Istana Kuning & Palagan Sambi

Handoko Widagdo – Solo


Pangkalan Bun, 23 Agustus 2010

Sudah banyak aku tulis tentang Taman Nasional Tanjung Puting dan orangutannya, namun belum pernah aku tulis tentang Kota Pangkalan Bun, kecuali menyebut nama hotel dan restoran sebagai kelengkapan untuk menjelaskan wisata ke Tanjung Puting. Baiklah kini aku tuliskan tentang dua tempat yang menarik di Pangkalan Bun, yaitu Istana Kuning dan Monumen Palagan Sambi.

Kabupaten Kotawaringin Barat beribukota di Pangkalan Bun. Sebelum kemerdekaan wilayah ini merupakan Kesultanan Kutaringin yang berdiri sejak tahun 1679. Sultan pertama bernama Pangeran Adipati Anta Kusuma yang merupakan anak dari Sultan Mustain Nubillah (Raja Banjar IV). Istana pertama dibangun di Kotawaringin Lama dengan nama ASTANA ALNURSARI. Sejak tahun 1814 dipindahkan ke Pangkalan Bun dengan nama KERATON KUNING.

Meski sebuah kesultanan, namun wilayah ini sejak tahun 1907 diperintah oleh controller Belanda, tahun 1942-1945 diperintah oleh Kanrikan Jepang, 1946-Pebruari 1950 diperintah kembali oleh Belanda dan baru Maret 1950 sampai sekarang diperintah oleh NKRI. Demikianlah penjelasan dari buku Profil Kabupaten dan Deskripsi Investasi Kabupaten Kotawaringin Barat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Istana Kuning saat ini sepi-sepi saja. Tidak ada yang bisa dilihat kecuali foto-foto sultan yang pernah memerintah dan replika kereta kuda. Selebihnya tidak ada satupun benda peninggalan kesultanan yang ditampilkan. Sayang sekali.

Di halaman istana terdapat bangunan seperti tiang bendera yang tinggi. Sebenarnya ada dua tiang semacam ini. Satu yang berada di halaman istana, satu lagi berada diluar, tepatnya di perempatan jalan. Keduanya dibungkus dengan kain kuning. Tapi entah apa maknanya.

Monumen Palagan Sambi

Monumen Palagan Sambi didirikan untuk mengenang peristiwa penerjunan payung pertama TNI AU di Desa Sambi Kecamatan Arut Utara Kabupaten Kotwaringin Barat pada tanggal 17 Oktober 1947. Di Monumen ini dipajang pesawat Dakota yang dipakai dalam penerjunan dimana semua penerjunnya tewas setelah ketahuan Belanda. Salah satu nama penerjunnya adalah Iskandar yang sekarang dijadikan nama Bandara di Pangkalan Bun.

Sayangnya kedua obyek wisata menarik ini tidak tergarap dengan baik. Di Istana Kuning dan Monumen Palagan Sambi tak kutemui penjaga yang bisa memberi penjelasan kepada pengunjung. (Memang tidak ada pengunjung sama sekali.) Padahal Pangkalan Bun dikunjungi banyak turis yang melihat orangutan di Taman Nasional Tanjung Puting. Kalau dua obyek ini bisa tergarap baik, pastilah para turis yang mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting akan menambah hari berkunjungnya di Pangkalan Bun. Bukan hanya orangutan yang menarik di Pangkalan Bun.

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *