun lalu, kami tinggal di Novotel.
    Saat Susi sakit dan tinggal di Rumah Sakit Boromeus, mbak Cicik yang selalu menemaninya.
    baik di Rumah Sakit, pun di Notel…
    Posisi anda di bandung juga kah…???
    Dulu juga ada putri dari teman mas Mahar yang bernama Yuci,( Dj. rasa bukan anda ), karena sepantaran Dj. dan kami selalu main golf bersama di Dago atas.

    Anda bisa buka ” Bandung Kelabu “, ada beberapa photo saat di Bandung bersama mbak Cicik dan juga Tuti dan suaminya…

    Salam manis dari Mainz….

  2. yuci  14 August, 2011 at 15:43

    pak djoko mampir ke keluarganya pak sumahar paisan ato gak? aku teman almarhumah nanda puteri almarhum pak sumahar paisan. saya dan nanda dulu bersekolah di SD, SMP dan SMA yg sama.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *