Lovely Ruteng

Anastasia Yuliantari


Ruteng adalah Ibukota Kabupaten Manggarai yang terletak di Pulau Flores Propinsi Nusa Tenggara Timur. Letaknya di dataran tinggi lebih kurang 1600 dpl, dan dikelilingi perbukitan. Suhu di siang hari berkisar antara 20˚C-28˚C, sementara malam hari normalnya antara 12˚-18˚C. (Dorotheus Hemo, Sejarah Manggarai, 1988) Pada saat-saat tertentu suhu di malam hari bisa mencapai 9˚C seperti yang terjadi di bulan Juni lalu.

Ruteng tidak banyak memiliki obyek wisata. Hanya terdapat dua obyek wisata budaya di kota ini, yaitu desa adat di Ruteng Pu’u yang dapat ditempuh dalam waktu 15 menit menggunakan kendaraan dari pusat kota dan Rumah Wunut yang berada persis di jantung kota, hanya beberapa langkah dari Lapangan Motang Rua dan Kantor Bupati Manggarai. Sebenarnya, Rumah Wunut yang merupakan peninggalan Raja Wunut (Raja Manggarai) tak bisa dikatakan obyek wisata sesungguhnya, karena bangunan ini untuk sementara dipergunakan sebagai kantor Banwas Pemilu Kabupaten Manggarai.

Namun sebelumnya, dalam satu kesempatan yang tak sengaja, sebelum dijadikan kantor penulis pernah diperlihatkan beberapa barang kuno yang tersimpan di dalam rumah itu. Misalnya keramik, senjata tradisional, kepingan besi yang menjadi alat rumah tangga, dan sebagainya. Kemungkinan benda-benda itu kini disimpan di kantor Pariwisata atau Pendidikan di kota ini.

Meski demikian, hal yang tak bisa dibantah dari kota ini adalah keindahan alamnya. Bila kita melangkah lebih jauh sedikit ke luar kota, pemandangan mempesona akan terhampar di depan kita. Deretan perbukitan dan lembah di bawahnya adalah sajian yang sangat menyejukkan mata.

Pemandangan di atas adalah Ruteng yang diabadikan dari Sondeng, kira-kira 2 KM ke arah utara kota. Hanya dibutuhkan waktu sepuluh menit berkendara kita akan sampai ke areal persawahan berbukit yang tak kalah dari obyek di Pulau Dewata.

Letaknya yang tinggi membuat tumbuh-tumbuhan dataran tinggi banyak ditemui di sini. Tanaman sebangsa Edelweiss dengan bunganya yang putih atau poinsettia dengan daun merah membara merupakan jenis tumbuhan yang jamak ditemui. Belum terhitung dahlia aneka rupa, gradiol, dan lily aneka warna menjadi tanaman di halaman penduduk.

Bila hari cerah, bolehlah kita mengharapkan pergi lebih jauh ke arah Golo Curu. Tempat ini berada kira-kira 3 KM dari pusat kota. Di puncak Golo Curu terdapat Gua Maria Golo Curu yang banyak dikunjungi peziarah, terutama di bulan Mei dan Oktober. Dari arah Golo Curu akan tampak pemandangan indah di sekitar Bandara Satar tacik dan Kelurahan Karot.

Daerah yang berbukit membuat penduduk Ruteng yang sebagiannya masih bertani membuat sawah berteras. Seperti halnya wilayah lain di Manggarai sawah-sawah itu berbetuk Lodok alias jaring laba-laba. Bila dilihat dari atas bukit, akan tampak jaring laba-laba yang saling berdekatan.

Obyek arsitektur yang juga merupakan Landmark kota Ruteng adalah Kathedral Lama atau biasa disebut Kathedral Manga dalam bahasa Manggarai. Tak akan sulit mencari letak bangunan ini, karena bila kita berada di pusat kota Ruteng, jalan protocol kota itu mengarah langsung ke halaman Kathedral. Satu hal yang menarik dari bangunan ini adalah tiadanya pagar, sehingga setiap orang yang berada di pusat kota akan tahu bila sedang diadakan Misa atau acara keagamaan lainnya, karena pintu Kathedral yang terbuka akan dapat dilihat dari jarak 1 KM jauhnya.

Berjarak 200 meter dari Kathedral lama, berdirilah Kathedral yang baru. Bangunannya lebih besar dan lebih luas dibanding yang lama. Di Kathedral inilah sebagian umat Katholik kota Ruteng beribadah, mengingat ada beberapa gereja yang lain dan kapel-kapel biara yang juga mengadakan misa bagi penduduk di wilayahnya. Pada hari Natal dan Paskah, bangunan ini akan dipadati ribuan umat sampai meluber ke halaman.

Walau tak setenar Pulau Komodo, tak ada salahnya berkunjung ke Ruteng. Terutama bagi mereka yang menyukai wisata alam dan menggemari hawa sejuk pegunungan. Akses untuk menuju kota ini pun sangat mudah. Ada penerbangan setiap hari Kupang-Ruteng dan Ruteng-Denpasar via Bima. Bila ingin pesiar ke Pulau Komodo lebih dulu, dapat mengambil penerbangan langsung Denpasar-Labuan Bajo yang kini telah dilayani oleh 3 maskapai penerbangan salah satunya menggunakan pesawat jet, lalu menggunakan jalan darat selama 4 jam. Tak perlu khawatir tentang kendaraan, karena puluhan mobil travel tersedia. Keindahan alam sepanjang jalan akan membuat 4 jam berlalu tanpa terasa.

Silahkan datang….!

59 Comments to "Lovely Ruteng"

  1. kosmas  29 January, 2013 at 09:08

    Ruteng kota yang sejuk dan indah. karena itu bebaskan Ruteng dari kehancuran akibat kerusakan lingkungan hidup.

  2. Anastasia Yuliantari  15 July, 2012 at 08:09

    Thank you, Ignas. Salam kembali dari Ruteng.

  3. ignas,,, todo  13 July, 2012 at 21:22

    teruslah berjuang demi alam yang alami,,, n tingkatkan nilai kebudayaan manggarai yang tercinta ini

  4. ignas,,, todo  13 July, 2012 at 21:17

    tingkatkan kebudayaan adat manggarai,,, n terus dan teruslah berjuang untuk keindahan alam yang alami di kota dingin ruteng,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.