Descant – Suara Malaikat

Linda Cheang – Bandung


Di satu sudut gereja, sekelompok orang sedang berlatih bernyanyi,  menyanyikan sebuah lagu pujian. Satu kelompok suara menyanyikan dengan lengkingan tinggi  nada dasar E :

Nobatkanlah Raja Tuhan Sang Pengasih

Tanda luka paku tombak nyatakan kasihNya

Dia Penebus, mati gantiku

Puji dan memuliakanNya selama-lamanya!*)

Hey, bagian lengkingan tinggi itu mesti dinyanyikan dengan baik agar terdengar indah, kata sang konduktor .


Pembaca,

Itulah descant, bagian suara tinggi yang dinyanyikan dalam paduan suara. Descant memberikan efek penyembahan ketika sebuah pujian dihantarkan untuk memuji Sang Pencipta Yang Mahakuasa. Descant dinyanyikan serasa terdengar suara malaikat berkumandang. Ilustrasi di atas adalah kejadian nyata ketika saya bersama tema-tema soprano lainnya berlatih paduan suara.

Siapakah yang bertugas menyanyikan bagian descant? Tak lain tak bukan adalah para soprano. Para perempuan yang mampu bernyanyi dengan rentang nada C tengah hingga C atau A dua oktaf di atas C tengah. Jadi seorang sdoprano totalnya punya rentang suara tiga oktaf. Ketika soprano menyanyikan descant, maka tugas menyanyikan melodi dialihkan ke Alto bahkan Tenor.

Tentu tidak mudah bagi para soprano menyanyikan bagian tinggi itu apalagi dengan nada dasar E = do. Ada teknik tersendiri agar para soprano dapat menyanyikan bagian descant dengan nyaman sehingga suara yang keluar adalah lengkingan indah merdu bukannya teriakan tanpa arti. Seperti yang Emak SU sering katakan, ada harga yang harus dibayar, ya, para soprano tentu bayar harga juga demi bisa menyanyikan descant. Setiap menjelang latihan malah  ketika akan pentas, tidak boleh menyantap gorengan apalagi es!

(http://laurasgiftplace.com/)

Walau kami belum mampu menyanyi sebagus para soprano yang menyanyikan Habanera pada Carmen Opera, tetapi ketika kami bernyanyi bersama teman-teman Alto dan Tenor, kami bertugas memberikan melodi mendukung mereka memberikan  harmonisasi. Sopranolah penentu. Kalau suara Soprano kacau, maka rusaklah semua isi lagu. Kami memang bukan artis tetapi kami jamin suara kami lebih indah daripada suara para pemain sinetron AR dan AS yang pakai aji mumpung menjadi penyanyi. Kami hanya orang biasa, tetapi dengan pelatihan vokal yang baik,  suara yang tadinya biasa-biasa saja, menjadi luar biasa dan kami boleh berbesar hati dapat memberikan pujian lewat suara kami kepada Sang Pencipta. Oh, indahnya.

Bolehlah kami sedikit berbangga, ketika sang konduktor membesarkan hati kami bahwa ketika kami menyanyikan descant, suara kami disetarakan dengan suara malaikat. Wah. Keuntungan ganda, nih. Hatipun senang tiada beban.  Mungkinkah ketika kami bernyanyi descant ibarat suara malaikat, wajah kamipun terlihat bersinar layaknya malaikat?

Berbahagialah para soprano, karena suara mereka indah bagai suara malaikat. Patutlah dijaga talenta berharga ini.

Tapi sejatinya, berbahagialah semua para penyanyi paduan suara, karena mereka itu memiliki talenta yang membantu mereka awet muda.

Terdengar bagian akhir nyanyian diayunkan merdu :


Dia diagungkan Raja diagungkan tinggi, kupuji Dia

Dia diagungkan Raja diagungkan tinggi ku puji Dia

Yesus Tuhan, kebenaranNya memerintah

Surga bumi, bersuka di dalam namaNya

Dia diagungkan Raja diagungkan tinggi! *)

Oh, ya. Sebelum kelupaan, buat Anda yang sudah menjadi anggota paduan suara, jangan lupa pada saat tampil, pastikan Anda sudah sikat gigi dengan benar dan secara sadar sebelumnya tidak menyantap bahan makanan yang berbau menyengat. Salah-salah Anda bukannya jadi malaikat, nanti malah ada “bau naga” yang bisa bikin rekan sejawat Anda pingsan saat tampil.


Salam descant

Linda Cheang

Agustus 2010

*) alih Bahasa Indonesia dari komposisi  Crown Him King oleh Matthew Bridges & Godfrey Thring.

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.