Rahasia Pengagum

Linda Cheang – Bandung


Akulah pengagummu, tapi kau takkan tahu

Dan kau tak perlu tahu

Tapi kau kan selalu,  merasakan cinta

Aku tak menyadari kalau sebelumnya

Telah lama engkau diam-diam telah menjadi temanku

Ataukah sebenarnya engkaulah pengagum rahasiaku?

Dari jauh, mengamati apapun yang kuperbuat

Sejak lama tetap dalam diam tiada kata terucap untukku

Adakah kau sebenarnya mengagumiku lebih dulu?

Dalam diam?

Akulah pengagummu, sayangnya ku pemalu

Tapi memang hati, hanya dapat dirasa

Tak akan dapat terlihat, oh..


Lalu, kita saling menyapa dalam canda dan tawa

Saling ejek, saling sindir tapi tiada saling lukai hati

Tanpa terasa,

Itulah cara kita saling belajar

Mengenal satu sama lain


Kau tak mungkin, akan sadar

Beruntungnya dirimu

Telah mampu membuatku  jatuh cinta


Engkaulah teman terbaikku

Tiada marah ketika kubuat kondisimu menjadi bahan canda

Tiada cemberut ketika pujian mungkin saja terasa bagai sindiran

Engkau hanya tertawa, hanya mengejekku dengan lidah meletmu

Percayalah, aku sungguh-sungguh

Setiap saat ku memujimu…..


Akulah pengagummu, tapi kau takkan tahu

Dan kau tak perlu tahu

Tapi kau kan selalu,  merasakan cinta


Aku suka caramu menghiburku

Mudah bagimu tertawa terbahak atas sikap konyolku

Ringan  rasanya kau tanggapi humorku dengan memeletkah lidahmu

Tiada terbeban bagimu ketika ku selalu merepotkanmu

Kuminta apapun pasti kau kan berusaha memberikannya

Janjimu sepasti maghrib yang tiada terlambat turun menutup siang


Ketika ku memujimu bahwa engkau tampan, engkau hanya cengengesan

Ketika kukatakan engkau sungguh menawan, lagi engkau hanya  meletkan lidahmu

Tiada jelas apakah engkau marah ataukah

Sebenarnya engkau tengah tersipu

Menikmati caraku menggodamu dalam gemas, ah….

Kau tak mungkin, akan sadar

Beruntungnya dirimu

Telah mampu membuatku  jatuh cinta


Adakah engkau tahu

Sikap cengengesanmu itu justru buatku penasaran

Makin membuatku gemas, ingin dapat menyentuhmu, memelukmu

Akhirnya…..

Aku malah jatuh hati padamu

Kian hari kian tebal rasa ini, duh….

Beberapa hari tanpa sapa candamu

Hati terasa kering bagai gurun gersang tiada berwadi


Kau tak mungkin, akan sadar

Beruntungnya dirimu

Telah mampu membuatku  jatuh cinta


Tahukah kau, kalau aku resah karenamu

Tahukah kau, aku  semakin merindukanmu

Diammu malah menakutkanku

Ketika akhirnya engkau cengengesan lagi

Legalah hati ini

Bahwa kaupun  ternyata menyukaiku,  caraku


Kau tak mungkin, akan sadar

Beruntungnya dirimu

Telah mampu membuatku  jatuh cinta…

Akulah pengagummu


Kau, satu teman terbaikku

Relakah kan  kau berikan

Bila kuberanikan diri meminta

Perasaanmu dan hatimu yang tulus ?


Salam rindu dari pengagummu,

Linda Cheang


Teruntuk seorang  lelaki istimewa yang sedang jauh dariku,  di sana.

Dia, ada di pojok sana,  terpisah jarak, yang senantiasa membuat hatiku resah selama ini jika tiada sapa canda, tawa, goda dan ejekan……….……….. keponakan kecilku yang lucu, Nael!

Nael sayang, ini hadiah untuk ulang tahunmu yang kelima…..

Eiyyy… ada yang kecele, euy! Hahahahaha……..

Catatan :

Lirik lagu Rahasia Pengagum – Chandra ft Ruth Sahanaya

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *