Semarang

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


Hallo Dunia BalTyRa….

Dj. harap, anda semua ada sehat dan bahkan ada di bawah naungan Kasih dan Berkat TUHAN Yang Maha Pengasih. Okay, agar tidak banyak bertele-tele, maka perkenankan Dj. menceritakan perjalanan mudik 2010 ini, saat kami di Semarang.

SEMARANG….!!!

Ya Semarang adalah kota kelahiran Dj. dan semua saudara-saudara kandung Dj.

Walau saat umur 12 tahun, Dj. tidak lagi ada di Semarang, bagaimanapun kota Semarang adalah kota yang penuh kenangan. Seperti cinta pertama yang tak mungkin Dj. lupakan. Jadi, ke Semarang adalah wajib, hukumnya, tidak boleh tidak.

Walau Dj. dilahirkan di kampoeng, olehnya Dj. sangat senang kalau bisa blusukan ke kampoeng bersama Susi dan anak-anak untuk menunjukan di mana dulu Dj. bermain, cari jangkrik, ngejar, main Stein (kelereng) layangan atau cari kodok ijo, untuk dijual ke restaurant dan lain sebagainya. Karena kenakalan Dj. maka di kampoengpun, Dj. cukup dikenal, tapi saat ini tidak oleh anak-anak mudanya, itu jelas.

Susi ikutan blusukan di Kampoeng, bertemu dengan teman masa kecil yang tetap tingal di kampoeng.

Okay….

Perjalanan Jogja – Semarang sudah anda baca dan sekarang, sampailah kami di Semarang. Dan setelah cukup istirahat semalam dan sarapan yang cukup, maka dengan tenaga baru kami mulai mengarahkan perhatian kami, apa yang kami ingin lihat di Semarang hari ini….???

Puji TUHAN….!!!

Dapat Informasi, kalau ada perayaan di Sam Poo Kong, jadi adalah satu kesempatan yang indah bagi kami. Sayang kami datang terlalu pagi, jadi belum ada apa-apa, yaaaaah… hanya lihat-lihat halaman Sam Poo Kong. Tapi sebelum ke Sam Poo Kong, wajib menikmati mendut , kue mangkok dan yang lainnya (jajanan pasar) yang sangat lecker…yang dibawa adik Dj. ke Hotel.

Entah apa arti tulisan di bawah ini, mungkin dimas Josh Chen yang ngerti.

Untuk pertama kalinya Susi melihat lilin yang lebih besar dari dirinya.

Setelah puas melihat Sam Poo Kong, maka kami sedikit putar-putar kota Semarang…..Tugu Muda, walau sudah cukup tua….hahahahaa….!!!

Lawang sewu (1000 pintu) di gedung ini, yang katanya banyak sekali penghuni yang hanya kadang-kadang muncul, seperti temannya ChiNon….hahahahaha…

Kami kembali dekat Hotel, yaitu ke ” Ciputra Mal ” dan Daniel membeli satu blangkon lagi di toko Batik Keris.

Kaka Dj. menawari Susi teh di tas kresek, Susi jadi penasaran, teh macam apa ini…??? Setelah ada di tangannya, dia tertawa…..hahahahaha…. (maklum belum pernah lihat).

Tapi Dj. dan Daniel, lebih memilih coca-cola dan kentang goreng di Mc. Donald….

Sayang Mc. Donald tidak jual pisang goreng….hahahahaha….!!!

Daniel sedikit salah tingkah, karena dia tahu banyak cewe yang memperhatikannya.

Saatnya Susi dan Daniel Creamsbath dan mereka sangat menikmati. Bahkan sesampainya di Mainz, masih jadi bahan cerita, bagaimana enaknya hidup di Indonesia. Bisa dengan murah setiap hari memanjakan diri dengan creamsbath atau yang lainnya.

Malam harinya, kami dapat undangan makan malam di “Marina” dari satu keluarga yang pernah cari S3 di Mainz. Nah di sini, makanan laut bisa makan sepuasnya.

Larut malampun tiba dan kami sudah sangat cape, olehnya, pulang ke Hotel dan langsung tidur, bleg seg…!!!

Keesokan harinya, kamipun dikagetkan dengan suasana yang cukup rame, saat Dj. lihat keluar, dari jendela. Di Simpang Lima, sangat buanyak manusia, ada apa gerangan….???

Dj. langsung gedor kamar Daniel yang tidur satu kamar dengan adik Dj. agar segera bangun. Setelah mandi, maka tanpa sarapan, kami semua ke Simpang Lima dan ingin tau apa yang terjadi di sana. Walau adik Dj. sudah memberi tau, kalau ada pasar kaget, tapi kami masih penasaran. Buanyak sekali photo yang Dj. ambil di Simpang Lima, tapi hanya beberapa saja yang Dj. kirim, sebelum dimarahin oleh dimas Josh Chen…hahahahaha….!!!

Saat keluar dari hotel, kami sudah mendengar suara yang cukup keras, ternyata ada Drummband anak-anak…

Tidak mudah menyeberang ke Simpang Lima, karena yang berjualan ada di tengah-tengah. Daniel sangat menikmati suasana yang rame, tidak ada sepeda motor atau mobil yang mau memberi kami jalan, jadi adik Dj. (bertopi merah) yang nekat, walau dengan sedikit rasa takut, pelan-pelan maju ke depan.

Setelah sampai di pusat pasar, maka suasana semakin menyenangkan, seperti di pasar loak di Mainz.

Daniel membeli tasbih, dia melihatnya hanya sebagai kalung yang sangat menarik perhatiannya.

Ada yang jualan gitar, dari jauh kelihatan bagus, tapi setelah dilihat dari dekat….

Hhhhhhmmmmmm…..sangat disayangkan….

Yang seperti ini, jelas di Mainz tidak ada, bisa dilaporkan green peace dan polisi akan datang. Karena binatang di Jerman sangat dilindungi.

Akhirnya setelah cape, walau belum semua dilihat, kami harus pulang ke hotel untuk sarapan dan saat untuk pergi menengok anak-anak asuh.

Sarapan di Ibis Hotel di Semarang sedikit unik, karena setiap tamu ditawari jamu dan yang nawari masih muda, dengan kebaya, kelihatan sangat cantik.

Mungkin ini ciri khas dari Semarang, karena orang Semarang senang minum jamu.

Bersama anak-anak asuh di KFC, bersama beberapa orang tuanya. Senang rasanya berkumpul dengan mereka da mendengarkan cerita senang dan keluhan mereka. Puji TUHAN…!!! Satu di antara mereka malah sudah kuliah.

Saat membelikan sepeda untuk salah satu anak asuh.

Tau-tau HP Dj. berdering dan mas Handoko sudah nunggu di Ibis Hotel. Langsung Dj. panggil Taxi. Setelah sebentar ngobrol di Lobbi Hotel dengan mas Handoko dan keluarganya (yang extra datang dari Solo), maka kami melanjutkan obrolan kami ke Ciputra Mal di salah satu cafe.

Senang sekali, mas Handoko mau menyempatkan waktu bersama istri serta putra-putri dan keponakan untuk menemui kami. Mas Handoko, seperti yang Dj. bayangkan, gagah, tegap dan tegas….!!! Istri mas Handoko yang sangat ramah dan selalu senyum manis.

Dj. melihat satu keluarga yang sangat harmonis, anak-anak yang sedikit pendiam dan tenang.

Belum lama ngobrol sama mas Handoko, HP Dj. berdering lagi dan dikejutkan dengan suara “Mang Ucup”

M.U. :  Dj. ada di mana…???

Dj.   : di Ciputra Mal di Cafe. (dalam benak Dj. , darimana dia tau kami ada di Semarang dan nr. HP Dj..??? ?

M.U. : Okay, kami segera datang…!!!

Tak lama kemudian rombongan mang Ucupun sampai di Mal bersama kami. Olehnya semakin ramelah kami di cafe…  Maaf wajah mas Ucup Dj. kasi buram, karena sdh dipesan, dia tidak mau diperlihatkan dimana saja, hanya untuk orang yang di Mal saat itu saja…hahahahaha…!!! Dia tau benar, kalau Dj. suka nulis di BalTyra dan dia kenal kami sangat baik, karena kami sering saling mengunjungi.

Bersama keluarga mas Handoko dan istri mang Ucup.

Sangat disayangkan, belum puas ngobrol dengan mas Handoko, tapi mas handoko sekeluarga sudah harus kembali ke Solo lagi. Kami sangat bersyukur, karena hanya karena kami, mas Handoko sekeluarga mau cape-cape dari Solo ke Semarang pp.

Dj. tak habis pikir, mengapa ada orang yang mau bercape-cape hanya untuk ketemu dengan Dj. Di sini Dj. patut mengucapkan buanyak-banyak….

TERIMAKASIH  MAS  HANDOKO….!!!!

Hari ini cukup banyak yang kami kerjakan, sehingga cukup terasa di betis kaki kami.

Ingin rasanya istirahat di hotel, baru juga mau membaringkan badan, HP Dj. berdering lagi dan ternyata kakak Dj. yang ingin mengundang kami makan malam.

Setelah mikir kiri kanan dan sedikit menawar, kalau mungkin yang dekat dengan hotel saja, karena Dj. tau, kalau jauh hanya lama dalam perjalanan (belum kalau macet).

Puji TUHAN….!!!

Persis di depan Ibis Hotel, kalau keluar dari Hotel, ke kanan sedikit, ada restaurant yang cukup lumayan, dengan bangunan rumah bambu dan namanya ” Restaurant  Lombok Ijo “, ternyata banyak juga bule yang makan di sana. Dan menunyapun cocok dengan lidah kami, ayam kampoeng goreng, tempe dan tahu goreng, sayur asem dan banyak lagi….. yang jelas semua enak….juga ada sate….(dasar Dj. rakus) hahahahaha….!!!

Karena tidak jauh dari hotel, maka setelah kenyang, kami kembali ke hotel dengan mata sudah sisa 5 watt lagi. Tau-tau Daniel gedor kamar kami dan cerita di kamarnya ada cicak….hahahahahaha…!!!

Dia sangat senang dan ingin dibawa ke Jerman, sayang cicaknya lebih lincah dan segera menghilang di balik gorden. Kami semua mencari, tapi tidak melihatnya lagi, hanya sisa photo yang dia ambil sebagai kenangan. Maklum di Jerman tidak ada cicak….kasihan ya, orang Jerman tidak kenal cicak….hahahahaha…!!!!

Okay…pengasuh BalTyRa dan anda semua, Dj. rasa ini cerita yang paling panjang, padahal tadinya ingin bikin yang pendek saja, ternyata tidak bisa…maaaaaf….!!!

Maaf juga bila banyak kata-kata yang tidak pada tempatnya atau kurang berkenan ya.

Terimakasih kepada pengasuh BalTyRa dan anda semua yang telah bersabar membaca oret-oretan Dj. ini.


SEMOGA  KASIH  DAN  BERKAT  TUHAN , SELALU  MENAUNGI  KITA SEMUANYA….!!!!

Salam manis dari kami sekeluarga di Mainz.

Dj. 813

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

244 Comments to "Semarang"

  1. Dj.  21 March, 2012 at 16:15

    lostgior Says:
    March 21st, 2012 at 05:29

    Semarang……
    kota yang panas…..
    tapi memiliki sejuta pesona dan kenangan manis…..
    ——————————————
    Lostgior….
    Terimakasih sudah mampir….
    Tidak disangka, masih ada yang mau mampir….
    Benar memang, walau panas, tapi yang namanya kampoeng halaman, ya tetap ngangeni.
    Banyak bahkan sangat banyak kenangan masa kecil, yang tak mungkin terlupakan.
    Salam,

  2. lostgior  21 March, 2012 at 05:29

    Semarang……

    kota yang panas…..

    tapi memiliki sejuta pesona dan kenangan manis…..

  3. Dj.  11 March, 2012 at 22:59

    Mas AT….
    Matur Nuwun mas, juga asal Semarang ya…???
    Nah ya, maklumlah…. di Jerman tidak ada cicak, baik istri, pun anak-anak senang melihat cicak.
    Mereka anggap binatang yang aneh dan lucu.
    Siapa tau nanti awal Agustus kami akan ada di Semarang lagi.
    Bahkan akan tinggal di Ciputra Hotel.
    Salam Sejahtera juga dari Mainz.

  4. Awan Tenggara  11 March, 2012 at 20:39

    Jadi ketularan bahagia saya membaca catatan perjalanan pak Dj dan foto-fotonya. Rasanya juga geli sendiri melihat mas Daniel menggedor2 pintu hanya untuk memperlihatkan seekor cecak haahahaha,

    keluarga yang harmonis, ya pak

    salam sejahtera dari Semarang

  5. Djoko Paisan  31 March, 2011 at 22:13

    Maaf Tjen…
    Ada yang lupa….
    Terimakasih untuk kiriman photonya yang sangat bernostali…

  6. Djoko Paisan  31 March, 2011 at 22:11

    Hallo Hau Tjan Tjen….
    Terimakasih sudah mampir….
    Mudah-mudahan satu saat bisa sampai di Purwokerto….
    Salam Sjahtera dari Mainz….

  7. Hau Tjan Tjen  31 March, 2011 at 20:01

    Kisah perjalanan Anda ke kampoeng halaman yang sangat menyenangkan. Bisa dibikin “wahre Geschichte” ya pak Djoko. Kapan2 kalau Urlaub lagi, mampir ke kota kripik Purwokerto.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *