Simon Cabaret Show

Nia


Akhir July yang lalu saya dan teman saya Cai berlibur ke Phuket selama 3 hari. Ini liburan kami yang pertama jadi awalnya kami berniat untuk merencanakan detail-detail liburan sebaik-baiknya tapi karena sibuk akhirnya kami pergi tanpa booking hotel dan tour ke pulau-pulau di sekitar Phuket. Beruntung saya gabung di milis backpacker jadi bisa dapat info tentang hotel, tour, transport dan wisata di Phuket.

Liburan kami yang singkat tidak berjalan mulus karena tour kami ke Phi-phi Island batal karena cuaca buruk tapi tetap menjadi liburan tak terlupakan karena bisa nonton cabaret yang pemainnya waria. Sudah lama saya ingin nonton cabaret macam ini yang awalnya saya kira hanya ada di Bangkok.

Di Phuket ada 2 show cabaret yaitu Fantasea dan Simon Cabaret. Setelah membandingkan keduanya akhirnya saya memutuskan untuk nonton Simon Cabaret. Cai langsung setuju dengan pilihan saya jadi saya tidak perlu repot menjelaskan kenapa pilih yang ini bukan yang itu. Kami sepakat untuk nonton cabaret sabtu malam (hari pertama liburan) beli tiket untuk show yang jam 19.30 jadi malamnya bisa jalan-jalan di Patong Beach. Awalnya saya kira untuk membeli tiket show harus di gedungnya atau di counter ticketing resmi tapi ternyata tiket bisa dibeli di agen-agen tour di Patong Beach.

Kami beli tiket Simon Cabaret di Andaman Orchid Tour yang terletak di sebuah jalan kecil di dekat Patong Beach. Sebenarnya kami asal jalan saja lalu lihat ada warnet yang juga agen tour. Jadi setelah pakai internet kami tanya-tanya soal Simon Cabaret dan tour ke Phi-phi Island.

Harga resmi tiket Simon Cabaret yang VIP adalah 800 Bath sedangkan kursi non VIP 700 Baht. Kalau mau di antar jemput ke hotel harus tambah 100 Baht tapi karena kami juga sekalian beli tour ke Phi-phi Island maka kami dapat gratisan biaya antar jemput.

Untuk show yang jam 19.30 kami harus siap untuk dijemput jam 19.00. Saya sudah mengira kalau nanti pasti dijemput tepat waktu ternyata belum jam 19.00 receptionist hotel sudah telpon kalau yang jemput sudah datang. Kami dijemput dengan mobil minibus yang muat untuk 10 penumpang. Karena kami bukan yang terakhir dijemput jadi harus ikut puter-puter ke hotel lain untuk menjemput yang lain. Lumayan bisa puter-puter Patong gratisan ^^

Jam 19.25 kami sampai di gedungnya Simon Cabaret. Begitu mobil berhenti langsung ada petugas yang mengantar kami ke meja penjualan tiket. Oh ya… di tour agen yang tadi kami tidak bayar apa-apa karena dapat gratisan biaya antar jemput. Kalau tidak gratis seharusnya 100 Baht untuk antar jemput dibayarkan ke tour dan tiket show dibeli langsung di gedung pertunjukan.

Setelah membayar tiket kami masuk ke toilet dulu. Toiletnya kecil untuk ukuran gedung pertunjukan tapi bersihnya pollll… interiornya sebenarnya biasa saja hanya warna cat dindingnya yang full color jadi menyatu dengan tema cabaret show. Di toilet juga disediakan gulungan handuk kecil putih bersih di dekat washtafel seperti di hotel saja ^^

Selesai urusan dengan toilet kami masuk ke ruang show lewat pintu VIP. Ruang shownya tidak sebesar yang saya bayangkan. Dingin AC-nya pas dan tempat duduknya juga nyaman walau hanya kursi stainless steel dengan cushion biasa. Hanya sound system-nya yang membuat saya kurang nyaman karena volumenya memekakkan telinga tapi setelah beberapa menit telinga saya sudah terbiasa dengan volume suaranya.

Kami dapat tempat duduk di baris G nomor 21 dan 22. Lumayan juga ternyata beli tiket sudah sore tapi masih dapat kursi di tengah. Sebelum show dimulai ditayangkan aturan-aturan yang harus ditaati penonton salah satunya adalah dilarang merekam dan memotret. Saya pernah baca katanya kalau ketahuan merekam atau memotret selama show berlangsung bisa didenda sampai 50 juta rupiah!

Show dibuka dengan lagu dan tarian Welcome to Simon Cabaret. Kostumnya keren banget, lagunya asik, koreografinya OK… sayang kebanyakan penari cowoknya. Kami ke situ kan mau nonton penari ‘cewek jadi-jadian’nya hehehe…

Setelah lagu pembukaan selesai tirai ditutup lalu ada lampu-lampu yang membentuk tulisan ‘Dream Girls’ turun dari plafon panggung. Lalu di atas panggung muncul 3 ‘cewek’ yang menyanyikan lagu-lagu barat jaman dulu. Segmen Dream Girls ini menampilkan beberapa lagu (3 mungkin ya) yang asing di telinga saya tapi saya tidak merasa bosan walaupun tidak kenal dengan lagu-lagu itu. Saya penasaran dengan ‘cewek-cewek’ yang tampil ^^ Gerakannya lemah gemulai seperti cewek asli. Seandainya saya menari di sebelah mereka pasti orang-orang mengira yang jadi-jadian itu saya hehehe….

Begitu segmen Dream Girls yang lumayan lama itu selesai tirai ditutup. Ketika tirai dibuka set sudah berganti dengan batu-batuan plus air terjun dan hutan kecil lalu keluarlah penari-penari dengan kostum bulu yang membuat saya bingung ‘Ini ceritanya tentang Afrika atau Indian sih?’ Lebih bingung lagi di akhir segmen ini tiba-tiba ada ‘cewek’ berkostum putih yang muncul di atas batu-batuan. Kostum ‘cewek’ ini rok mekrok ala victorian plus coat warna putih juga. Sangat tidak cocok dengan setting dan kostum penari-penari yang lain.

Menurut saya segmen batu-batuan ini nggak banget karena gerakan tariannya juga tidak jelas dari negara mana. Kalau dinilai terpisah hanya kostum penarinya saja yang OK. Untung segmen ini tidak lama ^^ begitu selesai tirai gelap diturunkan lalu ada lagi tirai warna warni yang kerlap kerlip. Lalu muncul 5 ‘cewek’ dengan baju minim menyanyikan lagu Korea yang sedang happening tapi entah apa judulnya saya tidak tau… yang saya tau hanya liriknya ada “nobody… nobody… but you”

Gerakan ‘cewek-cewek’ Korea itu astagaaaa… gemulai sekali, tubuhnya langsing seperti cewek-cewek Korea, make up-nya keren dan koreografinya TOP BGT! Penampilan mereka mendapat sambutan sangat meriah dari penonton. Lagu-lagu yang lain hanya mendapat aplaus di akhir tampilan sedangkan ya nobody nobody ini belum nyanyi sudah mendapat standing ovation dari penonton.

Setelah lagu nobody nobody tirai ditutup lalu begitu terbuka tampaklah set ala India. Lagu Indianya bagus dan koreografinya OK tapi sayang penari latarnya kurang kompak dan tidak ada eye contact dengan pasangannya. Kesannya seperti sedang menghafal gerakan saja. Tapi kalau lead dancer-nya benar-benar TOP BGT!

Segmen India selesai dilanjutkan dengan lagu dan tarian dari Korea, China, Thailand dll. Penari untuk lagu Arirang dari Korea gerakannya bagus sekali sayang rok Hanbok-nya kurang mekrok dan tali Jogori (jaket) kelihatan kalau pasangan dan tata rambutnya juga banyak yang salah. Seharusnya cepol rambut/ konde-nya di atas tengkuk tapi malah dicepol tinggi-tinggi di dekat ubun-ubun.

Kalau yang lagu Mandarin menceritakan tentang bunga. Kostumnya super duper keren. Dibuat dari bahan khusus yang ‘menyala’ dalam gelap. Penari latarnya memakai sayap kupu-kupu yang bisa diturunkan menjari rok yang bentuknya seperti ekor burung merak. Benar-benar keren sekali!

Menjelang akhir show ada 1 ‘cewek’ yang menyanyikan lagu Thailand. Kalau yang ini kelihatan sekali ‘jadi-jadian’nya. Tubuhnya agak kekar, perutnya buncit dan kulitnya tidak mulus tapi… penampilannya keren sekali! Dia turun panggung lari kesana kemari ke arah penonton lalu sempat menyodorkan boobs-nya ke penonton cowok juga hahaha…

Akhir show ini ditutup dengan lagu Simon Cabaret lalu lead singer dan lead dancer-nya keluar dan berjajar lalu membungkuk pada penonton. Saya heran melihat banyak dari mereka yang memakai kostum beda dengan yang tadi ditampilkan. Apa mereka sudah siap untuk show yang jam 21.30? Atau sekalian ‘kasih tahu’ penonton kalau show yang jam 19.30 itu berbeda dengan show yang jam 21.30?

Setelah show selesai penonton beranjak keluar melalui 1 pintu (saya tidak lihat ada pintu keluar lain). Lalu di luar penari-penari yang tadi tampil sudah berjajar siap untuk foto bersama. Kalau mau foto dengan mereka harus memberi tip minimal 50 Baht. Cai ingin sekali foto dengan mereka tapi kami hanya punya pecahan 100 Baht jadi ya terpaksa kasih tip 100 Baht untuk 1 penari yang diajak foto. Kalau foto dengan 2 penari ya siapkan 2 tip untuk masing-masing penari.

Cai foto dengan mereka 3 kali. Tukang fotonya? Siapa lagi kalau bukan saya. Hasilnya? 1 hancur 2 lumayan hahaha…

About Nia

Don't judge the book by its cover benar-benar berlaku untuk Nia ini. Posturnya sama sekali tidak menggambarkan nyalinya. Blusukan sendirian ke seluruh dunia dilakoninya tanpa gentar. Mungkin hanya North Pole dan South Pole yang belum dirambahnya. Catatan perjalanannya memerkaya wawasan bahwa dunia ini benar-benar luas dan indah!

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.