Berpayungan

Foto by Opix Aprinx

Narasi: Dewi Aichi


Dua foto yang menurutku sangat menarik, “berpayungan”! Dengan aneka warna payung diantara sekian banyak orang yang sedang berada dilokasi yang sama, menambah cerah suasana yang memang hujan gerimis dan mendung. Menggantikan ketidakhadiran pelangi.

Foto pertama berada di Stadion Nasional Yoyogi (Harajuku)

Dibangun pada tahun 1964 Olimpiade Tokyo oleh arsitek terkenal Kenzo Tange. Sekarang juga digunakan untuk ice skating/hoki es. basket, kompetisi bola voli, konser dan acara lainnya. Yoyogi Nasional Gymnasium Stadion, Tokyo ini adalah salah satu stadion terindah selain Beijing Nasional Stadion, Olimpiastadion di Munich maupun The Yas Marina Circuit di Abu Dhabi. Yoyogi Stadion berkapasitas 13.291 orang.

Foto berpayungan para pengunjung saat show AKB48 di halaman stadion nasional Yoyogi 2010.07.11.

Foto berpayungan ke dua berada di Takeshita Street. Jangan heran, di Takeshita Street ini adalah jalan terpadat yang dilalui masyarakat Tokyo. Ini adalah salah satu sudut tempat dengan pusat mode di Jepang. Banyak sekali anak-anak muda Jepang berada di Jalan ini dengan gaya Harajuku dan rambut Spikey. Tentang harga baju, murah meriah, dengan Y.450 hingga beberapa ribu yen sudah bisa bergaya lho..! Jika ingin melihat boneka hidup ya di Takeshita Street ini he he..cewek-cewek Jepang bergaya Harajuku, Gotik, Punk, dandanan mereka sangat esktrim.

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.