Jogja – Semarang (Borobudur – Watu Gong)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


Hallo Dunia BalTyRa….

Salam  Jumpa  dengan oret-oretan Dj. Semoga anda semua dalam keadaan sehat ya…

Jujur Dj. tidak tau mau membubuhkan thema apa di artikel kali ini. Di samping sungkan sama pengasuh BalTyra, karena sudah banyaknya oret-oretan Dj. yang dimuat.

Bahkan komentar yang sering berlebihan untuk oret-oretan Dj. yang isinya hanya membuat Nuchan dan Mea Histeris… (hahahahahaha…. maaf  Nuchan…maaf  Mea…   Tarik  mang… = pinjam kata-kata si Machan…)

kalau boleh mengutip komentar bu GuCan…(kalau tulisan Dj eluar ..dijamin heboh……). Ya tidak jugalah…Oret-oretan Dj. kan hanya apa adanya saja….

Nah setelah dari Jogja, maka kali ini sebenarnya mau cerita tentang perjalanan kami dari Jogja ke Semarang. Yang mana selain kami sengaja mampir ke Borobudur, juga saat mendekati Semarang, kami melewati “Pagoda  Budagaya” yang sangat terkenal dengan sebutan “Watu Gong”… Nah dua-duanya adalah tempat suci agama Budha, yang mana “jujur” Dj. kurang paham.

Jadi tidak bisa cerita, mungkin kesalahan Dj. tidak kerja sama dengan Aimee ya….

Nah ya…silahkan saja menikmati photo-photo yang Dj. ambil selama dalam perjalanan dari Jogja ke Semarang. Yang mana kebanyakan photo Dj. ambil dari dalam mobil yang sedang berjalan.

Ini adalah gapura, perbatasan antara Daerah Istimewa Jogjakarta dan Jawa Tengah.

Mulai kami melihat di sepanjang jalan, rumah penjual ukiran dari batu, seperti layaknya apa yang ada di Candi Borobudur.

Candi Mendut, sayang hanya lewat saja.

Nah saat kami sampai di candi Borobudur, maka Dj. tidak heran lagi, prosedur yang sama persis dengan saat mau masuk ke Candi Prambanan, hanya saja sedikit lebih mahal. Untuk Susi dan Daniel, yang bayar $ 15,- / orang, malah dapat minuman botol Aqua…. Tapi untuk Dj. dan adik Dj. hanya Rp. 15.000,- / orang.

Dan di loket untuk tourist asing, dapat informasi kalau ke temple’nya bisa naik Gerobak. Tapi aneh lagi, karena kami hanya berempat, si pengemudi tidak memperhatikan kami dan setelah kami tanya, maka kami dikasi tau, kalau paling sedikit harus 7 penumpang, baru dia mau jalan.

Nah di sini kami  bilang, kalau begitu kami ini dianggap saja 7 penumpang, dia bilang harus beli karcis dulu. Uedaaaan…!!! Dj. dengan mengelus dada, Dj. beli 7 karcis dan pengemudinya, baru menjalankan gerobaknya…

Gerobak dengan 3 gandengan, hanya untuk kami berempat + 1 orang kernetnya…Hahahahahahaha…!!!

Saat gerobak berhenti, ternyata masih jauh juga, adik Dj. malah yang ngomel…

Sampeyan ki piye to mas, awak e dewe malah mung di ubeng-ubengake , ning mandeg e kok isih uadooooh…!!! (Anda nih bagaimana sih, taunya kami ini malah hanya diputer-puter, tapi ternyata masih jauh….!!!)

Si pengemudi malah senyum-senyum…. uedan…!!! (niruin kata-kata adik Dj. Hahahahahahaha….!!!) Masih lumayan jauh, tapi melihat candi sudah di depan mata, jadi semangat lagi.

Semakin mendekati…. kok candinya agak condong ya…..hahahaha…!!!  Sorry…!!!

Melalui anak-anak tangga menuju ke halaman Candi, sebentar-sebentar sedikit istirahat….

Sudah di pinggiran Candi dan perlu istirahat sebentar, mengumpulkan tenaga untuk menaiki anak-anak tangga yang selajutnya.

Nah ya…biarlah photo-photo di bawah ini bercerita sendiri….

Di sini Dj. dan Susi nungguin Daniel yang cukup lama, karena dia keliling dan ambil photo. Saat dia muncul kembali, kami merasa lega dan Dj. teriak….Haleluya…!!! Akhirnya kamu kembali lagi….!!!

Tau-tau dari belakang Dj. terdengar suara laki-laki dalam bahasa Jerman….Gott Sei Dank….!!! (Puji TUHAN….!!!). Saya kembali ke sini sudah ke tiga kalinya….!!!  Ke mana kamu tahun lalu…???

Dj. sampai kaget dan kami semua tertawa, karena dia melihat Dj. kaget.

Tapi segera dia minta maaf, karena dia juga kaget, begitu dengar ada yang berbahasa Jerman. Dia bilang, jarang ketemu orang Jerman. Hahahahahahahaha….!!! Rasa cape jadi hilang…..

Daniel benar-benar sangat tertarik dengan Borobudur. Dia pernah bikin “Referat” (projekt Presentasi) tentang Barobudur saat dia di SMA, yang mana dia hanya pelajari dari Google.

Tapi kali ini dia sudah bisa lebih mengerti karena sudah lebih dewasa dan melihat dengan mata kepala sendiri. Olehnya banyak sekali dia ambil photo dan kami hanya bersabar menunggu….hahahahaha….!!! Dan dengan kemauannya yang besar, kamipun turut bangga, jelas…!!!

Akhirnya, sampailah kami di tingkat yang paling atas, hatipun merasa puas, tidak harus naik lagi.

Dalam perjalanan selanjutnya, kami boleh mendapatkan rumah makan yang cukup bagus dan tenang. Dj. baru tau (baru dikasi tau) saat mau bayar, ternyata rumah makan ini sedikit unik.

Bukan “All You Can Eat”, Tapi boleh mengambil sebanyak-banyaknya dengan harga yang sama. Tapi hanya sekali ambil saja…. Tidak boleh bolak-balik….

Di Mutilan adik Dj. ingin makan getuk trio (kalau tidak salah), saat dia membeli dan Dj. mencobanya, kok lain dengan yang Dj. bayangkan sebelumnya, mungkin karena Dj. sudah kenyang…???

Saat kami mendekati kota Semarang dan kamipun melihat Ujung pagoda “Watu Gong” Pagoda yang sangat terkenal itu.

Nah ini photo-photo di Watu Gong dan maaf Dj. hanya bisa ambil photo saja dan tidak tau apa dan siapa. Yang Dj. anggap bagus maka Dj. jepret…!!!

Siapa tau dengan photo-photo ini, Aimee atau ada di antara sobat di BalTyRa ingin berkunjung ke sana. Bisa minta dianter dimas Josh Chen, Dj. yakin dia tau banyak tentang Watu Gong ini. Dj. hanya bisa mengagumi arsitektur dan karya seni di Pagoda Watu Gong ini.

Menjelang malam kamipun sampai di Ibis Hotel di Semarang, yang mana kamar kami menghadap ke arah Simpang Lima.

Walau masih dihalangi gedung, tapi masih bisa kelihatan. Dan sebelum istirahat, Dj. sempatkan menengok e-mail yang masuk di inbox.

Okay….

Banyak sudah photo-photo yang Dj. pamerkan, semoga tidak menjadi bosan ya….

Simpang Lima sudah semakin gelap dan mata Dj. sisa 5 watt lagi, ijinkan Dj. untuk mematikan LapTop dan beristirahat ya….

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa dan anda semua yang budiman, yang sudah begitu dengan sabar menanti, membaca dan melihat photo-photo yang Dj. pamerkan di sini.

Kiranya Kasih dan Berkat TUHAN, senentiasa menaungi kehidupan kita setiap hari.


Salam manis dari kami sekeluarga di Mainz.

Dj. 813

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

141 Comments to "Jogja – Semarang (Borobudur – Watu Gong)"

  1. Djoko Paisan  6 May, 2011 at 12:58

    Dewi Aichi Says:
    May 6th, 2011 at 07:25

    pak DJ, mohon ijin saya meminjam foto foto borobudur dari sini, untuk saya pamerkan ke teman teman di Brasil he he….pak DJ, kalau ada foto2 prambanan , saya juga mau dong dikirimi, dengan tujuan yang sama, mau pamerin negara Indonesia…

    Mbak DA….
    Dj. sampai kaget, lha wong oret-oretan lama kok mbak DA masih nengok….
    Kalau soal photo, silahkan saja mbak, juga yang Prambanan, monggo….
    Kan ada di oret-oretan yang sebelumnya, di Jogja ya ya ya….
    Walau tidak banyak photo Prambanannya, tapi ada

    http://baltyra.com/2010/10/01/jogja-ya-ya-ya/

    Salam manis dari Mainz

  2. Dewi Aichi  6 May, 2011 at 07:25

    pak DJ, mohon ijin saya meminjam foto foto borobudur dari sini, untuk saya pamerkan ke teman teman di Brasil he he….pak DJ, kalau ada foto2 prambanan , saya juga mau dong dikirimi, dengan tujuan yang sama, mau pamerin negara Indonesia…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *