Iron Man 09 October 2010

Lani – Kona, Hawaii


Iron Man 09 October 2010 – laporan dari seorang volunteer

Aloooooha……Baltyrawan-Baltyrawati di mana saja berada. Jumpa lagi dalam artikelku. Kali ini tentang pertandingan Iron Man-Triathlon, yang  diselenggarakan tiap tahun pada bulan October di Kailua Kona- The Big Island of Hawaii terdiri dari :

-Berenang (AU’ AU’ KAI) 2.4 miles

-Bersepeda (PAIKIKALA) 112 miles

-Berlari (HOLO HOLO) 26.2 miles

Tahun ini peserta datang dari 55 negara, dengan total jumlah atlit 1800. Pemenang Iron Man dan Iron Woman untuk tahun 2010, dari Australia.

Pemenang pria : Chris McCormack dengan total waktu 8 jam 10 menit 37 detik

Pemenang wanita : Mirinda Carfrae dengan total waktu 8 jam 58  menit 36 detik

Tanggal 7 October diawali dengan PARADE OF THE NATIONS, atlit berpawai mewakili negaranya masing-masing.

Iron Man 2010 merupakan pengalaman yang kedua buatku, hanya statusku yang berbeda tahun yang lalu sebagai penggembira, penonton.

Tahun ini aku sebagai volunteer, bergabung dengan total 5000 volunteer dibagi dalam berbagai station dengan tujuan sama membantu para atlit, sejak mereka tiba hingga siap untuk bertanding.

Aku ditempatkan di seksi transition 1, 2 lokasinya di Pier, bertugas melayani atlit dengan memberikan air minum, menawarkan spons yang direndam air es, snack bars, gel bars, termasuk memunguti sampah di sepanjang jalur yang dilewati atlit yang bertanding lari setelah mereka selesai bertanding bersepeda.

Pertandingan Iron Man diadakan pada hari Sabtu, tanggal 9 October. Pertandingan dibagi menjadi dua, pro dan amatir. Untuk peserta pro dimulai jam 6 pagi mereka sudah beradu renang, untuk peserta amatir dimulai jam 6:30 pagi.

Persiapan sudah dilakukan sejak jam 3 pagi, volunteer mendaftar peserta, memasang chips di tiap kaki atlit. Chips itu ber-interaksi dengan stop watch yang dipasang di finish line. Memberi nomer di lengan, di kaki dengan cap hitam, serta nomer ditempel di dada, di punggung mereka.

Ada beberapa peserta tuna kaki, mereka mengayuh sepeda khusus.  Ada pula peserta berusia di atas 80 tahun, ada peserta tuna kaki yang menggunakan kaki palsu terbuat dari logam yang digunakan untuk lari, ada pula yang tuna tangan baik satu atau dua-duanya. Yang sangat menarik adalah semangat mereka tidak kalah dengan yang mempunyai anggota tubuh lengkap.

Untuk volunteer di tenda transition 1, 2, dibagi menjadi 3 bagian waktu kerja:

-jam 6 pagi-12 siang

-jam 12 siang-6 sore

-jam 6 pagi-6 sore

Aku memilih volunteer dari jam 6 pagi – 6 sore. Akan tetapi pagi itu aku harus bangun jam 4, membantu teman berjualan kopi untuk semua penggembira, keluarga, teman, turis, yang tentunya masih merem melek karena mereka harus bangun terlalu pagi.

Walau hanya sejam membantu teman berjualan akan tetapi sungguh luar biasa karena laris bak pisang goreng, padahal tidak murah 1 cup dipatok dengan harga $ 3.00. yang dijual adalah 100% Kona coffee. Dalam 1 jam terkumpul $ 500.

Jam 5:50 pagi kutinggalkan temanku, kemudian menuju Pier mencari tenda kelompokku, sempat kebingungan karena baru pertama kali buatku bekerja sebagai volunteer untuk Iron Man, aku bertanya kesana kemari, membelah lautan manusia. Music berdentum, lagu-lagu diputar  tiada henti dari panggung dengan layar besar di tengahnya, diseling dengan tabuhan drum yang membuat tiap orang bergoyang.

Aku sempat salah masuk ke tenda atlit pria untuk ganti kostum/baju /sepatu setelah mereka selesai berenang dan bersepeda, akan tetapi kesalahanku itu malah menguntungkan karena aku bertemu dengan orang yang bertanggung jawab atas tenda group ku.

Setelah sampai di posku, teman-teman group sudah sibuk menyiapkan air minum, ditempatkan di cup ditata di meja, termasuk minuman yang dinamakan performs yang mengandung vitamin, semacam Gatorade. Di depan tenda aku bertugas adalah tempat parkir sepeda balap para atlit. Saat itu aku masih punya waktu 20 menit sebelum para atlit bertanding berenang, aku melihat beberapa atlit sedang membenahi sepeda mereka, terlihat volunteer membantu memompa ban sepeda mereka, ada yang sedang berdiri di pagar pembatas antara tempat parkir sepeda dan rute  jalur lari setelah selesai bertanding berenang dan mengendarai sepeda.

Aku berjalan di pinggiran pagar pembatas, kemudian ada beberapa atlit meminta bantuan seperti meminta air minum untuk diisikan ke botol di atas sepeda mereka (sambil menyelam minum air) kugunakan kesempatan itu untuk bertanya-tanya seperti asalnya dari mana; berapa kali ikut Iron Man di Kona; bagaimana kesan mereka tentang Kona; ada berapa jumlah atlit yang mewakili negaranya. Pada dasarnya mereka sangat ramah, tak lupa mereka mengucapkan terima kasih atas layanan para volunteer yang sangat membantu, melayani, semua kebutuhan mereka di lapangan.

Saat itu yang sempat aku ajak bicara atlit dari Belgia, 2 dari Amerika, lupa nama negara bagiannya, Switzerland, Itali, dan Brazil. Atlit dari Brazil bahasa Inggrisnya tidak lancar, jadi komunikasi dicampur dengan bahasa Tarzan. Ketika sedang berbicara dengan atlit asal Brazil, kami didatangi kameraman yang bertugas mem-videokan semua kegiatan di lapangan yang nantinya akan diputar pada malam gala dinner untuk para volunteer. Aku sudah mengenal kameraman asal Chicago ini sehari sebelumnya di toko yang menjual Kona kopi di tempat aku bekerja. Kami sudah janjian untuk saling ketemu lagi di lapangan. Kameraman ini ingin mewawancarai atlit dari Brazil, dibatalkan karena atlit tersebut tidak lancar berbahasa Inggris

Kemudian kameraman itu meminta aku dan group yang bertugas di tenda 1, 2, untuk beraksi mengiklankan makanan dan minuman dari sponsor Iron Man, aku bertugas memegang dan menawarkan pretzels. Tidak lama hanya beberapa menit, setelah selesai divideo sang kameraman sebut saja namanya “E” mengatakan video ini akan diputar pada malam gala dinner/mahalo party pada acara penutupan pesannya jangan pulang sebelum film diputar. “E” mengatakan kecewa karena tidak bisa hadir pada malam gala dinner, karena malam itu “E” balik ke Chicago.

Yang pasti aku senang  mendapat kesempatan bisa berdialog dengan para atlit secara langsung, dekat, bebas tanpa protocol. Selain memandangi tubuh-tubuh dengan postur yang aduhai, langsing, gagah, berotot, kekar, namanya atlit. Tidak hanya atlit pria, yang wanita juga memiliki tubuh-tubuh langsing, kuat, maskulin.

Tepat jam 6:30 pagi semua atlit amatir sudah berendam di Kailua Bay, sambil menunggu penembakan kanon sebagai tanda start. Semua penonton berhamburan mencari posisi yang paling depan untuk bisa melihat dengan jelas.

Begitu kanon ditembakkan oleh mayor Kona, atlit langsung meluncur bak ikan duyung, ikan lumba-lumba melesat  berlomba saling mendahului menempuh jarak 2.4 miles. Mereka dikawal oleh volunteer menaiki kayak, kapal penyelamat, tak ketinggalan para standing paddle, dan helicopter dengan kameraman pengambil gambar, mengawal dari udara.

Sementara para atlit berlomba berenang, semua penonton bergerak pindah ke area bersepeda.

Tak lama kemudian para atlit mencapai finish, mereka berlari menuju sepeda mereka, group volunteer 1, 2 siap bertugas memberikan air minum untuk atlit yang baru saja menyelesaikan pertandingan berenang, sedang group volunteer untuk sepeda memberikan petunjuk sesuai dengan nomer para atlit agar jangan salah ambil sepeda atlit lain, mereka sangat sibuk dan harus bergerak dengan cepat. Begitu atlit menemukan sepedanya mereka segera menaikinya dan segera meluncur menempuh jarak 112 miles.

Pagi itu jarum jam belum menunjukkan angka 10, akan tetapi sinar matahari sudah terasa panas menyengat.

Setelah semua atlit keluar dari air, dan mereka bertanding sepeda, suasana menjadi sepi, para penonton berpindah mengikuti jalur sepeda yang dilewati oleh para atlit. Sementara mereka mengayuh sepeda, kami mulai bekerja kembali merendam botol berisi air minum dan spons dengan es batu, kemudian menuangkan air ke cup.

Waktu berjalan dengan cepat tak terasa 3-4 jam kemudian nampak para atlit sudah kembali ke finish, begitu mencapai finish mereka turun dari sepeda, para pekerja volunteer segera mengambil sepeda mereka memarkirnya, atlit menuju ke tenda  berganti sepatu untuk lari. Mereka berlari melewati tenda group kami, kami berdiri berjejer menawarkan air, spons dingin, sambil berlari mereka meraih air, spons, baik untuk diminum atau diguyurkan ke leher, kepala untuk meredakan rasa gerah, panas, selama bersepeda. Cup, spons dibuang begitu saja mereka tidak berhenti berlari, aku dan teman bertugas mengambil sampah-sampah itu dengan cepat tanpa mengganggu di jalur lari para atlit, panas matahari terasa menyengat kulitku, akan tetapi sudah kubalur dengan sunblock/sunscreen agar jangan kebakar.

Setelah semua atlit tiba kembali dari bersepeda  mereka menunaikan pertandingan tahap akhir yaitu lari, kami para volunteer bisa agak beristirahat. Ada beberapa atlit yang mengundurkan diri karena sesak pernafasan atau alasan lainnya.

Menurutku paling menarik adalah pertandingan lari, yang merupakan tahap akhir, karena ini yang menentukan siapa yang akan muncul sebagai pemenang.

Ketika atlit pertama mencapai finish music berdentum dengan kerasnya, diiringi pengumuman dari panggung. Petugas volunteer penyambut para atlit yang baru saja mencapai finish sangat sibuk, mereka membantu para atlit yang kebanyakan nampak loyo tak bertenaga, akan tetapi banyak yang masih kelihatan segar bugar sangat luar biasa!

Begitu mencapai garis finish mereka mendapat kalungan LEI ada volunteernya sendiri.

Tiap atlit didampingi sepasang volunteer di sisi kiri dan kanan, dibawa ke tempat container berisi air untuk diguyur kepala dan badannya agar meredakan panas, setelah itu mereka dibalut handuk.

Ada petugas volunteer di tempat para atlit diguyur, mereka memberikan air minum, di tempat itu disediakan kursi-kursi, untuk para atlit yang lemah, tidak kuat untuk berdiri, berjalan.

Para volunteer perawat, dokter, paramedic selalu siaga dan paling sibuk pada pertandingan akhir.

Ada beberapa atlit yang perlu ditandu menggunakan brankar, bahkan ada yang harus naik ambulance dibawa ke rumah sakit kalau tidak bisa ditangani di tempat.

Banyak atlit yang meminta air minum lagi di tenda kami, walau mereka telah minum di tenda berseberangan dengan tempat mereka diguyur air.

Yang paling menyenangkan aku sempat melihat atlit dari Switzerland, Brazil yang pada pagi hari sempat aku ajak ngobrol, aku beri ucapan selamat walau tidak sempat tanya nama dan baca nama di nomor yang menempel di dadanya.

Lebih membahagiakan, aku ketemu dengan atlit dari Itali yang mampir ke toko di tempat aku bekerja, aku berikan ucapan selamat secara langsung.

Foto : temanku, Francesco dengan shirt hitam

Ada kejadian lucu, atlit asal Czech republic, setelah mencapai finish kelihatan segar bugar tidak ingin bantuan dari volunteer, atlit ini membuka semua jogging suit, sepatu, kaos, LEI diletakkan di atas kaosnya , hingga hanya mengenakan celana renang speedo saja, kemudian menceburkan diri ke Kona bay dan santai dengan mengambangkan tubuhnya.

Setelah balik, atlit asal Czech meminta kantong plastic ke aku untuk menempatkan semua baju2nya, setelah semua barang dimasukkan ke kantong plastic, dia ambil LEI kemudian mengatakan : “I’m going to present this flowers to you, because you’re very nice, working hard to help us”. LEI itu dikalungkan di leherku, sambil mengucapkan terima kasih aku sampai lupa tradisi Hawaii, setelah mendapat kalungan LEI harus mencium si pemberi. Baru ingat ketika atlit sudah jauh, kecewa……

Jam 5:30 sore kami mulai berbenah membersihkan meja, membuang sampah, mengembalikan semua sisa air minum botol ke kardus, kemudian tenda kami turunkan.

Tugas kami selesai, tak terasa 12 jam sudah kami melayani para atlit. Aku segera kembali ke apartment. Akan tetapi belum semua atlit mencapai finish, aku masih mendengar keramaian, sorak sorai penonton menyemangati atlit untuk jangan putus asa menyelesaikan pertandingan hingga mencapai finish, music berdentum,  hingga tengah malam, atlit yang mencapai finish di atas jam 12 malam dianggap gagal.

Setelah sampai apartment aku segera mandi, baru terasa kaki pegal-pegal, karena berdiri dan berjalan kesana kemari selama 12 jam tanpa henti.

Ada beberapa catatan keuntungan dengan menjadi volunteer:

-mendapatkan T-shirt

-makan siang/seharian gratis

-mendapatkan undangan gala dinner

-mendapatkan kesempatan undian berhadiah dari para sponsor

Artikel gala dinner/mahalo party akan aku tulis secara terpisah. Sampai jumpa pada Iron Man ditahun 2011.

***Lani – Kailua Kona The Big Island of Hawaii

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.