The (Crazy) Art of Being Happy

Linda Cheang – Bandung


Halo semua para pembaca,

Apakah Anda bahagia dengan hidup Anda?

Itu sebuah pertanyaan yang mudah ditanyakan tetapi jawabannya bisa beragam.  Jika pertanyaannya diganti menjadi : apa saja yang dapat membuat kita hidup dengan bahagia? Ya, jawabannya masih beragam, sebab ini menyangkut ke CARA kita mengelola hidup, dan CARA kita memandang hidup ini. Mau dibikin susah atau dibikin hepi?

Saya menulis artikel ini bukan karena saya merasa sudah mumpuni dalam hidup. Ooh, masih jauhlah saya dari bijaksana, tetapi lebih karena tiba-tiba saja terlintas keisengan untuk m,enuliskan apa yang terlintas di benak saya, ketika berkomunikasi berbagi cerita kehidupan dengan teman-teman dari berbagai penjuru dunia. Baik berupa komunikasi temu muka, temu suara maupun komunikasi temu pesan instan.  Chatting, maksude.

Berikut beberapa pemikiran gila yang mungkin saja bisa berguna buat para pembaca, siapa tahu hidup Anda benar-benar bisa jadi  lebih hepi.


Menyiasati perut berlemak

Ubahlah cara pandang Anda mengenai tumpukan lemak di perut Anda, terutama untuk para perempuan. Anda tidak usah merasa iri dan resah, jika lelaki gemuk, umumnya masih bisa dibilang seksi.  Selain masih tetap dianggap seksi, perlu berlemak para suami bisa dijadikan bantal tambahan yang selalu hangat untuk istrinya, terutama di musim hujan atau di musim dingin di Negara yang memiliki empat musim. Lumayan bisa sedikit irit biaya pemanas ruangan , hehehe.

(adiradance.com)

Nah, bagaimana dengan perempuan berperut gendut? Oh, gampang.  Apakah Anda tahu, bahwa para Belly Dancer di negara-negara Timur Tengah sono, rata-rata yang tariannya indah dan seksi  justru ditarikan oleh perempuan berperut gendut. Semakin gendut, semakin seksi tariannya. Apalagi kalau perut gendutnya bisa sampai bergetar, wah, bayaran penarinya akan makin tinggi.

Jika perlu, Anda ambil kursus menari Tari Perut dan bayangkan jika Anda suatu saat ambil cuti pergi berlibur ke Dubai, di mana salah satu program atraksi turisnya adalah melihat pertunjukkan Tari Perut di padang gurun pasir *). Jika Anda sudah terampil menarikan Tari Perut, siapa tahu Andalah  yang diajak manggung dan dapat bayaran plus saweran pula dalam mata uang Dirham dan syukur-syukur US Dollar. Lumayan, kan?

Anda para perempuan yang sudah bersuami, boleh coba praktek tari perut di hadapan suami Anda sebelum sesi bercinta dimulai. Usahakan pakai pakaian ketat pas di tubuh dan kenakan manik-manik yang dapat bergoyang cantik di pinggul.  Niscaya perut gendut Anda akan mendadak berubah menjadi cantik. Tetapi awas, hati-hati. Ingatlah untuk jangan makan makanan mengandung bawang putih, petai apalagi  jengkol sebelum menari, karena bisa-bisa keindahan tarian perut  Anda buyar oleh bau tak sedap yang mungkin keluar dari bawah ketiak atau tiba-tiba keluar dari exaust duct alami Anda. Kalau sudah begitu yang ada suami Anda bisa ilfil jadinya, sesi bercinta juga jadi bubar jalan.


Informasikan dengan kreatif

Tentu Anda pernah ditanya oleh seseorang tentang sesuatu informasi, kan? Apalagi oleh teman atau sahabat karib. Nah, memberikan informasi kepada teman atau sahabat karib yang sudah kenal Anda  bisa dilakukan dengan permainan kata yang sedikit kreatif. Seperti contoh berikut. Ketika saya bersama seorang teman bercerita tentang pernak-pernik Kota Jogja, sampailah kami pada topik Nasi Kucing di angkringan.

Teman :  Hah? Nasi Kucing? Apa itu? Nasi dengan daging kucing?

Saya (menahan ketawa) : Eiyy,  bukan! Nasi Kucing itu nasi bungkus yang dibuat seukuran makan kucing. Tiga suap nasi dengan satu macam lauk atau sayur

Teman : Ooo.

Saya : Tapi kalau mau pesan yang pakai daging kucing beneran, coba saja.

Teman : Apa bisa?

Saya : Ooh, dijamin, kamu akan langsung disiram dengan segelas panas Kopi Pletok!

Teman :   @@##$$%%&& !! (mencubit pinggang saya)


Ngawur yang inovatif

Jangan ragu untuk menemukan cara baru, yang meskipun ngawur, tetapi inovatif.  Terutama Anda yang doyan makan tetapi ingin tetap sehat.

Salah satu kendala untuk hidup sehat adalah gorengan yang sangat disukai khalayak ramai mulai dari anak-anak yang baru tumbuh  gigi gerahamnya sampai ke para orang tua yang giginya sudah pada tanggal. Gorengan itu digoreng dengan minyak yang kadang kita tidak tahu bagaimana kualitasnya, terutama minyak jelantah. Juga termasuk makanan yang digoreng di menu makan rumah tangga Biasanya cara paling mudah untuk mengurangi kadar minyak dalam gorengan adalah meniriskannya di atas kertas.

Nah, jika di rumah Anda tersedia mesin cuci dengan bagian pengering (spinner) terpisah dari bagian pencuci, inilah saatnya Anda berinovasi menemukan manfaat lain dari pengering pakaian yang bekerja memanfaatkan gaya sentrifugal.  Ternyata gaya sentrifugal pada pengering pakaian, dapat juga digunakan untuk mengurangi kadar minyak pada gorengan. Caranya? Ya, gampang, saja.

Masukkan semua makanan yang digoreng, termasuk gorengan yang Anda beli dan juga kacang goreng ke dalam tabung spinner, tutuplah dengan penutupnya dan jalankan spinnernya. Niscaya, efeknya akan sama seperti ketika Anda mengeringkan pakaian Anda. Siapa tahu kelak Anda akan menemukan mesin centri fuse lebih canggih lagi bertenaga sel surya atau bertenaga angin sampai tenaga air mikrohidro dengan sistem portable completely knock down,  daripada centri fuse unit versi engkol tangan yang sudah ada di pasaran saat ini, berkat pengalaman Anda itu. Jika Anda sudah menemukannya, jangan lupa urus hak patennya, yah.

Jangan lupa pula untuk segera membersihkan minyak yang terlempar dari gorengan karena tentu akan menempel pada dinding partisi bagian pengering , dan pasti akan timbulkan bau tengik yang amat tak sedap jika tidak dibersihkan. Cara membersihkannya? Ya, silakan inovasi sendiri, lah, yauw..

Kepada para pembaca ibu rumah tangga yang punya mesin cuci yang demikian, setelah membaca tulisan saya ini, harap segera periksa bagian pengeringnya, karena siapa tahu sebetulnya suami dan anak-anak Anda sudah pernah menggunakannya untuk keperluan seperti yang saya paparkan tadi, tanpa sepengetahuan Anda. Jika benar, maka Anda tidak usah heran kalau suatu saat mendapati spinner mesin cuci Anda dalam keadaan sudah unserviceable sebelum lewat jam pemakaian yang seharusnya…


Encouragement with  a little touch of sense of humor

Berikan sedikit sentuhan humor cerdas yang menggelitik rasa, ketika Anda memberikan dorongan agar orang mau melakukan hal yang memang berguna. Contohnya seperti mendorong para ibu untuk memberikan ASI kepada bayi-bayi mereka, cara iklan unik seperti ini yang saya kutipkan untuk Anda perlu dicoba.

“Berikanlah ASI kepada bayi Anda, karena ASI adalah produk yang paling bermanfaat untuk bayi. Dikemas dalam kemasan yang amat menarik dan ASI dijamin tidak akan menjadi basi selama tersimpan rapat dalam kemasannya. Jika tiba saatnya produksi ASI berhenti, bentuk kemasannya yang telah berubah, masih dapat disiasati sesuai selera pemiliknya…”


Hidup antistatis

Berapa lama Anda hidup dengan pola pikir yang itu-itu saja?  Berpikir statis? Sudah saatnya Anda menyadari bahwa hidup ini anti statis.  Berubahlah karena hanya perubahan yang abadi. Jika Anda tidak bisa mengubah apa yang mesti diubah, sudah saatnya cara berpikir Andalah yang perlu diubah.

Ini satu contoh yang saya dapatkan dari sebuah siaran radio swasta. Dilontarkanlah sebuah pertanyaan : apa hubungan antara Observatorium Bosscha dengan Che Guevara berjalan-jalan di Candi Borobudur? JIka dilihat dari kasat mata, memang tak ada sambungan langsung antara Observatorium Bosscha dengan jalan-jalannya Che Guevara di Borobudur. Tetapi di sinilah pola pikir anti statis itu, ternyata dapat menyambungkan apa yang tidak nyambung. Benar-benar kita dibuat unutk kreatif dan inovatif

Beginilah jawabannya sodara-sodari sekalian.

Observatorium Bosccha itu lokasinya ada di wilayah Lembang, dekat Bandung.  Nah, Bandung sendiri memiliki sebuah tempat bernama Institut Teknologi Bandung (ITB) , dulunya bernama Technische Hooge School, tempatnya Soekarno, Presiden RI pertama menuntut ilmu hingga mendapat gelar Insinyur.

Lho, masih belum ada hubungannya dengan Che Guevara, kan?

Iya, tunggu dulu! Masih ada kepingan-kepingan yang belum tersambung. Yaitu, jika tidak ada ITB,maka tidak akan ada seorang Soekarno yang kuliah di sana. Jika Soekarno tidak pernah kuliah di ITB, maka Soekarno  tidak akan menjadi Presiden RI pertama. Jika bukan Soekarno yang menjadi Presiden RI pertama, maka tidak akan ada Soekarno yang pergi ke Havana, Cuba menemui Fidel Castro si Presien Cuba pada 1960. Jika Presiden Soekarno tidak menemui Fidel Castro, maka tidak akan ada Che Guevara yang datang ke Indonesia , salah satunya sempat berjalan-jalan di Borobudur, sebab Fidel Castrolah yang mengutus Che Guevara untuk datang ke Indoensia.

Nah,  pada akhirnya, berkat pola pikir anti statis, sudah tersambung, kan?

Pembaca semua,

Sepertinya saya mesti segera pamit. Saya harus waspada. Ada seseorang di pojokan nun jauh di sana,  terhalang oleh partisi, sepertinya menunjukkan gelagat, sudah mulai resah dan gelisah, hampir terjengkang dari kursi, karena sejak mulai membaca tulisan ini, sejak itu pula bibir ybs tidak bisa mingkem sampai giginya menjadi kering. Sepertinya ybs hendak melempari saya dengan  ……


Pareng, epribadi!



Salam anti statis!

Linda Cheang

*) dikutip dari bagian komunikasi temu pesan instan saya dengan seseorang, yang sedang berada di AUH


About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *