Gudal oh Gudal

Dinar Manaf


Jupri masih asyik PW di emperan kos. Memperhatikan orang-orang yang sibuk berseliweran melewatinya. Tak ada sedikitpun komentar yang keluar dari mulutnya. Seakan Jupri sudah terbiasa dengan pemandangan itu, semenjak datangnya bulan Ramadhan ini. Tak seperti awal puasa lalu. Pertama melihat mereka, diapun ikut heboh menanyai tetangga-tetangganya itu. Menanyai menu buka puasa, menanyai belanjaan, menanyai  bolongnya puasa ataupun sekedar menyapa mereka. Tiba-tiba saja lamunannya buyar, gara-gara Japri mengagetkannya dengan suaranya yang keras dan berisik.

” Woi,.. ngelamun aja lo ? ” sapa Japri ”Puasa de, puasa !!! Tahan hawa nafsu ” ledeknya spontan saat melihat Jupri memandangi body tetangga perempuannya yang bohai.

”Ah, basi lo. Rejeki koq ditolak ” elaknya

” Rejeki gundulmu kuwi ? ” sahut Japri membalas

” Hallah, sok naif lo “

” Paling-paling, dalemannya, bentuknya, gambarnya juga saaaama

” Sama punya siapa dulu nih ? ” Jupri menimpali

” Sama punya nenek lo !!! wkwkwkwkwk….. “

” Wah, sialan… ngapa nenek gua dibawa-bawa !!!” protesnya

” wkwkwkwkwk….. biar pikiran lo nggak ngawur. Bayangin aja mereka itu keluarga lo, gimana ? Nggak bakalan deh, pikiran ngeres lo itu kluar lagi. Itupun juga kalau lo -nya nggak kelainan. Wkwkwkwkwk… ” Japri puas ngeledek Jupri yang tak kuasa membela diri.

”Ah.. nrocos mulu lo ” jawab Jupri tak terima

” Heh, katanya kalo orang puasa itu mulutnya bau minyak kasturi ya ? Bau harum surga ” tanya Japri

” Bau surga gimana ? Lo nggak liat apa, gua klagepan gini, nahan minyak kasturi punya lo itu ?” bantah Jupri

” Hahahahah….. sialan lo pri, masak sih pri mulut gua bau ?” tanya Japri tak percaya sambil nyemprot-nyemprotin bau mulutnya ke tangan lalu sengaja diendusnya kembali. Jari-jarinyapun mulai meraba -raba giginya yang kuning dan mengental.

Weekkk… pergi sono. Menjijikkan. Jorok lo !!! ” sambil mendorong-dorong Japri, Jupri mengusir teman sekosnya itu. Sedangkan Japri tetap tak percaya dan masih saja sibuk membersihkan kerak giginya dengan kuku di jari telunjuknya.

” Weeeekkk….. sono, pergi !!! Menjijikkan ” geramnya

” Masa sih pri, tapi mulut gua nggak bau kan ?” Japri terus saja ngeyel.

” Ah… lo mau puasa kek, mau enggak kek. Mulut lo tetep aja bau busuk. Makan tuh gudal ” jawab Jupri kesal.


Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.