Menunggu

Ilhampst


Aku menunggu dengan hati layaknya segara dilanda kemarau…
Tak sekarakterpun pesan singgah di ponselku.
Akankah pertemuan kan terulang?
Ataukah hanya kenyataan terlalu pedas untuk diucapkan?

Kemudian,

Dering ponsel membangunkanku.
Nada suara yang begitu kukenal, membalikkan duniaku yang kering.

Mendung hati berganti hujan menggantikan kerontangnya segaraku dengan siraman kesejukan dari langit…

Bulir-bulir kasih tumbuh dari sela-sela bongkah tanah basah. Disusul ilalang asa yang mengiringi bulir muda itu…

Sang Pembolak-balik hati t’lah menunjukkan kuasaNya.
DipertemukanNya aku dengannya.

Jika dua hati bertaut dan Sang Pembolak-balik hati berkenan merestuinya, maka tiada lagi yang tidak mungkin bagiNya.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.