Salah Kaprah

SAW – Bandung


Hallo sahabat Baltyra,.. semoga keberkahan selalu menyertai kita.

Kali ini, saya ingin berbagi hal-hal ringan seputar ibadah puasa. Hal tersebut berkaitan dengan pemahaman sebagian masyarakat , atau bahkan saya sendiri pada waktu masih kecil, diantaranya :

1. Saya berpikir, kalau berpuasa tanpa sahur itu lebih utama. Bukankah itu membuktikan bahwa kita lebih tahan terhadap lapar? Ternyata pemahaman ini sangat salah. Justru yang lebih utama itu adalah melaksanakan sahur, dan pelaksanaannya di lakukan di akhir waktu. Kedudukan sahur hukumnya sunnah.

2. Saya berpikir, menunda berbuka itu juga lebih baik. Alasannya sama dengan pengabaian makan sahur. Ternyata, menyegerakan berbuka itu lebih utama. Bahkan sebelum sholat maghrib, diusahakan sudah membatalkan puasanya, meski hanya dengan seteguk air putih atau pun sebutir korma. Dan berbuka itu wajib.

3. Saya berpikir, mengawali Ramadhan dengan puasa Sunnah itu bagus. Bukankah itu untuk pemanasan ketika Ramadhan tiba, kita sudah terbiasa melakukan ibadah puasa? Ternyata ini terlarang, kecuali memang bagi orang-orang yang sudah terbiasa sepanjang tahun melakukan ibadah puasa sunnah tanpa henti. (Senin – Kamis atau pun puasa Daud). Harus ada jeda waktu antara puasa sunnah dan puasa wajib.

4. Saya berpikir, bahwa junub di malam hari bulan puasa harus sudah mandi besar sebelum adzan subuh. Kalau belum mandi, maka puasanya batal. Ternyata tidak demikian. Menunda mandi junub setelah adzan subuh tidak akan membatalkan puasa. Namun, menyegerakan mandi janabah (mandi besar) itu lebih utama. Dan ini berlaku juga bagi perempuan setelah haid.

5. Saya berpikir, bulan Ramadhan tidak aka nada orang jahat. Itu pikiran saya pada waktu masih kecil , logikanya : syetan-syetan di belenggu, jadi tidak akan ada godaan untuk manusia berbuat jahat. Kenyataannya, kejahatan di bulan Ramadhan semakin merajalela. Ini sekaligus membuktikan, bahwa nafsu manusia bahkan bisa melebihi kebiadaban syetan jika tidak dikendalikan. Pemahaman saya pada masih kecil ini menjadikansaya berani sendirian, karena saya pikir, Ramadhan tidak ada hantu yang gentayangan. Kan syetannya dibelenggu. Hahaha … (dasar logika bocah)

Nah,… sahabat semua. Mungkin kita bisa berbagi hal-hal lain yang bisa jadi dulu ada dalam pemikiran kita sebagai sebuah kebenaran,… ternyata tidak semuanya benar.

Monggo …


Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.