Aku

Wahyu Wibowo


Inilah Aku


Inilah aku yang begitu apa adanya

Terhampar tak terlalu istimewa

Sekedar menikmati indahnya

Dunia dari binar sepasang mata


Inilah aku yang jauh dari kata sempurna

Tercipta di antara jejak khilaf dan alpa

Mencoba menghidupkan sebuah rasa

Cinta dari kelembutan hatinya


Inilah aku yang tak pernah bermimpi

Kejujuran lugas bertutur tanpa ingin menutupi

Belajar mengenal sentuhan cahaya

Kasih sayang dari ketulusan jiwanya


Inilah aku yang baru pertama kali

Merasakan bahagianya jatuh hati

Hijauku mencoba untuk berbagi

Perasaan dari harapan harapan yang terpatri


Inilah aku yang berdiri di hadapanmu

Membawa kotak hidupku agar engkau tahu

Hanya ada sebuah kesederhanaan di dalamnya

Bersama do’a yang berharap pintu-pintu surga


Hati-hati Dengan Puisiku

Hati-hati dengan tutur pesona puisiku

Suatu saat nanti engkau kan tersentuh misteriku

Memeluk hatimu dengan rasa yang sempurna

Melukisnya dengan sebuah cinta yang berbunga


Hati-hati dengan keindahanku yang tersaji

Suatu saat nanti engkau kan jatuh hati

Bertekuk lutut lemas tiada berdaya di sudut kerlingnya

Bersama segenap resah yang tercipta

Hati-hati dengan alunan bait-baitku yang syahdu

Suatu saat nanti engkau kan terikat utuh hanya untukku

Menunggu hadirku dalam ayat-ayat rindu

Meraba-raba apakah semua itu tercipta hanya untuk dirimu


Hati-hati dengan kata-kataku yang berair mata

Suatu saat nanti engkau kan ikut merasakan semua harapannya

Membawamu turut serta menangis bersamaku

Dalam bingkai-bingkai kisah kesepianku


Hati-hati dengan semua kelembutan yang terbaca

Suatu saat nanti engkau kan terlena bersamanya

Menuntun langkahmu menuju singgasana kalbuku

Berlabuh di satu ruangannya yang kupugar hanya untukmu


Hati-hati dengan segenap rasa yang tercurah di sana

Suatu saat nanti engkau kan larut dalam tiap detail ceritanya

Menghadirkan pesonanya dalam setiap mimpi mimpi

Terjerat taqdirmu tak ingin berpindah hati lagi


Hati-hati dengan semua senandung senandung kejujuranku

Suatu saat nanti engkau kan serahkan hatimu padaku

Dan ketika hari itupun tiba di depan mata

Maukah engkau menerima aku yang begitu sederhana


Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *