Mahia Trip 2

Nevergiveupyo – Ambon


Nah, sebagai lanjutan latihan reportase saya di bagian 1. (http://Baltyra.com/2010/08/24/Mahia-trip/)

Maka akan saya lanjutkan perjalanan selepas dari Mahia.

Kami kembali ke kota untuk mengisi bensin. Sambil kami berdiskusi destinasi mana yang hendak kami tuju berikutnya. Hari belum juga menjelang sore, jadi sangat sayang jika kami tidak mengoptimalkan kesempatan baik itu. Akhirnya disepakati kami menuju tanjung latuhalat. Cuaca yang cerah membuat ekspektasi kami akan keindahan matahari terbenam meluap-luap.

Dari kota Ambon, perjalanan ke tanjung latuhalat ditempuh sekitar 30 menit. Jalan yang kami tempuh jauh lebih bersahabat dibanding trek Mahia.

Kami sampai di tanjung menjelang pukul 16.00 WIT. Kami lihat beberapa orang hobiis fotografi sedang asyik dengan “senjata” mereka di pantai. Yang membuat saya cukup heran adalah mereka semua kompak membidik lautan lepas.. “ah, mereka sedang belajar bikin horizon rupanya” begitu komentar rekan saya.. kami pun bergerak menuju ke batu karang. Saat itu air laut sedikit surut dan cukup tenang.. “uhm… ga bisa bikin slow speed ombak memecah karang nih” batin saya..

Kamipun segera mengambil beberapa gambar..

Lalu kami duduk-duduk menikmati semilir angin sepoi-sepoi dan segarnya udara laut.. tentu saja sambil mengobrol beberapa hal..

Tak berapa lama datang beberapa anak kampung di dekat tanjung itu.. mereka membawa layang-layang..hum, jadi ingat jaman kecil.. dulu saya biasa main layang-layang ketika musim kemarau tiba. Saling adu ketinggian dan kadang adu layang-layang.. biasanya saya diomelin ibu karena pulang menjelang maghrib..dan belum mandi…hohohoho…

Salah satu teman saya rupanya gatal juga melihat anak-anak tersebut yang tampak kesulitan menaikkan layang-layangnya. Namun…rupanya dia tak juga lebih berhasil dibandingkan anak-anak itu.. dan akhirnya anak-2 itu sibuk bergaya dan berpose bak model.. [haha, macam oknum pejabat saja teman saya itu..berlagak tahu segalanya, tapi ya ternyata??? Hehehe (ups ngelantur deh saya)

Waktu terus bergulir…kami juga melihat beberapa nelayan di seputaran tanjung itu. Ada yang mengail, dan ada yang menebar jala.. tak berapa lama melintas beberapa nelayan yang hendak pulang…

Kami mencoba menyusuri pantai karang itu untuk mencoba menemukan spot yg mungkin menarik. Saya perkirakan, saat musim angin timur tiba (periode Desember-Februari) pantai karang itu tak akan dapat dilewati..

Waktu terus merambat..dan perlahan namun pasti..semburat kekuningan di ufuk barat mulai berubah menjadi orange, makin tua..jingga dan saatnya beraksi. Masing-masing dengan gaya dan keyakinan-nya…

Waktu menunjukkan pukul 19.00 WIT ketika kami sampai di kendaraan yang masih menunggu kami di tempat parkir (untunglah dia tak bisa berpikir dan bergerak sendiri..kalau ditinggal kan repot)

Kami pun menjelang kota Ambon dengan hati riang.. perjalanan yang baru saja kami lakukan cukup memuaskan niat kami.


Terimakasih admin dan terutama semua sobat Baltyra yang berkenan mampir. Semoga tidak bosan ya Sampai jumpa lagi dalam reportase selanjutnya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.