Wednesday, 29 September 2010
Alexa – Jakarta
Hadirmu saat hatiku merepih
Terluka, berdarah dan nyaris luluh lantak
Hadirmu begitu perlahan,
Seperti udara masuk ke rongga dadaku memompa kehidupan,
Seperti air mengaliri semua pori-pori tubuhku,
Lembut namun pasti kau menempati ruang hatiku
Tawarkan genggam erat tanganmu membawaku berjalan kembali
Setelah sebelumnya ku rapuh dan nyaris tak bisa bangkit
Katamu kau akan basuh lukaku
Kau akan genggam tanganku hingga aku bisa melangkah lagi
Kau minta aku terima sentuhmu agar aku bisa nyaman melukis pelangi
Kau minta aku terima nafasmu membimbingku menyusuri bumi
Dan sekarang setelah kupenuhi semua pintamu itu
Sudah kuterima utuh hadirmu
Salahkah jika kuartikan telah hadir Cinta di antara kita?
Aku pikir kita sama-sama mengamini Virgil si Penyair Romawi itu,
Cinta menaklukan segalanya, marilah kitapun menyerah pada Cinta
Ternyata aku salah, kau hanya menawarkan persahabatan
Mas…
Apakah kau hanya sekedar menikmati letup-letup rasa
Agar bisa keluar dari jenuh rutinitasmu
Apakah kau hanya sekedar berbangga berhasil menaklukan
Perempuan yang pernah kau panggil Bidadari…
Mas…
Aku hanya pecinta sederhana yang ingin duduk tenang
Bergenggam tangan menikmati hari yang cerah
Maupun sejuta topan dan badai
Aku yakin bersama dengan yang tercinta bisa kulewati semua
Sebab cinta itu anugerah yang terindah,
Mas…hidup ini singkat,
Dan aku tidak ingin seperti Chairil Anwar yang berujar
Mengapa ajal memanggilku dulu?
Sebelum sempat berpeluk dengan cinta…
Sebelum kau sempat menjadi imamku dalam sujud kita
Mas…
Maafkan aku jika pada akhirnya harus pergi tinggalkanmu
Mungkin aku tidak cukup layak bersamamu
Mas akhirnya aku akan berjalan menjauh…..
Hanya punggung kita mengucap selamat tinggal
Tidak ada saksi…cukup kita yang tau
Ilustrasi: munirek.com
Pages: « 18 … 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 [1]
Pages: « 18 … 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 [1]
September 29th, 2010 at 09:10
Lani…..lah piye maneh,
saben-saben diceluk bidadariku…rene o berlindung dalam peluk q….
untung aku blum jranthal lari menyambut walaupun hatiku sempet terkawir-kawir…
akhirnya aku sadar juga…
inilah resiko jadi wanita cantik diceluk bidadari kanan-kiri….wkwkwkwk ngetik iki sembari gulung koming,
look at the bright side….mending diceluk bidadari yo tinimbang diceluk hantu blau or jin iprit
September 29th, 2010 at 09:06
kang anoew: lah iki…nek agek merepih segala bacaan jadi inget termasuk komik Tin2…ntung gak pernah baca Enny Arrow
JC….artine gampang benthet kalee
September 29th, 2010 at 09:04
Linda….hehehe begitulah ….
Jeng SAW….nah merepih itu kurang-lebihnya berarti merapuh jadi serpihan-serpihan duka
September 29th, 2010 at 09:03
Mas Hand….menjura sedalam-dalamnya atas ide yang cemerlang…skrg lagi bikin Xa Cing project dibantuin ama baltyran lain, serasa ngerjain proyek Prambanan aja….hehehe
September 29th, 2010 at 09:00
XA : waduuuuuuuh……….jd kowe salah moco to????? yg ditawarkan persahabatan……..dirimu mblandaaaaaaaaaaang tiwas udah sampai ke-awang2……emboh nek wis kelangit kaping 7?????? kkkkkkkk……ya, buat bahan pelajaran XA……jare ndonya ora sak daun kelorrrrrr……….
POKOK-E “NEVER GIVE UP” nyilih slogan-e cah gendenk hahahhaha
JC : dasar wong sudrun…….kapak2-no yo sll dislewengke……kuwi senthet??????? opo santhet?????? wes, nglawan wong gemblunk………passssssssss! tumbu entuk tutup wes ah………
September 29th, 2010 at 08:49
Lho? Ada kata-katanya Kapten Haddock..
September 29th, 2010 at 07:31
mbak alexa, merepih tuh artinya apa to?
suka ga mudheng sama kata2 yang romantis … hehehe …
September 29th, 2010 at 07:18
Lha ini…yang gini ini selalu bikin mumet, gak mudheng blas…hiks…
ngertinya fragile = rapuh = gampang senthet… 
September 29th, 2010 at 06:58
wah, ada yang bercerita tentang rapuhnya rasa….
September 29th, 2010 at 06:28
Xa Cing, kalau puisi ini digabung dengan genre baru yang sebelumnya pasti akan jadi novel yang bagus