Dithowel & Interview

Wahyu Wibowo


Dithowel-thowel

Dithowel-thowel banyak gadis ayu

Dithowel-thowel jangan malu malu

Kalau engkau rindu bilang padaku

Jangan kau thowel nanti kutersipu


Dicolek-colek banyak nona cantik

Dicolek-colek awas nanti tertarik

Kalau kau suka katakan saja

Jangan kau colek pipi jadi merah ah


Dithowel-thowel banyak ibu ibu

Dithowel-thowel karena wajahku lugu

Kalau kau gemes bilang padaku

Jangan kau thowel aww malulah aku


Dicolek-colek banyak janda kembang

Dicolek-colek karena aku menawan

Kalau kau senang katakan saja


Jangan kau colek ughh lecet jadinya

============================================


Interview With Destiny


Aku terduduk di sebuah kursi kayu

Mencoba untuk menjual siapa diriku

Di hadapan mata mata yang tajam memandangku

Dengan berlembar lembar pertanyaan yang memburu


Aku terduduk diam membisu

Menanti bibir dingin itu berbicara kepadaku

Keringat dingin deras mengalir satu persatu

Membasahi pijar-pijar harapanku


Aku merasa begitu terlucuti

Ditelanjangi dan menari-nari

Menceritakan kisah masa laluku

Perjalanan hingga sampai di kursi itu


Aku merasa terus digali dan digali

Hingga tersudut tak mampu menjawab lagi

Bibirku mengering setengah ambigu

Menceritakan tiap detail keseharianku


Aku merasa hidupku berada diujung sebutir peluru

Moncong-moncong pertanyaan bertubi-tubi terus mengejarku

Mencabik, mencakar dan menguliti aku hidup-hidup

Tak terasa airmata tumbuh di hati yang meredup

Aku terduduk mencari masa depanku

Selembar kertasku mampukah mengetuk sebuah pintu

Sementara terhampar berjuta kertas lainnya

Menanti harapan dalam sebuah kisah yang sama


Entahlah sampai kapan harus berjuang seperti ini

Berjudi dengan realita yang menguras hati

Padahal negeri ini begitu kaya raya

Mengapa begitu susah mendapatkan kerja



Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *