Apakah Kita Merdeka 100%?

Anwari Doel Arnowo


Sudah lama sekali, jauh sebelum tahun 1984 saya telah  membaca buku karangan George Orwell, yang  judulnya: “1984”. Inti sarinya adalah pada tahun itu semua manusia di dunia akan tau bahwa yang disebut sebagai Big Brother itu  Is Watching. Siapa Big Brother itu, tak usah kita bicarakan saat ini atau sekarang, karena ceritanya panjang seperti yang ada ditulis di dalam buku itu.

Akan tetapi pertanyaan saya yang tertulis di judul di atas, adalah pertanyaan yang ditujukan kepada setiap individu manusia secara global. Siapapun saja. Itu bukan pertanyaan sinis yang sering muncul di kalangan orang Indonesia yang bersangkut paut dengan hidupnya yang belum layak apalagi yang menyangkut suasana keluarga sejahtera. Tidak makmur, mencari kerja susah dan menciptakan kerja juga bukan mudah kemungkinannya, banyak ketakutan dalam memandang masa depannya.

TANPA TERASA, banyak sekali, malah jumlahnya bertambah pada setiap harinya, orang yang merasa tidak aman dalam kehidupannya. Tidak aman apanya? Tindak kriminal? Ataukah bencana alam? Peperangan antar etnis dan antar negara? Ternyata terhadap pertanyaan-pertanyaan ini jawabannya: BUKAN!!

Justru kebalikanya yang terjadi.

Yang terasa mengganggu adalah keamanan rasa kenyamanan pribadi yang bisa menghilang. Selaku manusia modern justru tanpa terasa, telah dirampas kemerdekaan kami sebagai manusia seutuhnya. Seutuhnya? Iya, seutuhnya.

Mari kita telusuri: Saya pergi ke lapangan terbang ingin pergi ke sebuah kota lain di dalam negeri yang sama, di Indonesia, misalnya dari Surabaya ke Papua. Selesai mengurus dokmen perjalanan maka kita tidak ditaya mau atau tidak diperiksalah barang kita, diri kita pun akan diperiksa juga. Kopor bisa diminta untuk dibuka, isinya boleh diaduk-aduk dan digeledah serta dicurigai. Barang apa ini dan itu? Mau pergi berapa lama? Lain-lain pertanyaan yang tidak diduga bisa saja timbul, tergantung kepada situasi. Itu di dalam negeri sendiri. Bagaimana bepergian yang internasional?

Tanpa tanya ba atau bu atau bi, barang kita sudah discan (dipindai –  menggunakan alat pengindraan atau pemindaian) berupa scanner, bahkan tubuh kita sekalipun. Kalau perlu seluruh tubuh kita digerayangi dengan langsung, sesukanya. Memang ada perbedaan kalau dia wanita, tentu yang akan melakukan adalah petugas yang wanita juga. Apapun yang tidak pernah kita sangka bisa terjadi. Coba, anda pasti sudah mendengar berapa kali telah terjadi, barang-barang kita bisa disusupi dengan benda asing yang bukan milik kita. Ganja, opium atau narkoba lain, bisa berada di dalam salah satu dari barang bawaan kita. Lalu kita berurusan dengan Polisi yang biasanya bertele-tele. Pengalaman yang seperti ini, ditambahi lagi dengan cerita teman-teman yang mengalami kesibukan yang tidak semestinya terjadi akibat yang katannya seperti biasa: DEMI KEAMANAN.

Yang sudah disebutkan di atas adalah sudah terbiasa dialami oleh semua penumpang kendaraan kapal terbang, kapal laut dan kendaraan pribadi lain yang melalui perbatasan negara. Juga dialami oleh mereka yang masuk kedalam gedung swasta biasa atau di peristiwa perkawinan yang salah satu hadirinnya adalah petinggi pemerintahan. Lewat metal detector, semua orang mengalami di waktu yang bersamaan dengan hadirnya orang penting yang perlu dikawal dan dilindungi. Hati jengkel dan rasa marah memuncak, kepala tidak bisa dingin lagi.

Yang melalui pimtu masuk pelabuhan baik laut maupun udara di Amerika Serikat sudah amat biasa menerima perlakuan kurang sopan dari para petugas pabean, immigrasi dan Airport Security. Semua disuruh dicopot, termasuk ikat pinggang dan alas kaki. Tidak perduli musim dingin yang orang harus berkaus kaki tebal, harus membuka alas kakinya. Lalu merembet bertambah ke alat penutup badan yang bersangkutan dengan agama dan kepercayaan, turban ala suku Sikh, penutup kepala yang bundar yang lazim dipakai di atas kepala orang Yahudi, jilbob, bhurkah dan apapun yang lain, disuruh buka. Diteliti. Ini semua terjadi terhadap siapa saja. Bahkan seorang pejabat tinggi immigrasi dari Negara kita yang hendak meninggalkan Amerika serikat, ditelanjangi habis, biarpun dia menggunakan passport dinas pemerintah RI. Padahal alat scanning sudah ada, bisa tembus pakaian dan benda-benda lain termasuk kulit sapi dan plastik.

Singkat kata: manusia sekarang, DEMI KEAMANAN, harus merelakan hak-hak mendasarnya untuk hidup merdeka, hidup santai dan damai.

Saya saja, yang belum mengalami kerepotan seperti yang tergambar di atas, selalu, sekali lagi selalu, berdebar-debar sebelum melalui immigration counters. Ini terjadi amat sering, biarpun dokumen saya semua beres, tidak melanggar apapun, dan tidak memiliki uang tunai yang lebih dari ketentuan yang berlaku. Sering saya berdebar-debar, padahal memang tidak terjadi apa-apa. Hal ini adalah bentuk ketakutan yang berlebihan yang belum pernah berhasil bisa saya  taklukkan sendiri. Padahal sudah sekitar duapuluhan tahun lamanya saya melalui pintu imigrasi dan bea cukai dan security di mana-mana. Masih berdebar hati saya, sehingga seringkali saya merasa gugup tidak menentu.

Di Perth W.A. (Western Australia) saya ditanya mau apa saja, saya bilang mau berlayar naik kapal ke Samudra Hindia ke arah Barat, memancing, malah dia tanya tidak ke Casino? Karena saya tidak pernah berjudi, saya tidak bisa menelan kata casino dengan cepat, saya lalu bertanya kembali apa yang dimaksudkan. Dia menjawab dengan suara ditinggikan dan banyak orang lain menjadi bisa mendengarnya juga, membuat saya bertambah bingung. Setelah otak saya mampu mengklik tombol yang benar, saya menjadi mengerti bahwa yang dimaksudkan judi. Wah, orang sekelilingpun kelihatan juga ingin mendengar apa jawab saya. Saya pelankan suara saya serendah mungkin dan saya jawab saja : “No”. Biar suara perlahan tetapi mata saya agak saya pelototkan. Dia biasa saja, karena itu memang mungkin sudah salah satu dari pekerjaannya. Begitu barangkali, lagi pula saya sungguh heran, apa pula kepentingannya? Mau bercanda saja yang begitu caranya .. .

Kejadian lain di London – England, waktu mau masuk ruang imigrasi, ada petugas yang memeriksa tas bawaan cabin, dibuka satu-satu. Wanita yang tepat berada di depan saya, bersolek hebat sekali, tetapi tidak berhenti berbicara melalui Cell Phonenya.

Dia berikan apapun yang dibawanya kepada petugas security tersebut, tetapi bicaranya tiada putus sedikitpun. Setelah dia lewat sang petugas menggerutu bersuara rendah: “What a stupid woman. I am a Government Official and what she did to me was not showing any respect at all …”. Saya tersenyum saja sambil mencari cara suasana cair  yang menghibur. Saya bilang saja: “I have with me drugs and guns in this bag… !!” Saya tertawa dan dia ikut tertawa berderai, dan memberi tanda saya boleh lewat, dan kira-kira empat langkah setelahnya, dia bersuara agak keras: “Sir, but however, I have to see the inside of your bag, dear Sir” sambil tersenyum lebaaarr. Saya berikan dan dia memasukkan tangannya tanpa melihat ke dalam, merabanya sebentar dsan berkata : “Now it is really all right. Have a good trip!”

Jadi sebenarnya pemeriksaan keamanan itu bisa santai dan tanpa menyinggung perasaan siapapun. Berikutnya adalah dengan bertambahnya pengetauan, maka alat-alat pemindai dari jarak jauh telah ditemukan dalam berbagai bentuk. Secara visual sudah lama dipakai di kamera yang diletakkan di tempat-tempat strategis yang umum biasa berkerumun, juga kamera khusus yang bisa mengenali muka orang yang telah diprogram dan didaftar sebelumnya, biarpun yang bersangkutan telah mengenakan topi atau atribut lain yang menyamarkan penampilannya. Kamera seperti ini bisa memindai muka orang kalau hasilnya MIRIP DENGAN CIRI-CIRI MUKA orang yang sudah diciri sebagai penjahat atau kriminal lainnya. Kamera seperti ini sudah dipasang dan digunakan untuk pengintaian oleh kaum Inteligent Agencies, seperti CIA dan FBI.

Apakah ada yang lebih besar ukurannya? Jawabnya: Ada!!!

Yang mutakhir adalah alat pemindai Scanner untuk ukuran besar, seperti memindai penumpang-penumpang pesawat udara di Bandara, tanpa perlu berhenti berjalan atau bergerak dan digeledah, karena layar alat pemindainya meiliki lebar sekitar tiga atau empat meter atau lebih panjangnya dan tingginya lebih tinggi dari badan manusia. Segala barang bawaan yang menempel di badan yang diletakkan tidak wajar, misalnya di bawah ketiak atau paha serta di dalam kutang buah dada wanita dan lain-lain akan tampak nyata dan bila ada, barulah yang bersangkutan akan dihentikan untuk diperiksa lebih lanjut.

Sudah ada yang ditaruh di dalam sebuah truck kecil, di samping, di kiri atau kanan sesuai keperluan. Sambil berjalan perlahan truck pemindai itu berlalu biasa, sejajar dengan mobil-mobil yang pakir di sepanjang jalan, semua mobil itu isinya bisa dipindai, apa saja yang ada di dalam mobil-mobil itu, tanpa secara fisik mengintai secara dekat dan langsung ke mobilnya. Kalau membawa sesuatu yang diletakkan tidak wajar, misalnya di sekitar roda tetapi menempel di dalam badan mobil, akan bisa dilihat jelas sekali. Ctrl. + Klik link berikut untuk melihat video truck dimaksud:

Apalagi sosok tubuh yang membungkuk atau jongkok, akan terlihat. Sebenanya alat ini sudah lama ada dan timbul ide pertama kali adalah penggunaan untuk keperluan militer. Kemudian sekali, untuk memindai isi container-container pengiriman barang-barang serta isi dari truck-truck besar yang mengangkut barang dan tertutup. Akhirnya pemakaian alat ini meluas, terutama untuk kegunaan dunia intelijen, pemakaiannya menjadi menembus batas-batas yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Ini contohnya. Anda berada di dalam rumah sendiri. Di pinggir jalan di depan rumah anda terparkir truck pemindai di atas. Apapun gerak-gerik anda dan suara anda, pembicaraan telepon serta keluar masuknya sms serta email dan chatting anda bisa diketaui segera dari dalam truck tersebut.

Apabila di dalam truck dimaksud duduk beberapa petugas intel penting pemerintahan resmi, maka mungkin anda tidak perlu khawatir apa-apa.

Tetapi bagaimana apabila yang ada di dalamnya dan sedang duduk adalah para teroris?

Juga para calon penculik dan penjahat jenis lain??

Apa daya kita untuk minta perlindungan?? Kepada siapa? Kepada aparat keamanan kita?

Apakah alat-alat mereka sudah lebih canggih untuk melawan para kriminal dan penjahat yang ada??

Is Big Brother Watching?? Really??


Anwari Doel Arnowo

Toronto, 30 Agustus, 2010

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.