Daniel dan Kota Trier

Djoko Paisan – Mainz, Jerman


Hallo Dunia BalTyRa

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj.

Kali ini Dj. ingin cerita pindahan si ragil ke kota Trier, untuk kuliah di sana. Nah ya, dulu saat menikah dengan Susi, kami hidup berdua.

Puji TUHAN…!!! Kemudian kami dikaruniai 3 anak-anak yang sehat-sehat semuanya.

Yang paling besar, setelah selesai sekolahnya, dia keluar dari rumah dan tidak lama kemudian mempunya keluarga sendiri. Demikian juga dengan yang ke dua, bahkan saat masih kuliah, dia sudah milih untuk hidup sendiri di apartmentnya. Kami bisa memaklumi, karena dia perlu berkonsentrasi untuk belajar.

Sekarang, yang ketiga, sudah mulai kuliah di kota yang jaraknya ± 200 Km. dari Mainz dan dia juga menyewa kamar di sana.

Kamar si ragil (Daniel) yang sangat kecil dan masih berantakan, kakaknya bantu pasang regal dan yang lainnya.

Sekarang kami kembali hidup berdua, walau yang mbarep sering datang dengan keluarganya, karena apartmentnya hanya sekitar 200 meter dari apartment kami.

Demikian juga dengan yang kedua, hampir setiap hari, setelah mengajar, dia ke rumah.

Karena anak-anak kami memang memiliki kunci apartment kami dan bisa datang kapan mereka mau. Saat mengantar si ragil, memang kami cukup sibuk, walau kamar yang dia sewa di sana cukup kecil, hanya 4m X 3m. Tapi itu kamar kosong blong, jadi mesti beli barang-barang keperluannya, seperti tempat tidur, asur,lemari pakaian, regal untuk buku-bukunya, juga meja tulis serta kursinya dan keperluan yang lainnya.

Jelas, hal ini tidak mungkin sehari selesai dan kamipun sudah 4X ke sana. Puji TUHAN…!!! Semua sudah selesai dan dia sudah bisa mulai kuliahnya dengan tenang, walau mamanya (Susi atau Susanne), hampir setiap malam telpon atau chatting dengannya.

Kami ingat saat pertama kami ke Trier, karena lupa masukan Chip di kamera,yang mana semalam sebelumnya dipinjam untuk memindah photo di LapTop. Saat sadar bahwa di kamera tidak ada chip nya, maka kami di mobil tertawa semua. Saat pasang chip di kamera, kami sudah hampir separo perjalanan…

Kami harus keluar dari Autobahn (jalan tol) warna plang nya biru. Dan menggunakan jalan kampoeng (warna plang nya kuning).

Dalam perjalanan, kami kadang melihat mobil yang untuk camping.

Nah ya, bisa juga minggir, istirahat sebentar, untuk makan siang di Mc. Donald, atau isi benzin.

Senangnya lewat jalan kampoeng, tidak banyak kendaraan dan kecepatan juga dibatasi, hanya boleh 80Km/jam, jadi bisa santai. Tapi banyak juga yang melanggar dan mengendarai mobinya dengan sangat cepat.

Kadang di pinggir jalan, bisa lihat gulungan rumput kering untuk persediaan makanan untuk sapi.

Di pinggir jalan seperti yang anda semua lihat, juga tidak ada rumah, karena tidak boleh bangun rumah semaunya sendiri. Jadi ingat, saat masih kecil dulu, kalau lewat Cirebon dan Tegal…di pinggir jalan masih kelihatan pantai atau sawah dan pemandangan nyang indah, berhenti untuk minum degan…hhhmmmm….!!!

Sayang sekarang di pinggir jalan, hanya rumah penduduk, yang dahulu bisa dilihat, sekarang tertutup perumahan.

Kamipun melewati perkebunan anggur…Buah anggur ini tidak mutlak untuk dibikin wine, tapi juga banyak dibikin Juice.

Saat kami kedua kali menengoknya, kamar Daniel sudah kelihatan rapi.

Nah ya, setelah melihat semua okay, maka kami juga jalan ke kota Trier, agar anda semua juga bisa milihatnya juga ya. Trier adalah kota tertua di Jerman dan di sana masih ada peninggalan jaman Romawi, pintu gerbang hitam. Di belakang Susi, Daniel dan Jasmin adalah Porta Nigra (Jasmin adalah cucu dari yang punya rumah, di mana Daniel tinggal).

Di tengah kota, mata Dj. melihat bunga yang sedang mekar dan sungguh sangat indah.

Kamipun masuk ke dalam gereja Katholik (DOM) di Trier yang sangat terkenal keindahan arsitekturnya. Sebagai seorang seniman kecil, Dj. benar mengagumi keindahannya. Untuk melihat yang di atas, ya harus ndangak…..hahahahaha…!!!!

Okay…setelah cape jalan kaki, maka kami ingin istirahat sebentar. Hari itu udaranya cukup lumayan, ada matahari dan cukup hangat. Siapa mau ikut, kami akan ke Cafe, jangan takut Dj. yang traktir…hahahahaha….!!!

Saat kami mau kembali ke rumah di mana Daniel tinggal, kami dikagetkan oleh suara…gubraaaaak…!!! Taunya di belakang kami ada sepeda yang rubuh, mungkin si pemiliknya tidak memarkir dengan benar.

Mengapa Dj. kasi lihat ini sepeda yang jatuh….??? Beberapa langkah kemudian ada yang mirip, tapi tidak jatuh, hanya tiduran….Posisinya sama kan….??? Hahahahahaha…!!!

Dan ini pemain musik yang mana sungguh sangat bagus…Walau dengan alat musik yang sudah sangat tua, tapi tidak kalah dengan yang baru.

Okay…okay….

Setelah puas melihat kota Trier, jelas belum semua dilihat, tapi bisa lain kali lagi. Nah kami harus meninggalkan Daniel dan…benar….!!! Harus menuju ke Mainz.

Dan saat kami dalam perjalanan, mataharipun mulai meninggalkan siang dan ini photo yang kami ambil dari dalam mobil yang berjalan.

Baiklah, kami sampai Mainzpun sudah larut malam dan juga sudah cukup cape….

Perkenankan kami istirahat dan sampai bertemu di oret-oretan Dj. yang akan datang ya…

Terimakasih untuk pengasuh BalTyRa, bila oret-oretan ini layak dimuat. Terimakasih untuk anda semua, yang telah dengan sabar, membacanya, maaf bila ada atau bahkan banyak kata-kata yang tidak pada tempatnya.

Semoga Berkat dan Kasih TUHAN , selalu menaungi kita semuanya. Salam manis dari Mainz, untuk anda semua.


Dj. 813

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.