25 Days (4 negara, 11 kota) – Part 1

Lani – Kona, Hawaii


Aloooooha! Senang berjumpa lagi dengan teman-temin di Baltyra.

Apakabar? Sehat, selamat, dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa semuanya? Itu harapan serta doaku dari KONA.

Kali ini aku ingin berbagi cerita tentang menghilangnya diriku selama 25 hari. Tulisan ini aku jadikan dalam beberapa bagian.

Aku menggunakan kata “menghilang” bukan “minggat” karena ada beberapa teman yang sempat aku pamiti, aku pesan jangan disebarkan di Baltyra, karena aku ingin bikin SURPRISED.

Jangan jengkel, sebel, yang penting aku muncul lagi dengan segudang cerita buat teman semua.

Kisah perjalananku kali ini tidak ada rencana sama sekali, ide datang secara tiba-tiba dan aku sanggupi undangan temanku juga secara tiba-tiba.

Baiklah aku mulai yuuuuuuuuk………………

Awal minggu di bulan Agustus, aku menerima email dari temanku, orang Indonesia asal Menado, yang menetap di BURGOS (kota kecil di sebelah utara MADRID, jaraknya kira-kira 3 jam naik bus antar kota), isi emailnya mengundangku untuk datang ke MADRID, menemuinya. Dengan alasan, sebut saja namanya “S” masih punya sisa liburan musim panas sampai awal bulan September.

Emailnya segera aku balas singkat saja, aku pikirkan dulu. Keesokan harinya tanpa ba-bi-bu, aku jawab: ok, aku datang……

Nah, aku jadi repot sendiri, semua temanku aku hubungi dengan mendadak, memang bukan hal yang perlu dicontoh, karena semua jadi ikut kalang kabut.

Aku tidak akan melakukan lagi hal seperti ini di kesempatan mendatang, harus direncanakan secara detail.

Akibatnya ada beberapa teman yang gagal tidak bisa menemuiku, karena berlibur tanpa rencana.

Kecewaaaaaaa itu sudah pasti.

Begitu aku menyatakan sanggup untuk datang, keesokan harinya aku ke travel agent, urus ticket karena digabung dgn mileage (frequent flyers) yang aku miliki harga ticket jadi murah sekali $ 1,050/round trip (SFO-Madrid-SFO). Sedang ticket selama keliling EU beli local, Madrid-Hanover-Brussels-Madrid (dengan stop over di Amsterdam) $ 611. Biaya keseluruhan total $ 1,661. Not bad at all.

Sebenarnya aku bisa mendapatkan harga ticket lebih murah untuk pesawat domestic $ 393 (Madrid-Hanover-Brussels-Madrid) akan tetapi pada saat itu saya belum mendapatkan konfirmasi dari semua teman apakah bisa ketemuan dengan mereka semuanya/tidak, jadi aku batalkan.

Itu merupakan kekecewaan yang kedua.


9 Agustus 2010: KONA – MAU’I – OAKLAND

Terbang dengan Hawaiian Airlines dari Kona airport jam 7:59pm stop over di Mau’i, connecting flight ke Oakland berangkat jam 9:35pm, selama penerbangan di dalam pesawat aku  menggigil kedinginan, aku panggil flight attendant untuk mengurangi kedinginan AC akan tetapi dijawab tidak bisa karena pesawat menggunakan AC central, badan rasanya meriang, aku sampai meminta 3 selimut tetep gak mempan melawan dinginnya AC, aku merasa tersiksa selama penerbangan 4 ½ jam.


10 Agustus 2010: OAKLAND

Tiba di Oakland airport keesokan harinya tanggal 10 Agustus jam 5:30am, dijemput oleh teman yang tinggal di Berkeley (Hawaii-California beda 3 jam, California lebih cepat). Begitu keluar dari airport brrrrrrrr……. dinginnya amiiiiiiir sampai ketulang sumsum busyeeet, hanya memakai light jacket.

Sudah dipesan teman di Spain tidak perlu bawa jacket/baju-baju tebal karena di Madrid panas sekali, lupa kalau sebelum sampai di sana masih harus lewat California. Pada dasarnya aku travel light, hanya membawa 1 bagpack, 1 carry-on bag, semua bisa ditenteng masuk pesawat, tidak repot check-in bag, menghemat waktu menghindari mampir di baggage claim.


11 Agustus 2010: BERKELEY

Tanggal 11 Agustus istirahat sehari di rumah teman yang tinggal di Berkeley (Oakland-Berkeley hanya 20 menit naik mobil).

Stop sehari sempat diajak ke farmers market, melihat semua sayuran, buah-buah-an, ada yang organic jelas lebih mahal harganya. Sangat menarik melihat buah-buahan dan sayuran beraneka warna, bentuk, bahkan ada yang bercampur warna karena hasil kawin silang. Sangat disayangkan lupa bawa camera tidak bisa ditayang di sini foto-fotonya.

Ada beberapa vendor yang menjual aneka bakery, bau harum segala macam roti, pastries, alamak bikin mata jelalatan dan perutku meronta-ronta….

Ditambah penjual makanan siap saji, saat ini sedang menjadi trend raw food = makanan serba mentah diolah menjadi aneka masakan, bisa disejajarkan dengan karedok atau salad.

Apalagi yang namanya tofu=tahu, boleh dikatakan orang Indonesia kalah, karena mereka olah dengan berbagai macam kreasi, bentuk, dan rasa, seperti smoked, dicampur dengan berbagai bumbu, sayuran. Saya sempat mencoba, beda, aneh, tapi enak hehehe.

Siang harinya kuajak pasangan bule temanku menikmati makan siang di restoran Indonesia di Berkeley “Jayakarta Restoran”. Kami pesan bento, makanan disajikan di dalam kotak panjang terbagi menjadi 3 bagian kotak-kotak. Sambil memamah biak hehe emank kambing, ngobrol kesana kemari mengingat sudah lama tidak berjumpa.

Sore harinya kami bertiga meluncur ke kota Foster City, janjian makan malam di restoran Italy bersama ex-bossku, malam ini aku menginap di rumahnya, karena ex-boss yang akan mengantarkanku ke SFO airport keesokan harinya, mengingat jarak rumah ex-boss dengan SFO dekat 20 menit naik mobil.

Jadilah kami ber-empat menikmati makan malam di restoran Itali, restorannya kecil saja akan tetapi makanannya boleh dipujikan, aku memesan eggplant parmesan, porsinya alamak gedeeeeee banget, sampai gak habis ya dibawa pulang.

Makan malam berakhir jam 8:30pm, aku berpisah dengan pasangan teman yang tinggal di Berkeley, ikut naik mobil ex-boss meluncur ke rumahnya.

Malam itu yang seharusnya segera tidur, mengingat keesokan harinya harus terbang jarak jauh, malah kebablasan ngobrol sampai hampir jam 1:00am dini hari. Karena tidak mau terlambat aku pakai alarm clock di-stel jam 5:00am, boleh dikatakan malam itu aku tidak bisa tidur nyenyak karena takut tidak mendengar alarm clock.


12 Agustus 2010: SFO – ATLANTA GEORGIA – MADRID

Aku terbang dengan Delta Airline, pesawat tinggal landas jam 8:35am pagi dari SFO (SFO-Atlanta beda 3 jam, Atlanta lebih cepat), mendarat di Atlanta-Georgia jam 4:22pm, begitu keluar dari pesawat huh! Panase rek, kebalikan dengan di Oakland dan San Francisco.

Di Atlanta ganti pesawat melanjutkan penerbangan ke Madrid. Airport di Atlanta luas, harus naik train shuttle untuk dan ke terminal lainnya, sempat deg-deg-an kalau nyasar ternyata penunjuknya jelas dan mudah untuk diikuti.

Di pesawat dalam perjalanan dr SFO-Atlanta dapat kenalan teman sederetan kursi, cewe bule yang pulang dari liburan di San Francisco bersama adik dan ibunya, dari ngobrol ternyata dia sedang sekolah perawat, diakhiri dengan saling tukar email address.

Kami berpisah di airport dan berjanji untuk saling kontak.

Jam 6:55pm dengan pesawat Delta perjalanan dilanjutkan menempuh 8 jam 40 menit menuju Madrid.

Seperti biasanya, dalam perjalanan terbang panjang begitu pesawat tinggal landas, aku langsung berusaha untuk tidur, tidak peduli nonton film, karena aku ingin sampai tujuan badan segar karena cukup istirahat.


13 Agustus 2010: HOLA MADRID

Pesawat mendarat dengan mulus di BARAJAS airport Madrid (dibaca Barahas), jam 9:35am. Karena tidak ada check-in baggage begitu keluar pesawat langsung menuju ruang kedatangan, sampai di luar teman sudah menunggu, senang sekali bisa jumpa lagi dengan “S”, saling peluk kencang, cipika-cipiki itu sudah satu kewajiban hahaha…

Hal pertama yang kami lakukan ke café shop, memesan kopi “café con leche” dengan pastry, sambil ngobrol sampai lebih dari sejam, baru meninggalkan tempat dengan menaiki metro/kereta bawah tanah, temanku dengan cerewetnya mengingatkan hati-hati entah sampai berapa puluh kali, karena di Madrid banyak tukang copet.

Sempat deg-deg-an, beradu kepinteran dengan sipencopet, menjaga jangan sampai kecopetan, barang penting aku taruh di dompet aku kalungkan di leherku, kupegang dengan kencang. Bagpack aku gendong, satu tangan menarik koper. Aku sudah siap-siap modal nekad untuk menyepak, menjotos, mencakar, kalau pencopet berani coba-coba menggerayangi cenayang von Kona wakakakak.

Bagpack juga sasaran empuk bagi pencopet, oleh karena itu isi bagpack bukan barang berharga, kalau mau dicopet silahkan saja karena isinya baju kotor ketika mampir di California hahahaha…

Tidak kebayang sama sekali, jika tidak ada temanku naik underground kereta bisa nyasar-nyasar, pertama, tidak ngerti bahasa Spanyol, kedua nama-nama tujuan yang sangat asing. Aku sangat beruntung didampingi oleh teman yang merangkap jadi guide, orangnya tegas, galak, sudah ketularan temperamen orang Spanyol gampang panas.

Keluar dari metro, masih harus jalan menuju ke hotel. Hal yang tidak pernah lupa pertama kali mendarat di Madrid, setiap kali bepergian selalu naik metro, karena di bawah tanah jadi tiap kali harus naik turun tangga yang sangat tinggi, atau pakai escalator, tidak ada lift, agak merepotkan kalau membawa koper, pernah sekali aku hampir kejlungup (translet sendiri ke bahasa Indonesia) karena antara kaki dan koper tidak berada dalam satu tapak-an escalator, kalau sampai terjatuh bisa jontor neh bibir sexy wakakakakak….

Temanku “S” telah booking hotel bintang 4 untuk 2 malam, Euro 50/malam. Begitu masuk ke dalam kamar, owalah-dalah cuma kayak gini to hotel berpangkat bintang 4? Buatku ini hotel sekelas Melati di Indonesia, masih untung kamar dengan twin bed, bersih, tidak berbau, hanya aku sempat liat karpet bolong, kelambu bolong, secara keseluruhan ok karena ruangnya luas.

Setelah selesai investigasi kamar, aku langsung mandi segeeeeeer terasa air yang mengguyur sekujur tubuhku setelah mendekam di pesawat hampir 15 jam, kualitas air juga berbeda dengan di Amerika, karena terasa melembutkan rambut, entah memang pada dasarnya begitu, atau karena alasan lainnya.

Setelah aku selesai mandi bebenah, kami langsung keluar jalan kaki ke centrum berbaur dengan turis dari manca negara, terasa matahari Madrid menyengat kulit, semua sudah aku balur dengan sunblock.

Seperti yang telah kuduga banyak bangunan kuno, di mana saja aku melangkah. Pusat kota ramai sekali dengan orang yang berlibur, turis dari mancanegara.

Banyak hostel bertebaran tersedia untuk turis kelas bag packer. Akan tetapi sebelum memilih menginap di hostel lebih baik check tarif hotel karena kadang tarifnya hampir sama atau bahkan tarif hotel lebih murah, kalau tarif hotel lebih murah, jelas pilih hotel.

Karena hostel kadang shared bathroom dengan tamu lain, bagiku itu big no-no, alasannya? Nggilani! Kamera ikut beraksi, jepret sana-sini. Di lapangan pusat kota dipasang baliho besar sekali mengiklankan film dengan judul SALT yang dibintangi oleh Angelina Jolie, sempat heran sebegitu terkenalnya si bibir tebal ini di Spain.

Gedung-gedung tua di Madrid, salah satu yang terkenal GRAN VIA (baca Gran bia)


Puas jalan kesana kemari berbaur dengan turis dari manca negara, perut minta diisi kami mampir ke restoran local mencoba TAPAS = makanan kecil/camilan segala macam seafood kebanyakan digoreng, dimakan dicocol dengan saus. Walau pilihan makanan lainnya ada seperti aneka salad, irisan olive, nampaknya buah olive memang merajai dan selalu tampil di mana saja kapan saja, karena memang Spain terkenal dengan perkebunan dan penghasil olive di bagian wilayah selatan.

Selesai makan dampaknya tidak kenyang saja, tapi juga eneg, serasa ingin muntah, karena makanan serba digoreng tadi.

Kami sempat keluar masuk toko/dept. store, untuk cuci mata/window shoping, barang buatan Cina hampir tidak ada, tidak seperti di America, mungkin dibatasi untuk masuk ke EU aku tidak tahu, yang menarik adalah model sepatu sandal yang sedang popular saat ini model tentara zaman Romawi, memang cocok untuk musim panas, karena serba terbuka, dengan ronce-ronce, kriwil-kriwil, tali-temali, rantai. Kelihatan sexy. Spanyol salah satu negara terkenal dengan merk sepatunya. Tapi semua mahal untuk ukuran dollar America, walau yang clearance sekalipun.

Dari hasil pengamatanku kurang dari sehari, kota Madrid menurutku ada beberapa kesan/catatan (ternyata berlaku untuk seluruh EU= European Union) :

*** orang diperbolehkan merokok di mana saja (terutama tempat yang menjual minuman ber-alcohol), hal yang menjengkelkan, menikmati makanan sambil membaui asap rokok. Ada beberapa tempat yang menyediakan tempat terpisah buat perokok.

*** peringatan, di mana saja, kapan saja sebelum meninggalkan hotel/rumah botol air harus diisi dengan air dari ledeng/tap, karena di manapun kita makan di café, restoran, jangan harap bisa minta air minum gratis! Harga sebotol air kecil saja paling murah Euro 2.00 gila bener (kurs saat itu 1 Euro = $ USD 1.25), bisa bangkrut hanya untuk urusan air minum hahaha

*** orang di Eropa lebih bebas dibanding dengan di Amerika, dalam artian tingkah laku pasangan baik tua, muda, diruang public dengan berciuman tidak hanya sekedar bibir saling tempel, tapi dengan penuh nafsu panas, garang, sangar, apalagi di taman-taman, bus, metro, di jalanan, mereka cuek bebek, tidak peduli dengan orang lain. Aneh tapi nyata, biasanya yang memulai duluan adalah ceweknya. Apakah ini satu bukti kesetaraan gender?

*** toilet mulai dari bandara dan di manapun tidak begitu bersih tapi jelas bandara Soekarno-Hatta masih kalah jauh kasian. Bukan itu saja, ketika flushing toilet, tidak lupa jadi perhatianku, ternyata airnya tidak berputar dari kiri kekanan atau sebaliknya, akan tetapi air keluar dari arah belakang atau depan, kalau tidak menyamping hehehe sampai segitu detailnya.

*** makan di mana saja tidak ada keharusan untuk memberi tip pelayan (kalau nekad mau kasih tip jelas tidak ditolak heheheh), karena tip untuk pelayan sudah dimasuk-kan ke nota pembelian, termasuk pajak penjualan. Pajak lebih tinggi dibanding dengan di Amerika, berkisar 15-19% dari total pembelian.

*** banyak orang Spanyol tidak mau, mengerti tapi tidak mau, tidak peduli untuk berbicara bahasa Inggris. Beberapa kali kualami mengajak berbicara bahasa Inggris, ditolak dengan mengatakan tidak mengerti, atau mereka ngerti tapi menjawab pakai bahasa Spanyol, yah sama aja bo’ong aku hanya bisa melongo dan mencari orang lain untuk bertanya, bahasa Spanyolku sangat terbatas: nada, Buenos diaz, manjana, adios amigos, mucho gracias senor/a, por favor, salida, uno, dos, tres, sala, si, picante, caliente, calor, aeroporte kkkkkk…

*** orang Spanyol terkenal kehangatannya, pertama kenal langsung cipika-cipiki sambil memeluk erat tidak peduli laki-laki/wanita. Aku mengalami sendiri dikenalkan oleh temanku ke temannya, temannya temanku laki-laki setengah tua, sampai kaget kelupaan pasang kuda-kuda bapak tuek itu langsung main peluk ketat, ceprat-ceprot di pipiku gilaaaaaa….

Maunya aku lap tuh bekas ciuman di pipiku, nggilani, jelas hal itu tak akan kulakukan kalau dicium oleh salah satu pemain bola pemenang World Cup, apalagi segantenk DV wakakakakak (saya yakin member Baltyra membatin dasar wong edyaaaan). DA pasti ngakak paling buanterrrrrr

*** kopi, pastries/roti, cake (baking stuff) best of the best dibanding dengan di America. Harga secangkir kopi juga lebih mahal dimulai Euro 3.25, aku tidak tahu apakah karena cara roasting/brew yang berbeda, atau cara penyajiannya, hingga aroma, serta rasa kopi di Eropa lebih legit, luget (kental?), nikmat tapi tidak terasa pahit. Padahal jelas biji kopinya sama-sama impor atau hasil perkebunan local.

*** sulit menemukan toilet umum, langgananku toilet di lantai bawah KFC gratis, bersih, kalaupun ada di tempat lain harus bayar, hehehe Indonesia dapat saingan, bedanya di Spain bersih dan tidak bau (karena bayar selalu dibersihkan)..

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

117 Comments to "25 Days (4 negara, 11 kota) – Part 1"

  1. Lani  4 February, 2011 at 23:09

    TRIANA : salam kenal………..
    Hi Lani, salam kenal dr Pulau Corsica
    tulisan kamu lucu juga..saya sampai senyum2 sendiri bacanya
    26 feb nanti saya ikut suami yg ada kerjaan di Madrid slama 1 minggu, nah during suami kerja..ak sendirian..
    kalau boleh..mbok ya saya dikenalkan dgn tmn km yg tinggal di Madrid, biar nantinya pas saya kesana kita bisa ketemuan, ngobrol2 atau jalan2 bareng..takut nyasar soalnya sendirian hehe
    makasi sebelumnya

    Triana
    ——————

    seneng bs nambah teman dr CORSICA……waaaaaah, itu lokasinya dimana ya? mohon dipersori ilmu buminya…..rodo ketinggalan……..apa itu jg msh di wil Eropa?

    nanti japri aja ya………

  2. triana  4 February, 2011 at 21:06

    Hi Lani, salam kenal dr Pulau Corsica
    tulisan kamu lucu juga..saya sampai senyum2 sendiri bacanya
    26 feb nanti saya ikut suami yg ada kerjaan di Madrid slama 1 minggu, nah during suami kerja..ak sendirian..
    kalau boleh..mbok ya saya dikenalkan dgn tmn km yg tinggal di Madrid, biar nantinya pas saya kesana kita bisa ketemuan, ngobrol2 atau jalan2 bareng..takut nyasar soalnya sendirian hehe
    makasi sebelumnya

    Triana

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *