Kemiskinan dan Politik di Indonesia

Rina Серова IvaRksd – Russia


Salam persahabatan dari Rina dari Russia yang lagi liburan di Indonesia…

Seharusnya namanya orang lagi liburan yach nikmatin hidup dan bersenang-senang…sialnya saya punya masalah dengan ketidakmampuan mengontrol diri saya…otak jiwa perasaan saya otomatis menyerap banyak hal kadang tak terkendali bikin saya stress dan sedih plus capek secara jasmani dan rohani .

Walau sudah berusaha tidak liat acara televisi, baca berita nyata dan virtual tetap tidak bisa dihindari untuk otomatis melihat dan mendengar banyak hal terutama secara langsung saat melakukan perjalanan ke berbagai tempat. Setiap naik kendaraan umum atau ke tempat yang banyak orang entah kenapa sering jadi terlibat pembicaraan dan dasar aku juga senang ngobrol.

Hal yang paling sering dibicarakan dan sering jadi perhatianku adalah masalah politik, naiknya harga harga dan kemiskinan kategori tidak manusiawi lagi dan sangat parah… perbedaan si kaya dan si miskin makin mencolok sekali… sialnya saya belum punya kemampuan secara langsung untuk membantu banyak orang selain lewat kata-kata/tulisan dan sedikit dana…

Kalo bicara politik …capek dechhhh…. uda kategori para pelaku jahatnya enggak punya otak dan hati nurani… urat malunya bukan hanya uda putus tapi uda membusuk….otaknya hanya mikirin uang dan keuntungan..

Banyak orang berkoar-koar hujat dan jelekin para koruptor dan petugas pemerintahan lainnya…padahal dia sendiri atau keluarganya yang menggembungkan kantong para penjahat politik… masih mau serba cepat dan cari untung…masih nerima amplopan uang administrasi katanya uang capek uang lembur dan lainnya, serta melakukan hal sama “memberikan amplop dan beragam jenis uang ini itu” agar urusannya cepat dan lancar…misalnya saat masukin anak ke sekolah pilihan, saat mau tender usaha, saat ngurus dokumen dan sebagainya…

Banyak orang berkoar-koar pemerintah enggak peduli ama rakyatnya…padahal yang ngomong ..uang 100 perakpun ditagih kalo beli sesuatu kaya ke pedagang asongan, beramal jarang, boro boro mikirin orang miskin di sekitarnya, barang-barang bekas dibuang begitu aja…bisa gonta ganti hp model baru , belanja barang bermerek…tapi kagak sanggup nyumbang untuk tempat ibadah secara rutin apalagi nyumbang buat panti asuhan dan orang miskin…

Orang emang kebanyakan “tong kosong bunyi nyaring”… ngomong doang kenceng…asik diskusi..tapi kagak ada “tindakan nyatanya’…baru nyumbang dikit aja kudu disebutin gede gede…baru nolong sesaat aja uda bangga banget…pengen pamer alasan yang bikin nyumbang/nolong bukan karena niat dari hati…

Sama halnya para koruptor/pejabat dan penjahat sejenisnya kok enggak belajar yach …khan uda banyak contoh “hukum karma” jika rejeki yang didapat dari “kejahatan” alias korupsi alias menyusahkan banyak manusia…maka hidupnya pendek, kena banyak penyakit, kena musibah, perkawinan tidak bahagia hingga anak cucu kena getahnya…hidupnya tidak berkah…

Perhatikan saja mereka yang korupsi atau jahat …uangnya akan banyak habis karena banyak hal…keturunannya sial baik soal cari rejeki. Jodohnya kurang bagus dan lainnya… jarang si jahat punya kehidupan sempurna hingga mati dan anak cucunya bagus semua dalam banyak hal…pasti ada hukuman/cobaannya…

Sialnya “uang” , “gengsi’ dan “mikirin apa kata orang” membudaya dinegara kita hingga ke kalangan miskinnya…. sehingga negara kita yang kaya raya penduduknya banyak miskin karena banyak yang enggak gunakan “akal sehat” dan berpikir secara normal..banyak yang ngeluh mulu uang gajinya habis mulu enggak bisa nabung karena make uang kagak dipikir ke depannya lebih utamakan lagi lagi “gaya dan apa kata orang”…ikut trend pula…jaga image..lebih penting daripada mikirin masa tua dan masa depan anak cucu…

Kalo liat pengemis di lampu merah, di jalanan dan lainnya…saya kadang bisa rasakan mana yang palsu miskin sama yang bener-bener susah butuh bantuan… kalo yang susah beneran biasanya saya langsung kasih uang bahkan uda dilewatinpun bisa bikin saya balik lagi karena enggak tenang kalo belum bantu.. banyak orang bilang “ngapain bantuin mereka”… itu manusia pemalas…

Bener dan tidak… waktu di TV disiarin penangkapan para pengemis di pusat penampungan ternyata boo …semua pengemis punya handphone boo…pada sibuk nelepon keluarganya untuk dibantu keluar …alamak…

Emang sebagian besar pengemis adalah orang malas ..yang tega menggunakan anak anak dan bayi .. itu sebabnya saya cenderung menyumbang hanya pada orang tua dan mereka yang cacat karena golongan ini memang sulit mencari rejeki seperti yang sehat/muda…

Saya sedih dan  salut sama mereka yang miskin tapi masih mau berusaha…suka nangis kalo liat program tv yang menyiarkan ada orang yang minta tolong orang lain membeli sesuatu dari mereka dan nanti si penolong dapat uang lupa judul acaranya dan acara bedah rumah kalo enggak salah yang nolongin keluarga yang rumahnya memprihatinkan menjadi rumah layak huni…dan beberapa program tv yang menyiarkan kisah beratnya kehidupan saat ini dan kemiskinan yang memprihatinkan…

Dalam kenyataannya banyak sekali orang hidup susah… mereka yang punya tempat tinggal dan pekerjaanpun megap megap mengatur keuangan bulanan mereka agar cukup untuk anak sekolah, makan dll, prihatin dalam rumah rumah petak kontrakan banyak orang hidup berdesakan, mereka yang tinggal di kali-kali kotor dan lainnya…

(http://tongkonanku.blogspot.com)

Kalo pada suka jalan jalan ke daerah-daerah terutama ke perkampungan terutama di wilayah Indonesia timur….. mengerikan sekali kehidupan mereka …banyak orang teramat sangat miskin….teramat sangat susah…semua harga terutama bahan pangan pokok semakin mahal ayam aja sepotong uda di atas 10.000 rupiah kalo di rumah makan…bahkan cabe mahal bikin banyak orang teriak…sedang penghasilan segitu aja naikpun dikit…merana…

Sebenarnya… masyarakatlah yang harus bergerak sendiri merubah kehidupan di negara kaya Indonesia ini…. jangan ngarepin pemerintah…ayo maju bersama…

Mereka yang mampu bantu yang susah jangan dalam bentuk uang karena sifat “gengsi/apa kata orang” dll membuat uang cepat lenyap bukan ditabung/digunakan buat hal baik malah beli hp n pulsa atau belanja yang kagak penting banget…maka sumbang dengan dukungan biayai pendidikan, renovasi rumah, buat usaha dimana si miskin jadi punya pekerjaan, ajari ketrampilan dll.

Untuk yang punya potensi….tanah, hasil ladang, ternak, usaha kecil dan lainnya… maksimalkan potensi anda… belajar agar ngerti mengelola suatu usaha, bagaimana mempertahankan suatu usaha dan mengembangkannya, lihat pangsa pasarnya dan lainnya

Kebanyakan orang usaha asal ikutan …begitu punya duit usaha asal aja atau ikut apa yang lagi laku tanpa mikirin persaingannya, memutar hasilnya, kemungkinan trend sementara atau jangka panjang dan lainnya…

Waktu saya ke pantai Ancol saya heran beberapa pria muda sibuk nangkepin ubur-ubur…katanya untuk dijual sama mereka yang punya akuarium air laut atau untuk obat…wach ini baru kreatif…..

Di rumah ortu banyak tanaman dan dulu banyak punya koleksi ikan…beberapa jenis di antaranya pernah jadi trend sehingga bikin orang kaya mendadak dan mereka yang serakah jadi miskin begitu trend lewat harga anjlok jatuh…

Kemiskinan emang ada di mana-mana …sedihnya sebagian besar manusia jadi susah dan miskin sebenarnya karena diri dia sendiri baik karena malas atau kurang berpikir dalam melakukan banyak hal dan dalam mengelola keuangannya…

Beberapa orang emang miskin karena faktor “nasib” dan lingkungannya yang parah seperti di Indonesia…

Sebenarnya banyak sekali yang dimiliki Indonesia yang bikin rakyat bisa makmur sayangnya…orang serakah dan pandai walau jumlahnya sedikit mereka dengan mudah memerah manusia lemah dan bodoh…kurangnya pengetahuan akan banyak hal termasuk urusan hukum yang kurang mendukung menyebabkan jumlah si miskin semakin banyak…

Makanya sungguh prihatin ketika banyak orang megap-megap ngumpulin 500.000 agar bisa makan sebulan… banyak orang gunakan uang yang sama untuk sehari saja makan dan shopping di mall…

Seandainya pemerintah mau memberi kontrol dengan… menetapkan harga harga barang pokok sehingga tidak seenak udel pada naikkin harga mengontrol jangan sampe aset negara dijual ke swasta sehingga harta karun negara tidak diambil untuk keuntungan pribadi, aset untuk banyak orang tidak dimiliki pihak swasta yang nyekek rakyat dengan kasih harga seenaknya seandainya pajak dan pemasukan lainnya tidak dikorupsi dari atas sampe bawah maka rakyat bisa rasakan misalnya biaya pengobatan lebih murah, sarana transportasi umum yang baik dll.

Seandainya lahan sawit dibuka untuk rakyat mengelola pertanian dan perternakan dengan dukungan murahnya bibit/pupuk dll dan disediakan sarana penjualan yang baik agar rakyat tidak dicekik tengkulak…maka harga makanan/minuman tidak naik dan kita tidak perlu import…seandainya…… banyak lahhhhh.

Capek nulisnya karena kekacauan politik dan kemiskinan di Indonesia akan terus ada kalo rakyatnya sendiri masih kagak berubah pola pikirnya…

Males mikirin orang lain tapi sialnya aku punya mata telinga hati yang sulit banget untuk bersikap buta tuli dan masa bodo akan kesusahan dan kemiskinan yang terlihat jelas di mana mana…

Semoga sebelum jadi mayat aku masih bisa terus bantu banyak orang semampuku…


Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung, Rina Серова IvaRksd. Make yourself at home. Senang Rina berkenan berbagi di sini. Semoga kerasan dan terus berbagi ya…

30 Comments to "Kemiskinan dan Politik di Indonesia"

  1. rina  22 July, 2011 at 13:42

    aku tinggal di Moscow terima kasih semua atas komentarnya…maaf telat kasih komentar balik

  2. rina  16 July, 2011 at 12:04

    Terima kasih semuanya atas komentarnya… semoga lebih banyak perubahan terjadi di Indonesia

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.