Time Zone

Anwari Doel Arnowo


Harapan Hidup TIME ZONE ? TWILIGHT ZONE??

Ada teman saya yang sering megirim email yang isinya macam-macam, gossip politik Indonesia, korupsi, birokrasi dan penderitaan rakyat bahkan yang lucu-lucu, cabul-cabul sekalipun. Dia sudah dewasa sekali dan sayapun sudah meliwati Time Zone.

Kok berani-beraninya saya bilang bahwa saya sudah meliwati batas waktu itu? Eh, ini bukan disebabkan tingkah dan laku saya seratus persen, kok.

Coba baca tulisan saya di dalam link: Riang Gembira Sampai Tua Sekali

Saya sebutkan di dalamnya ada bagian yang menyebutkan:  Tetapi saya ingat bahwa semua manusia di dunia ini, kalau hidupnya wajar-wajar saja, tidak mati karena berperang, karena terserang penyakit, mati karena bunuh diri, atau dibunuh orang, tentu akan mencapai usia yang lebih tua dari ibu yang melahirkannya.

Hal ini diyakini karena setiap kali, selalu  ada peningkatan kesadaran untuk hidup sehat, mengonsumsi makanan yang bergizi dan bersih serta juga bertambah baiknya kesadaran menjaga lingkungan hidup, serta bertambahnya kualitas obat untuk melawan penyakit.

Kekhawatiran bahwa saya akan meninggal sebelum waktu sekarang, itu timbul dan benar terbukti memang sama sekali tidak beralasan. Apa sebab? Ibu saya meninggal pada usia beliau yang mencapai 72 tahun. Apalagi mengingat bahwa ayah saya meninggal pada usianya yang 80 tahun dan ibu dari ayah saya dikirakan pada waktu meninggal dunia pada usia 94 tahun.

Aah, berapa sajalah umur saya itu, saya tidak perduli, tidak takut untuk mati dan tidak menjauhi atau mengundang mati. Biar saja saya tidak tau, memang kan urusan kematian saya itu, sudah ditentukan, bukan urusan saya. Haa .. haa ..

Nah di dalam email teman saya tadi, kali ini bukan cabul dan bukan politik, tetapi data-data mengenai Indonesia di CIA – The World Factbook, sebuah website yang menjadi favourite saya sejak empat atau lima tahun terakhir. Saya sudah mengutip menenai panjang pantainya dan panjang zona ZEE negara kita ini.

Upaya saya menggunakan data-data ini di dalam tulisan-tulisan saya mengenai bahari, adalah agar para pejabat Negara itu terbuka matanya dan juga hatinya terhadap kemungkinan mencari nafkah di laut. Menciptakan pekerjaan sekian puluh juta tenaga lagi yang berkelas tenaga kerja di laut, termasuk petani laut, penambang di dasar laut dan tentu saja perternakan laut serta hasil laut seperti rumput laut dan mutiara.

CIA – The World Factbook ini sering sekali saya buka, sehingga saya hampir hafal bagian mana yang saya perlukan. Pernah terlintas ke benak saya, apakah BIN (Badan Intelijen Negara) kita itu memiliki sarana data seperti ini. Apa?? Rahasia?? Ah, kalau begitu amat ketinggalan informasi dan ketinggalan jaman juga. Mestinya mengenai Indonesia, khusus, kita yang  masyarakat umum bisa mendapatkan data yang mangkus dan komprehensif seperti ini, dengan  GRATIS. Rahasia? Prèk, deh!!

Saya meniru kata Gus Dur, idola saya, terlepas anda setuju atau tidak.

Idola saya setelah Boeng Karno, lalu Gus Dur. Sekarang?

Mahfud MD. Belum ketemu yang lain.

Cuma itu? Dari 242 juta manusia Indonesia (242,968,342 – July 2010 est.)?

Iya memang sukar sekali memilih satu orang PEMIMPIN BUKAN sekedar PIMPINAN.

Memilih 11 orang buat mewakili Indonesia dalam main sepak bola saja … ???

Kali ini saya kembali ke TIME ZOINE:

Ini yang ditulis di CIA – THE WORLD FACTBOOK

Life expectancy at birth:

total population: 71.05 years

country comparison to the world: 137

male: 68.53 years

female: 73.69 years (2010 est.)

Laki-laki Indonesia itu harapan hidupnya 68.53 tahun sedang perempuannya 73.69 tahun, ini estimasi (sebagai kiraan tahun 2010) dan rata-rata orang Indonesia adalah 71.05 tahun. Saya sudah meliwati usia ibu saya dan data CIA ini, baik yang rata-rata maupun yang laki-laki saja. Sudah lewat deh.

Sekali lagi: Haa .. Haa .. ditambah HOREEEEE …


Bagi saya memang sudah lama menganut nrimo seperti wong Jowo pada umumnya. Mau mati kapan kèk, saya tidak ketakutan. Dalam link di atas tulisan saya itu juga menyebutkan soal mati ini. Tidak menghindari, tidak juga mengundang mati, mendekati mati dan sebagainya. Pokoknya, biarin deh !! Prèk, sekali lagi seperti kata GUS DUR.

Nah bagi rekan-rekan saya yang sekarang masih seger, atau sedang dirawat karena penyakit akut sekalipun, berpikir positiflah, bergembiralah, berpikiran majulah dan jangan menjadi orang yang Living In The Past.

Majulah bersama perubahan jaman.

Biarpun anda gatek di dalam teknologi dengan alat-alat elektronik seperti komputer dan konco-konconya itu, kalau sekedar bergembira, ber-riang sesuka hati, menyanyi biar keroncong, makan yang empuk-empuk karena ompong, jalan-jalan meskipun tertatih-tatih, terbongkok-bongkok sekalipun, LAKUKANLAH.

Gengsi??

Buang jauh-jauh !!

Santai saja ..

Prèk lah bagi yang mengejek kita.

Jalan terus, ONWARD NEVER RETREAT ..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.