Kabar Dari Roma

Linda Cheang & Romo Crispinus Budiman, OSC


Redaksi dan Pembaca Baltyra,

Puji Tuhan, karena saya boleh kembali kontak dengan salah satu sahabat saya, Cris, setelah kami tidak saling bertemu dan kontak lagi selama hampir 20 tahun.

Cris adalah kakak kelas saya berbeda satu angkatan di sekolah kejuruan Teknik Aeronautika di Bandung. Cris memilih studi Permesinan, bukan Power Plant tetapi Milling & Turning sedangkan saya mempelajari studi Struktur Pesawat Terbang (Sheet Metal Forming). Setelah lulus, Cris memilih mengikuti panggilan jiwa untuk menjadi Hamba Tuhan sepenuhnya di ladang Tuhan, sedangkan saya pada akhirnya melanjutkan studi struktur pesawat terbang (Air Frame) di sebuah akademi aeronautika sampai tamat Diploma 3, sebelum akhirnya sempat berkarir di sebuah grup perusahaan retail, di perusahaan tekstil dan akhirnya sekarang mengikuti panggilan jiwa untuk membangun usaha milik sendiri.

Sayapun masih berminat studi lanjut ke jenjang lebih tinggi lagi. Saat ini karena beberapa kendala, saya sedang cuti kuliah S-1 Teknik Elektro di kampus almamater. Kelak pasti akan saya lanjutkan kembali studi yang tertunda tsb. Jika Tuhan mengizinkan, selesai S-1, saya juga ingin mengambil studi S-2 Teologia Kristen.

Pada akhirnya kami memang sama-sama berkarya di ladang Tuhan. Bedanya Cris menjadi Hamba Tuhan di lingkungan Gereja Katholik, saya menjadi Pelayan Tuhan di lingkungan  Gereja Injili. Jika Cris memang tugasnya di mimbar gereja, sedangkan saya hanya sebulan sekali bertugas di mimbar gereja ketika menjadi pembawa acara dan memimpin pujian (liturgis). Jika tidak sedang bertugas memimpin pujian, saya lebih banyak bertugas di bawah mimbar gereja.

Tentu saja, karena kondisi sekarang, berkaitan dengan etika saya mesti memanggil Cris dengan panggilan : Romo Budiman. Walaupun demikian, hal tsb tidak menjadi hambatan bagi kami terus bersahabat. Sebab Tuhan yang telah memulai persahabatan kami sejak pada mulanya, dan kiranya persahabatan kami tetap kokoh untuk seterusnya.

Sekarang Romo Budiman ini adalah Warga Negara Indonesia pertama yang menjadi Rektor di Basilica San Giorgio in Velabro, (Church of St George at Velabro), Roma.  Gereja itu adalah salah satu gereja penting di Roma. Jabatan Rektor sama dengan pemimpin atau kepala gereja.

Saya meminta kepada Romo Budiman untuk sudi kiranya menceritakan kisah hidupnya, agar dapat menguatkan para pembaca. Apalagi sungguh membanggakan buat Indonesia, karena salah satu anak bangsanya menduduki jabatan penting keagamaan di negeri orang. Suatu prestasi yang tentu saja bukan hal kecil.

Berikut adalah kisah seperti yang dituturkan oleh Romo Budiman sendiri kepada saya. Silakan Romo.


Salam,

Linda Cheang


==========================================================

Linda dan Pembaca semua…

Salam sejahtera.

Saya akan ceritakan perjalanan hidup saya, khususnya setelah lulus dari sekolah kejuruan dulu.

Setelah lulus dari sekolah kejuruan pada1992,  saya mengambil ujian persamaan SMA di Banjaran, selama setahun penuh dengan mengikuti proses belajar seperti siswa SMA normal. Waktu itu di SMA tsb, hanya ada satu kelas saja dengan satu jurusan bidang studi IPA. Pada saat itu mulai ada pembagian jurusan Bahasa, Sosial dan IPA di SMA.

Saya tempuh proses ini demi mendapatkan ijazah SMA yang resmi agar aku bisa masuk Universitas Parahyangan jurusan Filsafat. Saya tidak tergoda dengan jalan instan, yaitu membeli Ijazah SMA yang ASPAL (Asli tapi Palsu), karena saya tahu resikonya, kalau sekali berbohong, seumur hidup seterusnya akan harus berbohong. Syukurlah, saya bisa memilih dan menjalani kebenaran itu, ikuti ujian persamaan dengan tenang walau rugi waktu setahun.

Di tengah perjalanan proses ujian persamaan itu, saya mengikuti test masuk ke lembaga hidup bakti Ordo Salib Suci (OSC) – Ordo Sanctae Crucis. OSC berpusat di Bandung dan mendidik para anggotanya di Fakultas Filsafat (FF) UNPAR-Bandung. Untuk menjadi Imam Katolik,  dibutuhkan persyaratan intelektual di bidang Filsafat dan Teologi tentunya dalam Konteks Gereja Katolik.  Maka setelah lulus ujian persamaan dan diterima jadi anggota OSC, maka saya kuliah di FF – UNPAR pada 1994-2000.

Ketika saya mencari jalan masuk hidup membiara, saya sempat diremehkan seorang gembala umat. Ia meremehkan saya sebagai anak STM, tidak mungkin bisa kuliah Filsafat dan Teologi. Syukur berkat anugerah Tuhan atas kecerdasan yang cukup, saya bisa bersaing belajar tanpa kesulitan dengan teman-teman kuliah saya.

Saya juga punya keinginan kalau setelah pentahbisan,  bisa kuliah lebih lanjut dan menjadi dosen di almamater saya. Tuhan menjawab keinginan saya itu. Pada saat hari pentahbisan imamat, 31 Oktober 2001di Pratista-Cisarua, Cimahi, pimpinan saya mengumumkan kepada semua sidang jemaat yang hadir bahwa Pastor Crispinus Budiman, OSC,  akan bertugas studi lanjut. Waktu itu tidak diberitakan secara jelas kuliah apa dan di mana. Namun jelas itu berarti saya  diberi kesempatan kuliah ke jenjang S2.

Ternyata saya ditugaskan kuliah Hukum Kanonik program S-2 (licentiat) di Universitas Pontifikal Gregoriana- Roma-Italia. Saya. Program studi semua dalam Bahasa Italia. Saya mengikuti studi dan ujian dalam Bahasa Italia, kecuali Tesina (Skripsi) aku tulis dalam Bahasa Inggris. Pengalaman studi ini bagai kawah candradimuka, saya digembleng secara intelektual dan mental-spiritual. Syukur pada Tuhan, saya bisa menyelesaikan studi dengan tepat waktu dengan predikat cum laude (terpuji).

Linda dan Pembaca,

Sedikit kisah,  saya dulu menjalani tahun Diakonat dari tahun 2000-2001 di Paroki Santo Yusuf-Cirebon. Gereja itu menurut sejarah memang direncanakan akan jadi katedral keuskupan Bandung. Namun, fakta menunjukkan lain. Kathedralnya malahan ada di Bandung Kathedral St. Petrus di Jalan Merdeka.

Setelah lulus S2 dari Roma, saya kembali bertugas di Bandung sebagai Formator (pendamping) para seminaris OSC di Skolastikat OSC di Jl. Sultan Agung no. 2 selama tiga tahun,  dari tahun 2004-2006. Saya langsung dikagetkan dengan seabreg pekerjaan mengajar. Saya  mengajar di SMP, SMA dan Universitas. Saya mengajar Agama Katholik.

Sayang, ilmu di bidang Hukum Gereja tidak bisa diamalkan di mimbar kuliah. Saya hanya bisa mengamalkannya di pengadilan gereja (Tribunal Gereja Keuskupan Bandung) khususnya untuk pembatalan perkawinan dalam Gereja Katholik.

Setelah tiga tahun bertugas di Skolastikat, saya kemudian ditugaskan menjadi pastor pembantu di Gereja Maria Bunda Tujuh Kedukaan di Jl. Pandu, Bandung.  Kesempatan ini adalah yang pertama kali saya bertugas menjadi gembala umat di suatu paroki. Tugas ini saya hayati sebagai kesempatan untuk pelayanan menghadirkan Tuhan Yesus bagi para umatNya. Umat sungguh membutuhkan kehadiran Tuhan Yesus dalam pelayanan  sakramen-sakramen dan dalam kehadiran figur Yesus yang lain dalam diri seorang imam.

Di tengah keasyikan dan kemapanan tugas di paroki dan mengajar,  Magister General Glen Lewandowski, OSC, meminta saya untuk berkarya di Roma sebagai rektor sebuah gereja.

Saya menjawab “Ya!”.  Saya menghayati  penugasan ini sebagai rencana baik Tuhan bagi saya. Saya pergi ke Roma walau di hati kecil ada kegelisahan, “Mungkin saya akan masuk ke padang gurun Roma, meninggalkan Kota Bandung nan surgawi”.

Atas dasar pengalaman itulah saya dipercaya bekerja di Roma sekarang, sejak Mei 2008. Saya diberi tugas sebagai Rektor Gereja San Giorgio in Velabro di Roma. Gereja ini berhimpitan dengan rumah Generalat OSC (Kantor Pusat OSC).

Gereja ini sering digunakan umat untuk merayakan sakramen pernikahan. Jadi tugas saya sebagian besar untuk mengurus pernikahan di gereja ini. Setahun rata-rata sekitar 130 pasang pernikahan dilaksanakan di gereja ini.

Apa daya tarik Chiesa (gereja) San Giorgio in Velabro? Gereja ini sangat antik dan sederhana, dibangun sekitar abad ke-7. bayangkan, lebih tua dari situs Borobudur, yang dibangun sekitar abad ke-8,  lho. Gereja ini dibangun dalam beberapa tahap dan periode, Kemungkinan dibangun dengan menggunakan tembok rumah sipil yang sudah ada. Berada di pusat kota Roma, dan area sejarah yang prestisius (menurut legenda, di sini ditemukan nenek moyangnya orang Romawi, yaitu bayi kembar, Romulus dan Romula, yang diasuh oleh serigala).

Gereja ini cukup sederhana, tidak terlalu besar atau terlalu kecil, punya halaman cukup luas. Atmosfer dalam gereja ini terasa sakral dan hening. Karena keunggulan-keunggulan itulah sehingga banyak calon pengantin yang tertarik untuk menikah di sini.

Saya boleh berbangga, sejak 70 tahun OSC sebagai penjaga gereja ini, saya adalah baru satu-satunya dari Indonesia yang dipercaya sebagai rektor gereja ini. Para rektor pendahulu berasal dari Eropa dan Amerika.

Linda dan Pembaca semua,

Sudah puluhan pasangan yang saya nikahkan di sini. Liturgi tentunya pakai Bahasa Italia. Ada beberapa kesempatan lain, saya melayani liturgi dengan Bahasa Inggris.  Cobalah tengok website gereja kami di  www.sangiorgioinvelabro.org,  ya.

Hal lain yang menarik yang boleh diketahui, setelah setelah pulang dari studi di Roma, saya bisa mengekspesikan diri dengan hobi melukis. Saya melukis dengan cat minyak di atas kanvas. Salah satu karya orisinal saya kini tergantung di ruang makan Skolastikat, Jl. Sultan Agung 2. Bila saya melukis, itu tandanya saya bahagia dan bebas bisa menikmati hidup tanpa beban.


Demikian, semoga kisah saya ini berkenan di hati para pembaca.


Cordiali saluti,

Crispinus Budiman, OSC


Note Redaksi:

Selamat datang dan selamat bergabung Romo Cris (atau Romo Budiman), sungguh senang dan bangga membaca perjalanan hidup Romo sampai akhirnya menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi Rektor di Basilica San Giorgio in Velabro, (Church of St George at Velabro), bukan hal yang mudah. Make yourself at home dan semoga kerasan di sini. Tentu saja ditunggu sharing yang lainnya.

Terima kasih Linda yang memperkenalkan Romo Budiman ke Baltyra dan semakin memperkaya beragamnya penulis Baltyra.

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel

66 Comments to "Kabar Dari Roma"

  1. FINA  1 November, 2013 at 15:32

    Salam sejahterah, luar biasa,seorang Indonesia punya kelebihan dan terpilih dipercaya memegang suatu jabatan dalam pekerjaan Tuhan, Provisiat untuk Romo Crispinus Budiman,OSC. Bagaimana untuk bisa berkonsultasi dengan Romo nun jauh di Roma?. Anak saya juga alumnus FF Parahyangan Bandung tahun 2011-2012. Aku bisa dikontak di 081320627127,FINA . terima kasih.

  2. Crispinus Budiman  8 October, 2010 at 21:42

    Hai Antonius, i think i know you. We were in the same technical high school right?
    Hope the best for you.

  3. antonius prasetyo  8 October, 2010 at 15:41

    very good father Chris.
    very inspiring…

    best regards
    antonius
    ILPT 92

  4. anoew  8 October, 2010 at 09:09

    Ayla, kok melu aku yg banyak dosa hahah..

    Itu singkatan dari nama lengkap baltyra.

  5. Anastasia Yuliantari  8 October, 2010 at 08:16

    Linda: Lin, aku di sini saru cuma ikut2an Anoew, koq…..btw GCN’ers itu apa to?

  6. Linda Cheang  8 October, 2010 at 08:05

    Romo : apa perlu dibangun bilik sementara untuk kamar pengakuan dosa di sini? hehehe…

    Ayla : wah, tak sangka ternyata kau juga begitu, hahahahaha…

Terima kasih sudah membaca dan berkomentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Current ye@r *

Image (JPEG, max 50KB, please)