Mawar – Somewhere
Hallo teman-teman di Baltyra, apakabarnya? Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan bahagia ya.
Apalagi yang baru kumpul bersama keluarga merayakan Lebaran dan juga bisa menikmati masakan kesukaan yang menjadi ciri khas setiap tahunnya.
Kali ini saya ingin berbagi resep kue yang sangat mudah dibuat dan tidak usah menggunakan mixer pula. Berikut di bawah ini resepnya.
Bahan :
2 cups (cangkir) tepung terigu
1 3/4 cups gula pasir halus
1 sdt (sendok teh) baking soda
1/2 sdt baking powder
1 sdt kayu manis
1 sdt garam halus
3 telur yg besar (kalau yg dari kulkas biarkan dulu di luar sampai tidak dingin), kocok lepas dengan garpu
1 cup minyak sayur (saya pakai canola oil), bisa juga pakai sunflower oil
2 cups buah peach segar yang sudah dipotong dadu kecil
1/2 cup walnut(chopped), bisa diganti dengan pecan atau mede
Cara membuatnya:
1). Panaskan oven 375F/ 180 derajat C…. lalu olesi loyang kue yg ukuran persegi panjang dengan mentega dan taburi dengan sedikit tepung terigu.
2). Di mangkuk yang besar campur telur dan gula, aduk sampai gula agak mencair, masukkan minyak, terigu, garam, baking soda, baking powder dan kayumanis. Aduk dengan spatula besar atau sendok kayu sampai tercampur rata.
3). Masukan peach dan kacang cincang, aduk sampai tercampur lalu tuangkan ke loyang yang sudah disiapkan
4). Panggang di oven sampai matang (kurang lebih 50 menit), test dengan tusuk gigi… kalau keluarnya bersih berarti sudah matang. Keluarkan dari oven, dinginkan baru dipotong utk disajikan.
Catatan: untuk teman-teman yang tinggal di Indonesia, buah peach bisa diganti dengan mangga harum manis yang matang.
Terima kasih telah meluangkan waktu membaca artikel saya ini, silahkan dicoba dan semoga suka.
Salam
Pages: « 11 10 9 [8] 7 6 5 4 3 2 1 »
Pages: « 11 10 9 [8] 7 6 5 4 3 2 1 »
September 17th, 2010 at 21:18
DA: masakan istri pasti dibilang enak, karena kan sudah usaha utk masak buat keluarga. Oh… suamimu kalau siang hari makannya dirumah, emang kantornya dekat? hush… jangan ngomong begitu; mengharapkan suami cuma makan malam dirumah kalau week end saja! entar benar2 terjadi lho. Malah bahagia toh suami mau pulang makan siang, berarti dia mau menghabiskan waktu makan siang bersama istri tercinta. Kalau makan malam dirumah kan sudah lumrah, ya habis jam kantor kan pulang kerumah. ha…ha… dengerin nasihat kakakmu ini ya adikku!!
Kebayang deh suami dan anakku jadi tarzan waktu di Indonesia karena kepanasan!! suamiku juga basah kuyup terus kalau di Indonesia, cuma dia ngga banyak ngeluh saja. Aku sih ngga tahan dgn kipas angin, jadi sakit kepala malah kalau ketiup kipas angin.
September 17th, 2010 at 21:16
My pleasure and honor, Hennie. Aku seneng-seneng aja sharing apa yang aku tau tentang bahasa Jawa. Buat yang bukan penutur asli sejak lahir, memang susah banget. Karena tiap kata mewakili arti yang sangat spesifik yang gak bisa diwakilkan dengan kata lain atau digantikan satu sama lain, bahkan tidak ada padanan dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris atau bahasa lainnya.
Contohnya ‘mengudap’ tadi itu, walaupun tidak tepat persis betul, tapi cukup mewakili arti kata ‘nithili’ huehehe… Soalnya mengudap bisa juga mengekspresikan nyolek selai dengan ujung pisau oles roti, ini juga disebut mengudap khan…hahaha…
September 17th, 2010 at 21:14
Hallo mbak Mawar…
Terimakasih, resepnya sudah Dj. simpan dan satu saat pasti Susi akan bikin.
Salam manis dari Mainz…
September 17th, 2010 at 21:12
Wah boleh juga nih kursus bahasa Jawa dengan dirimu JC… thx.
Sering-sering ya…kan kalau disertai artinya nggak ada yang keberatan.
September 17th, 2010 at 21:01
Lain, lain. Ini uniknya bahasa Jawa…hahaha…malah kursus bahasa Jawa.
Gerogot = brakot (kurang lebih, gak sama persis), gigitannya besar-besar.
Ngrikiti –> gigitnya kecil-kecil, seperti tikus kalo gigit barang…
Nithili –> mengudap (ah, akhirnya ketemu padanan dalam bahasa Indonesia), mengambil dikit-dikit. Contohnya ya cake bikinan Mawar ini, nithili adalah cuil dikit, cuil dikit, cuil dikit…ini nithili.
September 17th, 2010 at 20:56
JC, tengkyu… jadi kira-kira sama atau mirip dengan ‘menggerogot’ kan… memakan habis pelan-pelan.
September 17th, 2010 at 20:51
Hennie, ngrowot setauku bahasa Jawa, yang artinya adalah salah satu lelaku untuk bertirakat. Tirakat ngrowot ya itu tadi, seingetku adalah hanya makan umbi-umbian, tidak makan nasi dan lauk pauknya. Bisa ketela, bisa ubi. Lelaku yang lain adalah mutih, yaitu hanya makan nasi putih dan minum air putih (no tea, no coffee, no other drinks), tanpa sayur dan lauk lainnya.
September 17th, 2010 at 20:48
Mawar, masakan istri, biar ngga enak juga dipuji he he…buktinya tiap makan siang, hubby pulang pasti di rumah..padahal aku ngarep kalau makan siang jangan di rumah, makan malam hanya di akhir pekan….jadi kan aku total ngga sering2 ke dapur ha ha….(dasar pemalas).
Hubby sama anakku kalau pas di Jogja ya tobat panasnya, apalagi di Jakarta. Di Jogja aku tidur pakai selimut, mereka berdua tanpa kemeja/tshirt.
September 17th, 2010 at 20:42
Buto : yah, apapun itu. mau ngrowot, keq, mau nyomot, keq, po nithili, keq, sampe nlithiki po.
pokoke makan cake-nya sampe habis! hehehe…
September 17th, 2010 at 20:42
Teman-teman: aku mau breakfast dulu ya, disini sdh jam 09:42 pagi hari….. nanti aku kesini lagi.