Secret Chamber

Anastasia Yuliantari


Lelaki itu menggenggam jemariku dengan erat. “Jadi, aku bisa menjadi bagian hatimu, kan?”

Aku menggeleng, “Tak mungkin, aku sudah memberikannya pada yang lain.”

“Kau bilang, ada sebuah kotak kecil dalam hati setiap orang.”

Aku mengangguk. “Itu kotak rahasia.”

Genggaman jemarinya semakin erat, matanya berbinar menyilaukan. “Letakkan aku di sana!”

Mulutku ternganga. “Kau terlalu berharga untuk tinggal dalam kotak kecil itu.”

“Aku mau!”

“Mengapa?”

“Karena kau lebih sering membukanya dalam kesendirianmu.”

Tetes bening mengalir dari mataku.

“Baiklah. Mulai sekarang kau adalah milikku.”


NB: tulisan flash fiction ini merupakan hasil dari pelajaran menulis online Baltyra. Bila hasilnya telah bagus, maka merupakan sebuah keberuntungan, namun bila belum sesuai dengan yang dimaksudkan, hal itu tak akan membuat langkah surut ke belakang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.