Surabaya… Oh… Surabaya…

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


Hallo  sobat BalTyRa semuanya, salam jumpa kembali dengan oret-oretan Dj.

Setelah 4 hari 3 malam di Bandung dan Susi dan Daniel sudah agak sembuh, kami putuskan segera ke Surabaya, karena di Surabaya ada kaka Dj. yang dokter dan Dj. lebih puas kalau Susi dan Daniel langsung ditangani oleh kakak. Saat kami mau meninggalkan Bandung, tidak disangka, malah Eva yang tadinya kelihatan sangat sehat, jatuh sakit. Batuk-batuk dan juga sakit perut, tapi dia masih tabah dan berusaha agar bisa ikut terbang ke Surabaya.

Saat di Airport Bandung kami sudah sedikit was-was, karena Eva medadak menggigil kedinginan.

Padahal udara Bandung saat itu, masih diatas 20°C. Kami bantu dengan semua jacket, untuk menyelimutinya, tapi dia masih juga merasa kedinginan.

Di ruang tunggu Airport Bandung, malah Daniel kelihatan sehat.

Ya….akhirnya kamipun sampai di Surabaya dengan selamat. Sura atau Suro = Ikan Hiu, Baya atau Boyo = Buaya.

Dan juga sudah disambut dengan bau wangi udara knalpot Surabaya. Benar, saat dari Juanda, kami hanya melihat sepeda motor seperti laron saja, buanyak dan selip kiri kanan, tanpa ada rasa takut dari si pengendara. Bagi Daniel, sangat menarik, karena di Mainz juga tidak kami temukan yang demikian. Asap knalpot, adalah sarapan di pagi hari. Tidak hanya di sebelah kiri saja, di mana ada tempat, di situ sudah ada sepedamotor…HEBAT….!! Wuuuuust…..wuuuuuussssst….!!!!

Setelah Susi dan Eva dirawat oleh kakak Dj. di rumah sakit, maka kamipun ke Apartment untuk membersihkan diri. Susi ijinkan Dj. dan si ragil ikut pesta UlTah kaka Dj. di satu gedung, mengapa ??? Karena kakak Dj. ini satu penomena yang sangat istimewa, dia sudah kena kanker selama 4 tahun dan sudah divonis. Dan dokter yang menangani juga sudah bilang, antar dia pergi dengan damai…..!!! Tapi karena semangatnya untuk hidup sangat tinggi, maka dia bisa mengalahkan kanker yang ada di tubuhnya. Di mana kanker dimulai dari tulang pungung, sampai ke otak, kok sekarang malah sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula.

Saat pesta di gedung, si ragil merasa terharu dengan keadaan budenya, maka dia mita ijin untuk menyanyikan lagu. Dj. sampai heran dan saat dia nyanyi, semua orang yang hadir tertawa semua….o…rupanya dia ingin menghibur budenya. Tau apa yang Daniel nyanykan….???   ” TUL  JAENAK…!!! ” Sampai MC nyapun ikutan nyanyi dan banyak hadirin yang ikut nyanyi dan budenya sampai keluar air mata.

Dj. hanya bersyukur, saat itu dimas Josh Chen tidak ada di sana, wah…kalau ada dimas Josh Chen bisa perang. Lha bagaimana tidak, si Daniel diiringi dengar Keyboard, tau-tau…

Gulo jowo…rasane legi…

Kripik mlinjo…dipangan asu….

Arep mulyio…kudu marsudi….

Buto ijo…ojo….di g.g. …….. (hahahahahahaha…)

Dan di pesta UlTah kakak Dj. , ada beberapa gadis yang ingin kenalan sama Daniel. Sampai kakak ipar Dj. yang ngajak Daniel, agar mau ngobrol sama itu gadis. Syukur Daniel bukan pemalu, bukan hanya suaranya saja, tapi bahasa Ingrisnyapun lumayan…

Tapi bukan hanya orang lain saja, bahkan saudara-saudara sepupunya juga ingin photo bersama Daniel. Dj. sampai heran, karena Dj. maunya photo bersama-sama.

Tapi mereka bilang, tunggu pakde, ini untuk bikin cemburu pacar… Saat Dj. terjemahkan, Daniel malah tertawa, merasa lucu…Hahahaha…ada-ada saja….

Selang beberapa hari, Eva dan Susi sudah agak mendingan, tau-tau si Eva minta makan rawon… Nah ya, kata keponakan dan adik Dj. ada rawon yang enak dan tidak jauh…Maka kami dibawa ke warung rawon…Cukup kaget juga lihat spanduk dengan tulisan ” RAWON  SETAN “. Tapi yang punya sangat ramah dan untuk Susi, Eva dan Daniel, dibuatkan special yang tidak pake setan….hahahaha…!!!

Nah di photo di bawah, bisa anda semua lihat, ibu pemilik, di antara Eva dan Susi. Maaf.. Dj. sengaja bikin agak biru, supaya kelihatan adem dan setannya lari….!!!

Dan yang mengejutkan Dj., masih ada Ko-Kier atau malah sudah di BalTyRa yang mau berkunjung ke rumah kaka Dj. untuk bertemu dengan Dj. Maaf kalau tidak Dj. sebutkan namanya, siapa tau yang bersangkutan tidak bersedia disebut namanya. Ini bukan pertemuan kami yang pertama kali, tapi sudah kedua kali. Pertama 2 tahun yang lalu, malah saat ini Linda Cheang menyusul kami ke Surabaya.

Tahun 2008 bersama sobat GMDj. yang ada di Surabaya + Linda

Satu hal yang masih bisa kami nimati adalah pergi ke salon, untuk memanjakan diri. Jelas ini sangat menyenangkan hati Susi, Eva dan Daniel, dimanja dengan Creambath dan Manicure serta Reflexi…..Karena hal ini, di Mainz tidak mungkin bisa kami bayar.

Di Mainz hanya untuk potong rambut Dj. sudah € 28,- untuk Susi bisa sampai € 70,- Apalagi creambath….uiiih….!!! Entah berapa harganya. Manicure dan reflexi, tidak mungkin untuk kantong Dj. Tapi di Indonesia, hampir setiap kesempatan kami pakai ke salon…hahahahaha….!!!

Juga, bila hari Susi dan anak-anak sedikit sehat, maka kami juga jalan ke Mal (Tunjungan Plaza) yang tidak mungkin kami temui di Mainz…. (dasar orang kampoeng) hahahaha…!!! Hanya satu yang (jujur) kamin kurang sreg…karena di mana-mana musik terdengar keras sekali. Kami mikir ini orang Surabaya sudah budeg semua….hahahahaha….!!!!

Saat kami dapat undangan makan dari kenalan yang ada di Surabaya…Hhhhmmm…. jadi ingat betapa nikmatnya saat itu, walau Susi belum Fit 100%.

Tapi di sinipun kami bisa bertemu dengan sobat BalTyRa yang tinggal di Surabaya. Dj. tidak bawa oleh-oleh, malah Dj. dihadiahin yang bagus-bagus. Dan sangat disayangkan, karena Dj. sudah pesan kamar di Novotel, padahal sobat BalTyRa yang begitu baiknya, malah minta agar Dj. mau tinggal di Apartment nya  yang sangat besar dan yang jelas jauh lebih bagus dari Novotel.

Di sini tanpa seijin yang bersangkutan, Dj. juga tidak mau sebut nama, karena takut dimarah oleh yang bersangkutan. Jujur deh, padahal Dj. benar-benar lupa nama sobat BalTyRa yang cantik-cantik ini. Hhahahahahaha….!!! Ancur abis deh Dj. (ambil kata-kata Nuchan), maaf ya, jangan dijitak kepela Dj…..

Bersama-sama keponakan Dj dan istrinya yang mirip Mea.. (kudungnya….)

Di sini memenuhi keinginan Eva yang meluruskan rambutnya. Yang kriting ingin lurus dan yang lurus ingin kriting….

Jelas Dj. tdak mau ketinggalan, setiap kesempatan bisa creambath…kapan lagi to…

Malamnya perpisahan dengan Eva di Steak House, karena besoknya dia kembali ke Mainz, untuk disumpah sebagai guru yang baru. Dan anak-anak merasa di Mainz lagi, karena ketemu teman-temannya…

Dan di hari-hari yang cerah bila matahari bersinar trang, maka kamipun tidak menyia-nyiakan mandi matahari dan sedikit bergerak di kolam renang…Namanya orang tua, berenang juga alon-alon…

Dan yang ini photo si ragil…yang hobby berenang…Kalau dia bisa 1 jam, hanya bolak-balik, yang ngliat juga sampai cape….

Photo ini kesukaan…….. siapa ya…Dj. lupa…hahahahaha…!!! Tepat saat Daniel keluar dari air, seolah air masih nempel di badannya.

Okay…Dj. rasa banyak sudah yang Dj. ceritakan dan photo yang Dj. kirim…Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa dan anda semua yang masih dengan sabar membaca oret-oretan tentang mudik 2010 (Surabaya) ini.

Maafkan Dj. bila cerita ini kurang berkenan dan apabila ada kata-kata yang tidak pada tempatnya.

Salam Sejahtera dari kami sekeluarga di Mainz, untuk anda semua.

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita, di manapun kita berada. Tschüüüüüß…!!!!


Dj. 813


About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

419 Comments to "Surabaya… Oh… Surabaya…"

  1. Dj. 813  16 January, 2014 at 19:04

    YM Enief Adhara Says:
    January 16th, 2014 at 15:25

    Wah baru baca nih
    ternyata Pak DJ sudah sampai ke Surabaya ya ? hahahaha

    Banyak kuliner yang mantab tapi sepertinya Pak DJ bisa sakit perut karena rasanya yang pedasnya hardcore banged …. ( bilang nggak pedas saja rasanya sudah pedas ) hahahahaha
    ————————————————————–

    Mas Enief…
    Terimakasih sudah mampir di arthikel yang cukup lama….

    Lho baru tahu tho, kalau Dj. memang orang Surabaya.
    Jadi setiap kali mudik, ya memang ke Surabaya.
    Ayah Dj. yang asli Surabaya dan ibu Semarang.
    Kami 10 beraudaara lahir di Semarang, tapi setiap tahun 2 – 5 X ke Surabaya.
    Jadi Surabaya, ya sudah eperti home stay.
    Bahkan kaka-kak dan adik-adik Dj. maih banyak yang di Surabaya.

    Mengenai penyakit itu, kenanya saaat di Kuala Lumpur.
    Jadi Susi saat di K.L. sudah keluar mmasuk Klinik.
    Kemudian di Jakarta juga demikian, masuk Rumah Sakit Pertamina.
    Di Bandung masuk R.S. Boromeus dan di Surabaya di Bryan Klinik.
    Untung kaka Dj. kepala kliniknya. Masih ke Malang juga masuk ke Rumah Sakit.
    tapi kami jalan terus.
    Puji TUHAN…!!!
    ampai Jogya, dia sudah tidak merasakan sakit.
    Hanya putri kami si Dewi, saat di urabaya tidak tahan lagi dan minta pulang ke Maint.
    Dia pulang sendiri dan sampai Mainz dia Karantina selama 2 Minggu, sampai bersih dari Bakteri yang ada ditubuhnya.
    Nah ya, atu pengalaman yang angat mahal. Hahahahahahaha…..!!!
    alam manis untuk keluarga dirumah.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *