Tetralogi Ryu

Wahyu Wibowo


BIDADARI CIHAMPELAS

Senja itu di suatu sudut kota bandung

Ketika mendung sudah tak dapat lagi tuk terbendung

Langkahku menghampiri keramaian cihampelas

Surga segala macam model pakaian jeans yang berkelas


Hujan yang datang memaksa sejenak langkahku terhenti

Berteduh dalam sebuah café kecil yang tertata rapi

Keramaian menjamu selera nampak jelas di sana sini

Segera kuhampiri sebuah bangku kosong yang belum lagi terisi


Setelah cukup lama termenung meneliti daftar harga menu yang tersaji

Segera kupesan semangkuk mie ayam dan sepiring oncom rasa sensasi

Sebuah pilihan yang cukup bijak dan sederhana saja kiranya

Maklumlah,arus di dompetku sedang di bawah rata rata


Sesekali sambil menanti pesanan datang kulihat kesibukan di toko jeans seberang jalan

Nampak jelas turis turis lokal begitu antusias berlomba berbelanja pakaian

Hmmmm andai saja saat ini dompetku sedang tidak terluka

Mungkin aku akan melakukan hal yang sama dengan mereka


Tiba tiba saja seorang bidadari berjalan tergesa melintasi jalanan

Berkaos hitam casual namun nampak begitu elegan

Kegelapan senja tak sanggup menutupi keindahannya

Terhampar memberi suasana senja warna yang sedikit berbeda


Hey…. Tunggu dulu… tapi ada sesuatu yang lain pada sosoknya yang menawan

Matanya yang sembab sepertinya menahan sebuah tangisan

Perlahan dia masuk ke café kecil tempat aku membunuh sepi

Dan duduk tepat disebelahku, satu satunya bangku yang belum terisi


Pipinya yang embem seperti bakpao terlihat sedikit memerah

Sesekali tangannya mengusap matanya yang terlihat sebah

Sepertinya dia sedang terluka patah hati….. ucapku dalam hati

Menjadi janda cinta memang sungguh memerlukan sebuah nyali


Hey… sekilas gaya poni miring dan kuncir rambutnya mengingatkan aku pada seseorang

Pun mata,hidung, pipi dan senyumnya hampir memiliki sebuah kemiripan

Seseorang yang selama ini asyik nongkrong di wall facebookku

Seseorang yang selalu berbagi cerita cerita seru dengan diriku


Apakah bidadari ini memang betul betul dia yach

Kukumpulkan semua konsentrasiku untuk mencoba mengingat lukisannya

Ingin rasanya menanyakan langsung hal ini kepadanya

Apa daya,aku malu dan segan tuk sekedar mengusiknya


Kulihat dia memesan makanan lumayan banyak

Patah hati memang kadang kala membuat kalori mudah terserap

Hmmm indahnya saat diam diam kunikmati pemandangan langka itu

Ketika mangkuk dan sendok garpu beradu disertai suara sesungukan yang memilu


Hingga akhirnya mangkuk bakso ketiga pun tandas

Semua tersapu bersih tanpa meninggalkan bekas

Sesekali dia melempar senyum padaku yang ternganga lepas

” Maaf mas…Maklumin ajah yach… bawaan perasaan nih ” katanya lugas


Perlahan dia mulai berkemas, bangkit dan berdiri

Meninggalkan diriku dengan segudang pertanyaan di dalam hati

Hey… belum sempat lagi aku tahu namanya

Dia telah lenyap ditelan keremangan senja


Untuk bidadari yang ada di cihampelas

Suatu hari nanti akan kucari dirimu yang hilang tanpa bekas

Sementara ini, biarlah aku tulis sebuah puisi tentangmu di catatan facebookku

Siapa tahu engkau membacanya sambil tersenyum tersipu sipu



WHEN SOMAD MEET RYU

Kunyalakan komputerku yang setengah remang remang

Karena monitornya sudah begitu lama dan usang

Hmmmm umurnya mungkin sudah tak akan panjang lagi

Mudah mudahan tidak meledak saat sedang aku pelototi


Kutekan keyboardnya yang lama tak terjamah dan sedikit berdebu

Bercak sisa sisa kopi masih lekat menempel disitu

Ketika secara tak sengaja tersenggol tertumpahkan

Melihat kecoa menyelinap di dekatnya diam diam


Tanpa berpikir lagi kumasuki sebuah situs pertemanan

Memasukkan password yang kuhapal dengan mata setengah memejam

Setelah cukup lama menunggu loading tuk membuka

Tibalah akhirnya di halaman berandaku yang penuh dengan warna


Ealah… “ Hari ini nyatet lagi di warung Mbok Helen idents…. Wuenak … Emphuk… Wareg  “ terbaca status dari Juned, teman masa kecilku

“ Apapun makanannya… yang penting ngopi dulu ah…” tulis tetanggaku kang El Arjawi yang jualan tahu

“ Ajojing di pantai yuuukk… sekalian nyari bule denmark “ ajak si dinda yang hobi kali naik getek sambil ber haha..hihi..huhu

“ atttiiiit gigi euy… kebanyakan ngunyah sagon nih“ ujar dishya febyan  sambil meringis tak tentu


Belum lagi status nissa camila “ lagi ngidam makan jengkol euy…sampe gatel gatel nih gigi ane”

Tak mau kalah faeydilla anna pun menulis “ nyobain sambel goreng duda sebelah rumah ah…cocolannya mantap gile “

Tanpa malu malu thalita menulis….” Bruuut..bruuut…bruuut…. hmmm baru dech terasa lega “

Sofia Katherine pun menulis… “ Aih mimpi apa semalam… hari ini eike digodain tukang becak….”


“ Nak lepak kat KL dulu ah… kat pasar seni… seronok nye duduk lepak kat situ tengok orang melukis…sambil bergayut mesra kat abang dan kunyah keropok lekor “ ujar zairaina

“ Ora di emek emek koq meletek dhewek ya… inyong ora paham…” keluh sophie katherine manja

“ Gagal maning son…gagal maning son… apes pisan dina iki….. “ kata sagitta yang baru pulang memancing di laut

“ Dasar kau keong racun… baru kenal koq ngajak kawin… “ sungut choco imudh dalam bahasa jepang berlogat semarang yang runtut


Kadang aku tertawa geli sendiri melihat hal hal konyol yang tertulis

Kadang juga merasa sedih saat teman menulis kata kata yang begitu miris

Selalu kutunggu update foto terbaru dari teman temanku

Agar kutahu seperti apa kisah mereka setelah jauh dari pandangan mataku


Hmmm mataku mulai menari nari mencari sosok yang kutemui minggu lalu

Setelah cukup lama meng klak klik akhirnya kutemukan juga profilmu diantara beribu teman temanku

Benar… ternyata memang dia yang kutemui hari itu…. Sosoknya persis sama

Ryu hatchie… hmmm entahlah kenapa ditulis namanya seperti begitu… mungkin hobi bersin bersin kali ya… ada ada saja


Hey…ada status yang menggelitik yang kutemukan di dinding profilnya

Tertulis lugas… “ minggu lalu ketemu pangeran di café…asyik banget kayaknya ngeliatin aku makan…tapi senyumnya kayaknya boleh juga tuh…. Kapan yach bisa jumpa lagi dia “

Waduh… apakah pujian itu khusus ditujukkan kepadaku… Somad. LELAKI GUANTENG ABAD INI…seketika pringas pringis bibirku

Sepertinya ada ribuan taman bunga yang terhampar begitu indah di dalam kalbu


Tiba tiba….. whuzzzzzzzz… Blep…blep…blep monitorku mendadak berasap banyak sekali

Seperti ada penyemprotan massal nyamuk demam berdarah saja di kamar ini

Gambarmu yang penuh pesona mendadak hilang dari layar komputer sepuh-ku

Meninggalkan omelan panjang yang tak menentu… “ Nasib oh Nasib mengapa begitu kejam kepadaku… “


Hmmm koq belakangan aku jadi suka lagunya Qiu9 yang berjudul SIANG MALAM

Seperti ada bunga bunga rindu yang tersimpan tak tersampaikan

Sebuah choco chip pun mulai tumbuh tanpa malu malu di dahiku

Mengalunkan getar getar dawai asmara tersyahdu yang kutahu


Kenapa hatiku saat ini selalu saja terisi bait bait gelisah yach

Tak beda jauh dengan perasaan kucing tetangga yang mau melahirkan anak di genteng sebelah rumah

Begini salah begitu salah….. macam ga ada kerjaan yang lebih penting saja

Apakah aku sedang terkena virus virus cinta yach… mantranya melekat terus di dada


Duh dah lapar lagi nih… padahal baru jam setengah sebelas siang… masa energi lontong pecelku hanya sampe segini aja hasil pembakarannya

Terpaksa… mau tak mau harus mencharger cacing cacingku lagi agar tak merajuk dan membuat paduan orkestra

Apa yach yang paling enak dinikmati di bandung selagi siang siang panas seperti ini

Sepertinya batagor di daerah BIP cukup menggugah simpul simpul selera dalam diri


Sambil berjalan, aku membayangkan nikmatnya batagor yang tersaji sempurna

Hingga ku sejenak terlupa untuk memperhatikan lalu lalang pejalan yang melaju tergesa

“ BRUGHHH .. “ tak sengaja badanku menyenggol sesuatu hingga terjatuh tak menentu

Seorang wanita cantik kini sedang memunguti belanjaannya yang berhamburan dengan wajah sedikit cemberut


Spontan kubantu dia memunguti barangnya yang kocar kacir sambil ikut menunduk

Hingga secara tak sengaja pandangan mata kami pun saling bertumbuk

“ KAMU… “ ujar kami setengah kaget hampir bebarengan

“ Senang dapat bertemu kembali denganmu “ ucapku untuk menetralisir keadaan


Ternyata memang Ryu hatchie, wanita yang kini kujumpa secara tak sengaja

Sambil makan batagor kita pun tak sungkan bertukar cerita dalam kehangatan suasana

Seperti dua orang kawan lama yang baru saja bertemu kembali

Pertemuan ini penuh diwarnai dengan keceriaan dan canda tawa di sana sini


Ryu… wanita asli wonogiri ( hmmm kayaknya sih…. Habis dia tak mau ngaku sih xixixixixi )

Ternyata lebih indah dan menyenangkan dari yang kuduga…. Hmmmm seperti seorang peri atau bidadari

Cantiknya, lembutnya, manjanya, galaknya, gokilnya begitu sempurna

Diam diam dihatiku tanpa dapat kucegah mulai tumbuh rasa suka kepada dirinya


Tak terasa tiga jam begitu cepat waktu berlalu

Kita terpaksa harus berpisah dulu hari itu

Setelah bertukar nomor HP dan data data diri lainnya

Kita pun melangkah menuju arah jalan yang berbeda


Oh Ryu… apakah dirimu memang tercipta untukku

Hingga jalan taqdir membawa langkahku dekat kepadamu

Hmmm perlahan hati ini pun mulai digoda satu rasa rindu

Tunggu aku Ryu… malam minggu besok… aku akan apel ke rumahmu



APEL PERTAMA

Berdiri di depan cermin yang sedikit kusam

Memandangi kegantenganku yang lumayan

Dengan rambut basah sehabis keramas tadi

Kukemas gaya jamsoy meniru bintang iklan di tivi


Kuambil jaket kulitku yang sedikit lusuh

Sedikit mirip james dean di era tujuh puluh

Kuminyaki dengan issey miyake agar sedikit wangi

Agar para penunumpang di angkot tak pada lari


Perfecto, sempurna sesuai dengan rencana

Kini tak ada gadis gadis yang tak tersipu aku sapa

Perkenalkan namaku Somad lengkap dengan huruf D

Meski isi dompetku terlalu sering… Capek Dech !!!


Akulah lelaki muda penuh dengan dinamika

Tak kenal lelah melukis indahnya dunia

Meski kisahku tersaji secara sederhana

Namun selalu saja penuh dengan balutan canda tawa


Jarum jam ditanganku sudah menunjukkan pukul tujuh malam

Saat yang paling baik untuk pergi pacaran

Bertamu kerumah gadis yang baru kukenal di cihampelas minggu lalu

Kalau tak salah…. Hmmmm nama panggilannya Ryu


Cukup jauh perjalanan menuju rumahnya

Yang beralamat dipusat sebuah kota

Sebuah kawasan yang cukup elite rupanya

Terlihat dari banyaknya mobil pribadi yang nongkrong disana


Akhirnya sampai juga pada rumah yang kutuju

Sebuah rumah yang pagarnya bercat warna biru

Entah mengapa mendadak hatiku tak karuan

Mungkin ada sesuatu yang tengah menantiku di dalam


Kuketuk pintu sekali dengan perlahan

Tak terdengar satupun suara suara sahutan

Akhirnya kuketuk lagi tiga kali dengan penuh keyakinan

Dan mulailah terdengar adanya tanda tanda kehidupan


Sebuah seruan menyuruhku menunggu sebentar

Suara langkah kaki yang berat semakin lama semakin terdengar

Berderak suara anak kunci berputar perlahan

Dan sebuah kepala laki laki setengah baya tiba tiba muncul dari dalam


Lututku bergetar hebat bukan karena menahan lapar

Jantungku berdebar kencang dengan tatapan mata nanar

Mendadak kelu lidahku dan kering kerontang tenggorokanku

Melihat tongkrongan bapaknya yang baru saja membuka pintu


Badannya yang tinggi besar penuh dengan otot kekar

Kumisnya yang melintang membuat penampilannya semakin gahar

Suaranya yang berat begitu terdengar sangar menggelegar

Pandangan matanya tajam menatapku yang berdiri setengah gemetar


“ Cari siapa nak “ tanyanya penuh dengan kata kata selidik

Sesekali biji matanya melotot setengah mendelik

Ciut nyaliku untuk bertemu dengan pujaan hatiku Ryu

Mendadak hilang rinduku tersapu berjuta keringat dinginku


Tapi jangan panggil aku Somad, lelaki paling ganteng abad ini

Lebih ganteng dari jerry yan yang dulu sering nongol di tivi

Pantang bagiku pulang sebelum sukses bertamu

Kuputar otakku mencari cara cara lihay terjitu


Singkat cerita aku berhasil melewati rintangan tahap pertama

Aktingku mampu sedikit melunakkan hati bapaknya

Untung saja sebelum kemari aku sempat membeli buah tangan martabak bangka

Salah satu makanan favorit dari ehem ehem…. Sang calon mertua


Tapi tak semudah itu aku bisa langsung bertemu Ryu

Sebuah papan catur yang tersusun di meja sudah menantiku

Aku harus mampu mengalahkan terlebih dahulu bapaknya

Bila masih punya keinginan berkenalan dengan putrinya yang cantik jelita


Wow cukup tangguh juga bapaknya main catur

Lima kali juara kampung tak pernah sekalipun mampu tergusur

Aku harus sepintar anatoly karpov kali ini

Untung saja senyum Ryu dari balik jendela terus menyemangati


Bidak bidak catur berpindah dengan cepatnya

Semua diiringi pemikiran mendalam serta logika

Saling beradu strategi bak ahli perang saja

Tak terasa satu jam berlalu dengan cepatnya


Hingga akhirnya pertempuran ini harus berakhir seri

Prajurit prajuritku mengurung rajanya tak bisa lari lagi

Terperangah bapaknya melihat apa yang sedang terjadi

Sambil terus memikirkan langkah langkah antisipasi


Akhirnya aku diijinkan bertemu dengan putrinya

Meski waktuku hanya satu jam saja

Tak apa… itu sudah lebih dari cukup untukku

Untuk mengenal pribadinya lebih jauh


Kuhabiskan waktu bercengkrama dengannya

Berbagi kisah dalam balutan canda dan ceria

Tak sekali kubuat pipinya bersemu merah jambu

Saat kugoda dia dengan cerita cerita lucu


Senang rasanya melihat bening dimatanya

Seperti ada keramahan yang memancar bercahaya

Meski kadang dia juga suka cemberut

Membuat pipi embemnya semakin endut


Tak terasa satu jam begitu cepat berlalu

Terdengar suara berat berdehem dehem dari balik pintu

Hmmm sudah saatnya aku harus berpamitan

Karena waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam


Aku berjalan pulang dengan hati riang gembira

Hari ini Somad berhasil sukses dengan apel pertama

Meski rintangan yang kuhadapi tak pernah terbayang sebelumnya

Aku berhasil menaklukannya dengan begitu sempurna


Ryu… minggu depan aku pasti akan datang lagi kerumahmu

Membawakan martabak bangka kesukaan bapakmu

Bermain catur lagi untuk selalu dapat bersamamu

Membawa semua rindu yang kini tumbuh dalam hatiku



RYU… AKU SUNGGUH MENCINTAIMU

Hmmm kuraba tepi mimpiku

Masih bercerita tentang indahmu

Seakan enggan tuk beranjak pergi

Ketika hari semakin menjelang pagi


Masih terbaca pertemuan kita

Dua hati yang mencoba memadu renjana

Meletakkan pijar pijar harap bersamanya

Semoga kehadirannya memberikan sebuah makna


Masih terbaca kelucuan kelucuan yang tercipta

Pertemuan antara diriku, Ryu dan bapaknya tercinta

Suka duka apel pertama yang tak ternilai harganya

Tak ingin kutukar dengan apapun yang ada di dunia


Yupss… akulah Somad, lelaki paling beruntung di negeri ini

Bisa kenal dan mendekati hati seanggun milik Ryu hatchie

Wanita terindah di seantero jagad raya

Namanya abadi di hati berjuta para pemujanya


Kini ada ritme baru di hidupku

Sebuah nafas yang membuatku ceria selalu

Senyuman kini tak pernah lepas dari bibirku

Sebuah semangat untuk menyambut hari yang baru


Duh sudah jam 4.30 pagi hari lagi

Saatnya memulai aktivitas kembali

Menantang teriknya matahari

Demi menyambung nafas hari ini


Yeah… seperti inilah cerita orang lapangan

Bertemankan peluh keringat yang bercucuran

Tapi aku bangga dengan semua kerja kerasku

Daripada menjadi koruptor yang tak tahu malu


Hmmm kunikmati kudapan pagi hariku lontong sayur yang sempurna

Cukuplah tuk mengganjal perutku yang sedikit kendur untuk siap bekerja

Aku siap menyambut datangnya hari ini… apapun itu yang terjadi

Menjemput semangkuk impian untuk kuraih dan kunikmati


Tut..tuttut..tuttuttut… nada dering sms pun berbunyi

Hmmm dari Ryu hatchie…sang pujaan hati

Bapaknya menitipkan sebuah salam untukku rupanya

Mengajak bermain catur lagi…. DITUNGGU pakai SEGERA


Yeah… kalau sudah rejeki Somad mah tak akan lari kemana

Sebuah jalan untuk lebih dekat dengan Ryu pun semakin terbuka

Kuucap beribu syukur tiada terkira kepada TUHAN Yang Maha Esa

Untuk sebuah restu yang kini tersaji di depan mata


Aku berjalan sambil bersiul lagu ungu terbaru

Sama seperti nada nada hati saat ini yang memeluk bahagiaku

Ada dirimu Ryu di semua tempat yang ku pandang

Menumbuhkan sebuah rasa rindu yang menenangkan


Untunglah saat ini baru awal bulan gajian

Hingga arus di dompetku masih cukup lumayan

Tak perlu risau memikirkan apa yang akan terjadi

Saat aku pergi bertandang kerumah Ryu nanti


Seperti biasa, Jamsoyku tak akan pernah lupa kutata

Menambah percaya diriku di depan calon mertua

Tak lupa mampir dulu ke tempat penjual martabak Bangka

Memesan martabak nangka untuk bapaknya Ryu tercinta


Tak terasa langkah kaki telah sampai di depan pintu pagar

Dari celah celahnya terlihat sosok bapaknya samar samar

Tengah bercengkrama dengan burung beo kesayangannya

Menurut cerita Ryu…. Itu si jabrix pandai bicara dan meniru suara


“ Eh nak Somad… mari masuk…sudah bapak tunggu sedari tadi…. Kita lanjutkan pertempuran yang kemarin….. sebentar bapak ambil papan caturnya dahulu “

“ He he he…. Penasaran yah pak sama remis kemarin… boleh pak… oh iya ini martabak nangka buat bapak… special nomer satu… “

“ Hmmm… bukan sogokan khan hehehehehe…. nak Somad tahu saja makanan favorit bapak… oh iya nanti sekalian bapak panggilkan Ryu buat menemani kamu…. Dia sedari tadi resah menunggu “

“ terima kasih pak… Bapak pengertian sekali…. Tahu saja kalau sebuah hati tengah memendam rindu “


Tak lama bapaknya keluar membawa papan dan bidak bidak catur

Melangkah disampingnya seorang bidadari dengan pesona senyum yang indah bertutur

“ Ryu… kamu boleh duduk di sini menemani… tapi dengan syarat kamu harus tenang dan tidak boleh berisik….. mengerti kamu nduk… “

“ enggih pak… Ryu manut wae…. “ ucapnya dengan wajah malu malu sedikit menunduk


Dan pertandingan catur pun dimulai… bidak bidak catur beralih posisi cepat sekali… dalam pertarungan strategi beda generasi

Tak terasa sudah 45 menit waktu berlalu…. Namun tak juga pertandingan berhenti

“ Hmmm aku harus bisa mengambil hati bapaknya…. Biarlah sesekali ini aku mengalah saja…. “ ucapku dalam hati

Dan setelah itu sengaja kubiarkan pertahananku sedikit mengendur agar permainan ini cepat berakhir sampai disini


“ SKAK MAT… “ ujar bapaknya girang sambil tak henti henti tersenyum ke arahku

Pura pura serius… kuperhatikan bidak bidak catur miliknya yang mengurung rajaku….. “ hmmm iya pak hari ini bukan hari keberuntunganku “

“ nak Somad… tumben hari ini loyo banget…. Seperti orang sedang jatuh cinta saja…. “ ucap bapaknya bercanda

Seketika pipiku dan pipi Ryu bersemu merah…. Idiiih Makin kompak aja nih kelihatannya

“ ya sudah bapak yang sudah tua masuk kedalam dulu…. Mau makan martabak nangka kesukaanku…. Ingat dua jam saja yach…. Kalau kemalaman takutnya nanti tetangga menggosip yang tidak tidak…. Khan itu bahaya…. “

“ iya pak…. Terima kasih untuk permainan caturnya….” Ucapku penuh dengan tata karma

Hmmm… Ryu…. Sekarang just the two of us….. hanya tinggal kita berdua saja

Waktu yang tepat untuk bertukar rindu dan berbicara dalam getar getar nada cinta


Akhirnya dua hati itupun saling mengisi dan berbagi

Bertukar rasa dalam romantisme tersendiri

Cahaya bulan membuat suasana semakin indah saja

Mirip dengan cerita cerita novel cinta yang kami baca


“ Ryu…. Bolehkah aku berkata jujur kepadamu…. Tentang apa yang kurasa dan engkaupun tahu itu “

“ hmmm aku telah jatuh hati kepadamu sejak pertama kali melihatmu dahulu “

“ saat engkau habiskan 3 mangkok bakso di kafe itu tanpa ba bi bu “

“ hmmm…. Ryu….. dari lubuk hatiku terdalam…. Aku hanya ingin bilang…. Ryu…. Aku sungguh mencintaimu…….


Sejenak tak ada kata kata yang tercipta sesudahnya

Hanya pandangan mata kita yang berbicara mencari kejujurannya

Suasana pun mendadak menjadi hening dan sunyi

Tiba tiba…… “ BERPELUKAN…… Ryu….. AKU MENCINTAIMU…… PLEASE DECH AH JANGAN LEBAY….. “ ih dasar si jabrix kurang ajar….. kata Somad dalam hati


Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.