[Family Corner] A Family’s Note

SU – Bumi


Family Corner: A Family’s Note

Hallo teman-teman semua…….

Ini hanya tulisan sederhana saja ya. Saya sempat “berbincang-bincang” dengan seorang teman yang masih muda dan saya bercerita bahwa memang prioritas dalam kehidupan itu berubah-ubah. Prioritas ketika masih remaja, lalu menginjak dewasa muda, dewasa, kehidupan menikah, kehidupan menikah setelah punya anak dan seterusnya.

Jujur saja awalnya suami dan saya tidak mau mempunyai anak-anak sama sekali. Kenapa? Kami berdua tidak suka dengan anak kecil. Juga kami pikir tanggung-jawab sebagai orang-tua itu bukan hanya memberi makan anak saja, tapi juga membentuk karakter mereka. Baru setelah usia kami sudah cukup banyak, terbersit keinginan untuk mempunyai anak. Puji syukur kepada Tuhan, Tuhan memberikan kemudahan. Saya bisa langsung hamil setelah lama sekali mengikuti program “anti hamil”.  Walaupun kalau orang lain biasanya hanya mengalami mual-mual selama 3-4 bulan pertama usia kehamilan, saya sih mengalaminya selama sembilan bulan plus.

Puji syukur, suami dan saya menikmati menjadi orang-tua. Walaupun memang punya anak-anak balita ini cukup melelahkan secara jasmani.  Energi mereka kan kuat sekali seperti baterai energizer itu loh.

Tapi menjadi orang-tua juga membuat suami dan saya mengalami hal-hal yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Seperti kemarin malam ketika kami semua hendak makan malam bersama, si Cikal tiba-tiba menghampiri saya dan berkata, “Ma, mama mau penghapus pensil yang mana? Saya tadi diberi sekotak oleh teman sekelas saya. Nanti kalau mama salah tulis, mama bisa menggunakan penghapus ini.”

Kali lain, si Bungsu ini hobi makan. Belum lama ini dia sedang makan cemilan kesukaan dia, lalu saya iseng godain, “Mama minta satu dong.” Dia nengok ke bungkus cemilan tersebut dan kemudian berkata, “Cuma tinggal satu. Ini buat mama. Lalu dia mau suapin.” Duh saya sampai terharu. Saya bilang, “Enggak koq. Mama Cuma godain kamu.” Lalu dia nyengir dan nanya, “Yakin mama ga mau?” Saya jawab, “Yakin. Buat kamu saja.” Baru dia habiskan cemilan tersebut.

Memang ada saat-saat mereka bikin pusing kepala. Ya namanya anak-anak. Kadang ada saja waktunya mereka berebut omanya, kadang  mamanya atau papanya atau mainan. Atau kadang kalau main di kamar mandi, itu air sampai basah kemana-mana. Dinding kamar mandi (bukan bagian temboknya ya) nanti mereka sabunin dengan menggunakan sponge yang biasa saya gunakan untuk menghapus make-up saya. Atau shower cap saya, mereka gunakan sebagai saringan air. Aduuuuuh…….ampun deh. Cuma kalau mereka sudah nyengir, mau marah juga jadi ga bisa.

Seringnya kami ajak mereka ke taman bermain atau pantai atau taman/kebun umum. Mereka senang sekali kejar-kejaran. Kadang mereka pura-pura jadi Dora dan Diego dan mengamat-amati tanaman, capung, kupu-kupu atau bahkan sibuk memberi makan atau mengejar-ngejar burung yang ada.

Biasanya setelah mengasuh anak-anak begini orang-tuanya (suami dan saya) sebelum pulang singgah dulu beli kopi (cappuccino/mocca/flat-white atau latte). Anak-anak sih tergantung mood mereka. Kadang pesan minuman coklat kadang pesan yang lain.

Kalau ajak mereka makan keluar menu yang kami beli mungkin membosankan bagi sebagian orang, ya berkisar dari seafood dan ayam saja.

Ini ada foto-foto yang mengabadikan kebersamaan kami.

Terima kasih ya sudah berkenan membacanya.


Salam manis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.