Surabaya – Jogja

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


Hallo Dunia BalTyRa…

Kali ini, Dj. akan cerita tentang perjalanan dari Surabaya ke Solo dan Jogja….Ada 3 kejadian yang Dj. rasa sedikit menarik. Nah ya, setelah berpisah dengan saudara-2 di Surabaya, maka kami melanjutkan perjalanan kami ke arah Jogjakarta.

Kejadian pertama.
Setelah kami meninggalkan Surabaya, maka di dalam perjalanan, tau-tau kami diselip oleh bus yang cukup besar dan cukup mengagetkan, karena bus tersebut membunyikan klakson, memaksa kami harus kepinggir… GILA….!!!

Bus tersebut tidak hanya menyelip mobil kami, tapi juga mobil di depan kami dan Truck di depan mobil tersebut. Hal ini tidak mungkin terjadi di Jerman, atau bahkan di Eropa. Kami hanya bisa geleng kepala, betapa nekatnya itu sopir bus, padahal dia membawa banyak nyawa dan bertanggung jawab untuk keselamatan penumpangnya.

Banyak pemandangan yang cukup menyenangkan.

Sesampainya kami di Magetan, maka penyakit Daniel kumat dan kami harus mencari rumah makan. Bukan untuk makan, tapi untuk mencari WC….hahahahaha….!!! Dan akhirnya kami sampai di Telaga Sarangan, di mana untuk kami sudah menjadi kewajiban untuk mengunjungi telaga ini.

Ingat saat Daniel masih kecil, Dj. sewa perahu dan keliling telaga, saat itu bahkan mertua ikut ke Indonesia. Tapi kali ini, kami tidak berperahu, mengingat takut larut malam sampai di Jogja.

Kejadian ke dua.
Kami telah sampai di Tawangmangu, yang mana kami sudah cukup lama tidak kemari. Terachir 1991 saat Daniel baru berumur setengah tahun. Tadinya kami hanya ingin, asal sampai saja sudah bagus, sebagai tombo kangen. Ternyata Susi dan Daniel ingin turun ke air terjun. Dj. cukup kaget, karena cukup jauh dan jalan turunnya juga cukup terjal.
Dalam perjalanan turun Susi bercerita, saat itu Daniel masih sangat kecil dan sampai di bawah, dia mencret dan dicuci di air di kali itu. Dan saat kami mau ke atas, kami tidak bisa menggendongnya, maka datang seorang ibu-ibu yang sudah
agak sepuh (tua) manawarkan pertolongan. Maka digendongnya Daniel dan si ibu lari ke atas dengan cepatnya, Dj. yang menggeh-menggeh mengikuti ibu tersebut. Karena takut kalau Daniel dibawa lari….hahahahahaha…!!!

Saat kami mau kembali naik, maka Dj. yang sedikit kwatir, apakah Susi dan Daniel kuat. Puji TUHAN….!!! Semua kuat sehingga kami sampai atas dengan keadaan yang cukup cape….hahahaha…!!! Kami juga bangga, karena melihat papan yang bertuliskan. SELAMAT…!!! Anda telah turun dan mendaki 1225 anak tangga. Semoga tambah sehat dan sukses.

Kami meningalkan Tawangmangu dengan wajah yang cukup berseri dan say good Bye ke monyet yang ada di atas pohon.

Kami telah sampai di Solo dan setelah ketemu pasar Klewer maka sudah bisa kami lihat becak dengan ciri khas Solo. Karena tujuan kami ke Solo untuk mencari rumah atau pabrik yang membuat batik gitar. Gitar yang mana badannya di gambar batik. Kami sudah kenal lewat e-mail dengan pemiliknya dan bahkan janji akan bertemu di tgl 3 Agustus, kami akan datang karena Daniel sangat tertarik akan gitar tsb.

Daniel sedikit menyesal, karena sesampainya kami disana, gitarnya belum siap, atau masih ada di pabrik. Yang mana katanya cukup jauh tempatnya. Rupanya janji pertemuan kami di Solo, mereka anggap tidak 100% akan datang.
Malah saat lewat telpon, si pemilik tidak yakin kalau kami yang datang, disangka main-main.

Nah ya, belum untung buat Daniel, padahal dia sudah begitu happy, saat ketemu tempatnya. Namun si pemilik batik gitar dan keluarganya, telah menerima kami dengan sangat ramah. Nah ini  dia kagetan yang ketiga, di mana Daniel sedikit kecewa. Tapi sesampainya di Mainz, uang yang € 500,- dia belikan elektrik gitar yang cukup bagus juga.

Di bawah ini pemandangan di sekitar pasar Klewer, mas Anoew pasti kenal, kan salah satu  pemilik becak terbesar di Solo.

Puji TUHAN….!!! Malam itu juga, maka kami telah sampai di Jogja. Serentak kami teriak….
MALIOBORO…. WIR  KOMMEN……!!!! ( Malioboro…kami datang….!!!  Emang ada yang mikirin…hahahahaha… )

Nah….sobat semua…Itu tadi kisah kami dalam perjalanan dari Surabaya ke Jogja. Maaf bila photo-photo di atas tidak begitu jelas, karena banyak yang diambil dari dalam mobil. Kecuali photo saat di Telaga Sarangan dan di Drojokan sewu (Tawang mangu). Sampai bertemu di cerita selanjutnya, di Jogja dan Semarang ya….

Terimakasih kepada pengurus BalTyRa yang selalu berbaik hati, menerima oret-otretan Dj. Dan terimakasih juga kepada anda semua yang selalu dengan sabar dan memberi komentar yang menyenangkan. Tak lupa terimakasih kepada silent reader yang juga tidak berkmentar, tapi menulis e-mails japri ke Dj.

Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kehiduzpan kita semuanya ya. Salam manis dari kami sekeluarga di Mainz.

Dj. 813

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.