Menyambungkan Cerita Bersambung

Fire – Yogyakarta


Mengapa dulu waktu kecil kita sering berebut majalah atau koran yang datang? Ya, tentu saja bukan mau lihat berapa kurs dollar atau indeks saham, tetapi menekuni cerita bersambungnya. Baik itu tulisan maupun komiknya.

Cerita bersambung porsinya memang kecil di tiap koran, tetapi bagi para pembacanya boleh jadi sangat penting. Lha kalo satu koran isinya cerita bersambung semua, beritanya mana….hihihi…. Tapi mungkin juga yang bikin orang jadi demen langganan koran/majalah itu karena cerbernya kan? Hayooo siapa dulu yang nangis-nangis waktu ortu mau mutus langganan majalah Ananda, soalnya nggak bisa ngikutin kelanjutan Safan, dan tentu saja sisipan komik bersambung di halaman tengah, dari maestro Jan Mintaraga (wah dulu dah kumpulin dari jaman Raden Wijaya maen benthik sampe Gadjah Mada jadi patih). Atau yang ngotot tetap langganan (ehm … langganan minjem juga boleh kok…hihihi) Bobo, karena pengin tahu kapan Deni Manusia Ikan ketemu ortunya (hmmm.. coba sekarang, pasti si Deni ikut acara Termehek-mehek…. wakakakak….). Apa bener ya kesetiaan para pembaca koran/majalah itu bukan pada beritanya, tapi pada cerbernya?

Siapa dulu yang suka bela-belain gunting-guntingin cerita bersambung dikumpulin, terus dibendel, dijilid yang rapi? Dan mungkin suatu saat sempat ngamuk-ngamuk ketika tahu lembar halaman yang memuat cerbernya kegunting gara-gara ada “oknum” yang merasa berkepentingan dengan iklan atau berita, yang sialnya kok posisinya tepat berada di balik cerber tersebut. Wah sebel rasanya biarpun cuma ada satu hari saja yang nggak lengkap. Ada lagi “musuh” para kolektor cerber, yaitu mereka yang gemar mengisi teka-teki silang, atau mengikuti undian, karena dikhawatirkan kuponnya (yang mesti ditempel di pojok kiri kartupos) terletak di balik cerber tersebut.

Akibatnya, “Lho cerberku kok bolong?” Jaman dulu masih jarang mesin fotocopy, tapi ada kok kolektor cerber yang bela-belain dengan sepenuh hati ditulis tangan lagi bagian cerber yang kepotong tersebut, hihihik ….. Ada nggak yang nekat pinjam koran tetangga, pulang dah bolong-bolong ….hayohhh …… Lha, perginya masih utuh, kok pulang dah compang-camping? Laen kali waktu mau minjem tetangganya memberikan pesan yang sangat menyentuh kalbu, “Tolong jangan digunting-gunting dulu ya, ntar saja kalo sudah pada baca semua …..” Wooo maklum udah minjam kok nggak pangerten ……

Kejengkelan lainnya, ya waktu sudah menunggu lanjutan ceritanya, eh jebulnya korannya batal memuatnya, dengan sebuah pengumuman kecil, “Karena kesulitan teknis, maka pemuatan cerber Suminten Ora Sido Edan hari ini ditiadakan” Insiden lainnya adalah jika yang bikin (emang bakwan yah, kok dibikin … hihih…. ) koran mungkin pada ngantuk atawa begadang mengejar deadline, jadi cerita yang kemarin sudah dimuat kok dipasangin lagi, jadi munculnya dobel. Pernah juga cerbernya malah loncat, karena redaksinya salah memuat jadi ada yang kelewat. Tapi ada juga suatu kali cerbernya berhenti begitu saja kok nggak ada endingnya, mungkin yang bikin cerita kehabisan ide gimana mau menamatkannya, atau honornya kurang gede yah? Wah, seperti pepatah, Jaka Sembung lagi mutung, cerita bersambung kok akhirnya nanggung … Padahal sudah mau dikoleksi je …. Tapi biarlah, mungkin saja lakon ceritanya belum tamat, penulisnya sudah tamat duluan alias RIP …

Kalo nggak baca cerber hari ini, rasanya kayak belum BAB saja, kepikiran terus gimana lanjutannya. Asmaraman S Kho Ping Hoo, penulis cersil (cerita silat) yang kerap dimuat bersambung di banyak koran/majalah. Nah, kok ya begitu para jago kungfu mulai mengadu kedigjayaan, eh mesti dibikin bersambung. Kayaknya nggak ada ceritanya berkelahi selesai satu terbitan. Begitu ada yang sudah hampir kalah, eh tiba-tiba nongol jago sakti lain yang membantu.

Tapi ada juga cerita bersambung yang saya sampai bosen membacanya kok nggak selesai-selesai. Dulu di koran KR ada cerber Api Di Bukit Menoreh, karya SH Mintardja. Saya tunggu-tunggu kapan ini tamat ceritanya. Dalam sejarah yang saya ingat, mungkin umurnya Agung Sedayu hanya bisa dikalahkan oleh Deni Manusia ikan dari Bobo. Tapi Agung Sedayu kan mesti muncul tiap hari, tapi kalo Deni Manusia Ikan kan cuma seminggu sekali. Terus selama seminggu itu Deni Manusia Ikan ngapain kemana aja ya?

Membaca cerita bersambung memang berpotensi membikin semacam kecanduan. Ingat dulu suatu kali liburan panjang sekolah menginap ke tempat saudara, jadi nggak bisa baca cerita bersambungnya. Pulang-pulang, yang pertama dilakukan adalah melakukan “rapelan” cerita bersambung. Pokoknya dalam sehari harus bisa khatam. Ninggalin cerber, serasa kayak ninggalin piaraan aja.

Waktu bongkar-bongkar kardus lama, masih ada tumpukan koleksi jilidan cerber yang masih tersisa. Sayang rasanya untuk dibuang, biarpun jaman sekarang semuanya serba digital, jadi sebenarnya cerita tersebut juga sudah banyak ebooknya mudah diperoleh. Tapi “perjuangan” mengumpulkan cerber tersebut hingga lembar penghabisan merupakan “episode tersendiri” yang sebenarnya mungkin jauh lebih menarik dari cerita bersambung tersebut.

Baiklah teman-teman, apa saja cerita bersambung yang pernah menjadi favorit panjenengan? Dalam bulan puasa dan menjelang Lebaran ini, perkenankan untuk menyampaikan sajak ini:


Jaka Sembung ngumpulin cerita bersambung

Cicak kecemplung gara-gara minum obat kembung

Jengkel jangan dihitung, Sebel jangan ditabung

Tapi utang tetep harus dibayar, Bung ……


NB: Buat Redaksi, pesan gambar Jaka Sembung lagi kembung ….. Awas … kalo nggak nyambung …..

Lhaaa kok ngancam…wis…dalam sejarah ini, Redaksi kok malah diancam…ckckckck…

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.