Go and Taste St. Louis

Hariatni Novitasari


Setelah sebulan lebih di Saint Louis, akhirnya baru bisa jalan-jalan di down town. Banyak sekali alasan penundaan. Yang awalnya karena puasa, terus teman yang diajak tidak bisa, atau yang paling parah cuaca buruk.

Berawal dari Jum’at malam, ketemu sama Patience, teman kuliah di gtalk secara tidak sengaja. Iseng tanya dia ada rencana apa weekend. Biasanya, setiap hari Minggu Pat dan aku selalu saja berada di lab untuk bikin tugas Statistik. Karena weekend ini free dari tugas Statistik, kemungkinan dia ada rencana, dan kalau mungkin aku mau join. Dia bilang akan pergi dengan anak-anak Provincial Housing (satu dari beberapa apartemen milik kampus) untuk melihat acara Taste of Saint Louis.

Kutanya dia, acara apaan itu? Dia malah bilang, kamu sekali-kali harus memperhatikan papan pengumuman biar tahu pengumuman acara terbaru di kampus. Jujur, kadang aku jarang-jarang memperhatikan papan pengumuman. Googling saja, kata Pat pada akhirnya. Akhirnya, kutanya saja sama si Oom Goog. Nah, setelah tahu acaranya apa, aku tanya Pat dia berangkat jam berapa karena aku juga tertarik untuk datang.

“Jam 1 bareng dengan anal-anak  Residential Life. Kita balik jam 3.” Karena aku jam 4 sore ada pengajian di Cypress, takutnya tidak bisa kekejar. Aku tawarkan alternatif.

“Bisakah kita berangkat lebih awal, semisal jam 12?” usulku.

“Tidak apa-apa, tapi aku tidak tahu detail tempatnya. Kalau bareng anak-anak Residential Life kan enak, sudah ada yang mengkoordinir” sambung Pat. Aku bilang sama Pat, tempat itu bisa ditempuh dengan metrolink. Deal. Kita janjian akan bertemu di UMSL South Station.

Sabtu pagi, cuaca sudah mulai jelek. Mendung dan dingin. Aku sampai agak menggigil waktu jogging pagi padahal jam sudah menunjukkan jam 7. Jam 10 malah hujan turun. Lalu, aku telepon Pat untuk memastikan ketemu di mana. Rencana bergeser dari aku samperin dia di stasiun hingga akhirnya ke asrama dia di University of Meadows. Sampai kita berangkat jam 12 siang, masih mendung dan sangat dingin. Ketika kita jalan Pat tanya, kita turun di stasiun mana.

“Ada dua pilihan, turun di Civic Centre atau di 8th and Pine Station” jawabku copas dari website.

“Lha kok bisa sampai di dua stasiun?”

“Wah, aku tidak tahu. Mungkin tempatnya luas sampai bisa menghubungkan dua stasiun.” Jawabku ragu. Pat jadi mulai ragu.

“Ayolah, kita pergi dulu ke Perpus, kita cek dulu acaranya”

“Kita bisa pakai dari hand phoneku” jawabku, karena sebenarnya malas ke Perpus. Lagian akan memakan waktu juga. Tapi, aku mulai agak kuatir juga, jangan-jangan aku salah baca dan salah direction. Gaswat nih, sama teman soalnya. Karena kadang aku nyasar juga. Tapi kalau sendirian tidak masalah. Aku ingat salahku baca petunjuk dan tempat untuk Sholat Ied. Yang membuat kita nyaris Sholat in the middle of nowhere.

“Sudah, kita bisa turun saja di Civic. Lalu kita eksplore sekitar. Kalau ternyata kita salah, kita bisa balik lagi ke stasiun. Kamu tidak keberatan kan kalau kita tersesat?” aku bilang begitu pada Pat akhirnya.

“Ah, tidak apa-apa. Kita cari apa saja yang dekat di sana” Akhirnya, aku lega juga.

Tidak lama kita menunggu, akhirnya datang kereta api jalur merah jurusan Shilloh-Scott. Untuk sampai ke Civic Centre, kita harus melewati 7 stasiun metro lainnya, dan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit. Karena kereta ini satu arah dengan Busch Stadium, banyak orang-orang di dalam metro pakai kaos merah. Mereka adalah para pendukung Saint Louis Cardinal, team baseball kebanggaan SL.

Setelah kita turun di Civic Centre, kita juga tidak tahu ke mana. Tapi untungnya di SL, di setiap stasiun metro ada petugas yang bisa membantu arah dan sebagainya. Dan ternyata tempatnya memang dekat dari stasiun. Kita hanya butuh berjalan selama 200 meter saja. Bertempat di depan Memorial Soldier’s, dibuatlah tempat-tempat bazaar. Tempat ini juga dekat dengan gedung balai kota, dan court house. Banyak gedung-gedung tua lainnya berjajar di tempat ini.

Taste of Saint Louis merupakan acara budaya yang menggabungkan masakan jalanan, budaya, musik dan sebagainya. Di tempat itu, selain ada satu jalan yang khusus berisi makanan, juga ada satu jalan yang berisi wine, lotre, tempat musik, dan sebagainya. Ada juga perlombaan masak antar chef yang diselenggarakan oleh Saint Louis Bread & Co.

Ada juga tempat khusus anak-anak. Di sana anak-anak kecil bisa naik keledai dan kuda poni kecil. Ini adalah saat pertama aku melihat keledai… hehe. Selain menu-menu yang bayar, ada juga yang dibagi-bagikan secara gratis. Ada juga counter-counter yang membagikan makanan dan minuman gratis, seperti kopi dan sandwich. Lumayan juga untuk udara yang semakin dingin dan sedang mendung.

Dari tempat bazaar ini, kita bisa melihat dengan jelas Arch of Gateway, yang merupakan landmark Saint Louis yang terletak di pinggiran Mississippi River, sungai yang menjadi batas antara negara bagian Missouri dan Illinois.

Taste of Saint Louis menurutku, konsepnya memang okay, akan tetapi masih kalah kalau dibandingkan dengan Festival of Nations yang pernah aku pergi bulan September yang lalu. Mungki konsepnya sedikit yang berbeda. Kalau Festival of Nations modelnya budaya kuliner dan performance dari berbagai negara dan komunitas di SL. Sedangkan kalau Taste of Saint Louis hanya budaya yang “Saint Louis.”

Sekitar satu jam kita sudah memutar area bazaar itu, akhirnya kita cabut saja dari tempat itu. Kita penasaran dengan staisun metro satunya, 8th and Pine. Kita langsung kembali ke stasiun dan ketika sampai di sana, langsung ada kereta jurusan Fairfiew Height. Kereta jalur biru ini juga lewat stasiun itu selain yang jalur merah jurusan Shilloh Scott. Tapi sebelum ke stasiun tiba-tiba ingin pipis menyerang kita. Gila, tengak-tengok ke kiri dan ke kanan tidak ada toilet. Begitu pula di stasiun metro. Akhirnya, melihat Sheraton Hotel di seberang stasiun. Jadilah menerapkan strategi seperti jaman di Indonesia. Berlari ke hotel dan nunut ke toiletnya, hehe.

Waktu kita turun di 8th and Pine, ternyata ktia mendapati diri kita semakin dekat dengan Mississippi dan Arch. Ah, akhirnya keturutan juga jalan sampai dengan ke Arch. Sebelum kita sampai di Arch, kita singgah dulu di sebuah taman dengan air mancurnya yang berwarna merah muda. Entah kenapa harus berwarna pink. Baru setelah itu, melanjutkan jalan ke Arch. Sungai Mississippi ternyata tidak seperti bayanganku yang besar sekali.

Mungkin, lebarnya tidak terlalu berbeda dengan Sungai Berantas di Kota Kediri. Airnya juga keruh. Di bawah Arch, ada lapangan rumput luas yang digunakan orang untuk main baseball. Dari arah sungai terdengar musik jazz dimainkan, dan helikopter yang mau mendarat. Ketika ini, aku melirik jam tanganku, oh, ternyata sudah jam 3. Aku bilang sama Pat kalau kita harus cabut sekarang. Kalau tidak, aku pasti telat ke pengajian. Karena daerah Cypress letaknya di arah barat-laut SL dan sudah masuk ke dalam wilayah county lainnya. Sedangkan down town SL letaknya di sebelah timur.

Sabtu ini, rasanya puas sekali, bisa mengeksplor SL dengan cara yang aku sukai.



Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *