Rembulan dan Mentari

Hennie Triana


“Aku harus mengakhiri kisah cinta kita ini.”
Kita berdua memang begitu mempesona.
Kita berdua memang saling memiliki ketertarikan
dan daya tarik yang begitu dahsyatnya.

Betapa cepat waktu meninggalkan kita.
Lama kemarin dulu kita saling memandang
untuk pertama kalinya,
di luar udara Den Haag yang mulai dingin,
musim gugur beberapa tahun yang lalu.

Kita berdua mungkin saling tertarik
pada pandangan pertama,
begitu antusias dan sedikit tersipu-sipu,
tak tahu harus saling bercerita apa.

Waktu kita memang singkat saat itu,
tetapi kita tahu
bahwa kita akan bertemu lagi
untuk masa yang lama di hari-hari berikut.
Untuk kita bisa saling bertukar cerita
dan mengisi waktu-waktu sendiri kita.

Hari-hari  begitu indah kita lalui,
dengan berjuta cerita lucu..menakjubkan.

Kejutan kehadiranmu sebagai kado ulang tahunku
membuat satu kenangan yang betul-betul indah.
Kau, begitu mengharukan…

Tetapi perjalanan panjangku
untuk menghadiri hari ulang tahunmu kemudian
adalah perjalanan dan kebersamaan kita yang terakhir,
mungkin juga pertemuan kita yang terakhir…
siapa yang bisa tahu hidup kita berikutnya…

Kita berdua adalah sepasang kekasih yang menakjubkan…,
saling mencinta, membutuhkan…, dan dibutuhkan….
tetapi kita berdua
tidak akan pernah bisa berdampingan
untuk waktu yang lama
dan saling melengkapi.

Ibarat Rembulan dan Mentari…
Hidup kita terpisah jarak, arah dan waktu
yang betul-betul berbeda.

Mungkin suatu waktu kita bisa bertemu,
tetapi itu cuma untuk beberapa detik.

Kita biarkan kisah cinta kita
jadi kenangan manis
dan keindahan masa lalu hidup kita
tanpa kita pernah berusaha
untuk menghadirkan kebersamaan kita lagi…

Kita memang hidup di belahan dunia yang berbeda
dan tidak akan bisa saling meraih.

QC-Canada, pada akhir pertemuan untuk JSRB


Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *