Ketika Keluh Memadati Langit Jakarta

Galuh Chrysanti


Hari Senin pagi, di sebuah kota bernama Jakarta…

Syahdan,

Hari itu majelis malaikat terasa sesak…

Langit penuh dengan keluhan penghuni bumi , kesah yang mulai merambat naik.

Diutuslah sesosok malaikat untuk melihat,

Apa gerangan yang sedang terjadi…

Pertama, lekat ia menatap seorang eksekutif, yang mengeluh pada sopir
sedan mewah ber-ac miliknya…

“MACET, MACET. MACET , bisa terlambat meeting saya…”

Di samping mobil nan sejuk nian,

Terbuka lebar kaca jendela mobil keluaran 80an,

Pengendara yang kepanasan rupanya,

Rutukannya juga naik ke angkasa.

Sedang,  di bis kota, sesak seperti kaleng sarden,

penggunanya tentu duduk di bangku yang tak nyaman,

“Sempit, “ gerutu mereka.

Padahal  di sisi mereka bergelantung, penumpang yang tak kebagian bangku.

“Pegal,” kesal mereka.

Ada juga yang terpaksa berdiri, padahal belum sarapan.

“Lemasnya..” mereka mengaduh.

Lalu malaikat menoleh ke pinggir jalan,

Sederet wajah tampak tegang,

Karena belum kebagian angkutan.

Semua mengeluh…

Juga mereka, yang selamat dari kemacetan..

Tinggal di rumah, karena belum dapat kerja…

Tak tau harus mengerjakan apa,

Atau dapat uang dari mana…

Uugh…

Aduuh…

Dan malaikat pun tercenung…

Jika saja mata hatimu, kau gunakan untuk merunduk ke bawah,

tentu syukurmu tak terkubur,

bahkan oleh macet senin pagi ini…

Langit Jakarta, kian sesak baginya…


Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.