Jerry Brown, makin coklat…

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta


TIDAK banyak dari kita yang kenal nama Jerry Brown. Apalagi nama lengkapnya, Edmund Gerald Brown. Nah, kalau nama sepanjang ini, lebih tak kenal lagi untuk telinga awam orang Indonesia, kecuali beberapa segelintir orang yang sering mondar-mandir ke California dan paham sekali kehidupan sosial dan politik di negara bagian termeriah di Amerika Serikat (AS).

Saya sendiri mengenal nama Jerry Brown sejak baru lulus SD tahun 1979. Itu pun karena wajahnya sering masuk berita-berita majalah AS yang kebetulan kakak saya berlangganan. Apalagi ketika itu Suara Amerika Bahasa Indonesia sering mewartakan sepak terjangnya yang unik. Kakak saya sering dengar radio luar negeri berbahasa Indonesia, agar bisa menikmati berita yang tidak sensor dan bebas. Kadang juga untuk mengetahui lagu-lagu pop baru yang baru beredar, yang beberapa minggu kemudian baru bisa didengar oleh telinga anak muda di Indonesia.

Jerry Brown ini adalah sosok pejabat publik yang unik dan masih sangat muda waktu itu. Sementara pada tahun itu, kita punya pejabat yang tua-tua, om-om, bapak-bapak yang super kolot. Kalau Anda mau tahu tentang Jerry Brown, silahkan saja cari informasi di dunia maya yang begitu banyak menyajikan siapa Jerry Brown. Saya tak akan bercerita tentang riwayat hidupnya di sini.

Mengapa saya tertarik dengan si Jerry Brown? Saya bukan ahli politik atau pengamat sosial yang bisa berputar-putar bermain kalimat. Yang saya suka dia ketika masih anak-anak, karena Jerry berpacaran waktu itu dengan penyanyi pop wanita terkenal (mungkin sampai sekarang), yaitu Linda Ronstadt. Wah..kebayang seorang gubernur di Indonesia berpacaran dengan penyanyi pop… mustahil. Yang ada malah langsung kawin siri. Kebetulan koleksi kaset kakak saya (CD belum ada waktu itu), banyak berisi lagu-lagu Linda Ronstadt yang dikeluarkan oleh Perina. Entah masih ada atau tidak perusahaan rekaman ini.

Uniknya Jerry Brown, dia itu banyak melakukan hal-hal unik dalam dunia politik di AS. Dia menolak menempati rumah dinas gubernur yang baru dibangun yang saat itu dijuluki “Taj Mahal” di ibukota California, Sacramento. Mansion seharga (waktu itu) 1,3 juta USD ditinggalkannya. Jerry memilih tinggal di sebuah flat kecil yang sewanya sekitar 275 USD per bulan, agar di bisa berjalan kaki ke kantornya.

Dia dilantik jadi gubernur California pada umur 37 tahun pada tahun 1975 menggantikan Ronald Reagan (lima tahun kemudian jadi presiden AS) dan berhenti tahun 1983. Anehnya Reagan jadi gubernur justru menggantikan ayahnya Jerry, yaitu Pat Brown. Jerry juga mengandangkan pesawat sewaan Cessna yang sering dipakai Reagan sewaktu jadi gubernur. “Boros dan buang-buang duit”, katanya. Bahkan dia menukar limousine dengan mobil Plymouth untuk keperluan dinasnya. Jerry pasti sakit perut kalau tahu tingkah laku pejabat di Indonesia dalam hal fasilitas jabatan.

Awal November tahun ini, Jerry Brown akan berjuang kembali untuk menjadi gubernur California untuk menggantikan gubernur yang sekarang, Arnold Schwarzenegger yang menjabat sejak 2003. Arnold yang lahir di ibukota Austria, Wina, menikah dengan keponakan Presiden John Kennedy. Jerry harus melawan Meg Whitman, wanita kaya bekas presiden eBay dan lima calon lainnya untuk bisa jadi gubernur lagi.

Terbayang oleh saya, seseorang bisa vakum selama 30 tahun lebih untuk kembali menduduki jabatan yang sama, adalah sebuah fenomena aneh dan unik. Mungkin di dunia bahkan di AS sendiri. Bayangkan… ketika Jerry Brown dilantik jadi gubernur California tahun 1975, Jakarta gubernurnya masih Ali Sadikin. Pak Harto masih sehat kuat sebagai presiden dengan wakilnya HB IX juga terlihat tegar. Kini ketiganya sudah lama kembali ke dunia lain dan Jerry Brown masih sehat dan akan mengulanginya lagi apa yang dia lakukan 30 tahun lampau.

Saya masih duduk di SD waktu Jerry jadi gubernur. Mungkin banyak diantara pembaca ada yang belum lahir, atau masih balita dan masih dipupuri bedak celemotan dengan bau minyak telon setelah mandi pagi dan sore. Mungkin juga di antara Anda ada yang baru menikah, punya anak balita sewaktu Jerry masih jadi gubernur dan sekarang anak Anda sudah memberi cucu.

Bahkan di AS saat itu presiden nya masih Gerald Ford yang sudah mati dan banyak menteri-menterinya juga sudah dikubur sekarang. Barack Obama saja masih SD di Hawaii dan baru kembali dari Jakarta diboyong ibunya, yang bercerai dengan suaminya dari Indonesia. Bahkan ketika Obama belum lahir, Jerry yang remaja sudah diajak bapaknya beraudiensi dengan Paus Paulus VI di Vatikan tahun 1962.

Mungkin hanya Ratu Elizabeth II dari Inggris dan Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand, yang bisa menyaingi Jerry Brown. Semua kepala negara di dunia saat Jerry menjadi gubernur tahun 1975, sudah pada mati semua. Dan Jerry masih sehat sekarang dan akan jadi gubernur lagi seperti dia lakukan 35 tahun silam.

Begitu tertariknya dengan Jerry Brown, saya nekad kirim surat minta tandatangannya. Padahal saya tak bisa menulis bahasa Inggris. Saya punya akal. Saya ambil buku korespondensi administrasi milik kakak saya. Saya ganti beberapa kalimat surat permohonan permintaan jenis-jenis barang dan saya jadikan surat berbahasa Inggris untuk Jerry Brown. Saya kirim pakai kartu pos, karena murah untuk saya yang masih baru lulus SD. Saya cemplungin (masukan) kartu pos itu di kotak surat oranye di tepi Jalan Achmad Yani, Jakarta dekat rumah saya. Jerry pun membalasnya dengan mengirimkan foto dan tandatangannya pada 1980 kepada saya.

Setelah itu saya tak tahu lagi Jerry ke mana dan tidak mau tahu apa yang terjadi di California. Lha cuma mimpi bisa pergi ke sana… Eh, ternyata saya kaget waktu browsing internet tahun 2005. Ternyata Jerry Brown malah jadi walikota Oakland, di California. Lho, dari gubernur jadi walikota? Weleh..weleh… turun pangkat namanya kalau di Indonesia. Mana mungkin Gubernur Sutiyoso lalu menjadi walikota Bekasi? Di AS segalanya mungkin dan hal itu tidak ada kaitannnya dengan gengsi atau budaya. Walter Mondale, yang menjadi wakil presiden AS semasa Presiden Jimmy Carter, malah diangkat Presiden Bill Clinton jadi dubes AS di Jepang!

Saya ulangi apa yang saya lakukan tahun 1981, yaitu mengirim surat dan minta tandatangan Jerry Brown sebagai walikota Oakland pada tahun 2005. Eeh…secepat kilat dibalas. Kebetulan saya lampirkan foto dan tandatangannya yang saya dapat seperempat abad lalu… “Nih orang gila kali ya, ngejar saya terus minta tandatangan”, batin Jerry Brown.

Jerry Brown banyak melakukan hal-hal unik semasa jadi gubernur. ia pernah dijuluki “Muhammad Ali-nya dunia politik”, karena unik dan aneh seperti gaya si mulut besar Ali. Terutama dalam hal lingkungan hidup dan menjadikan California tempat yang nyaman bagi semua ras dan golongan. Namun karena keluarganya menguasai perpolitikan California, nama keluarga Brown suka dikait-kaitkan dengan tokoh-tokoh militer Orde Baru dalam urusan perminyakan. Maklum pada awal tahun 1970-an, Indonesia sangat cantik sebagai negara penghasil minyak yang nurut pada kemauan barat. Bahkan perusahaan minyak negara Pertamina pernah memakai tokoh-tokoh California menjadi pengacaranya.

Ketika Ronald Reagan jadi presiden AS tahun 1981, dia banyak mengambil teman-temannya dari California untuk duduk dalam kabinetnya. Makanya, kabinet Presiden Reagan sering diejek sebagai “kesebelasan California”. Nah, kebetulan yang diangkat Reagan sebagai kepala CIA (badan intelejen AS) adalah William Casey, sahabat Californianya Reagan.

William Casey adalah bekas pengacara Pertamina diawal 1970-an dan sering monda-mandir ke Jakarta untuk mengurus kliennya. Ibnu Sutowo yang ketika itu menjadi direktur utama Pertamina, sudah memakai Roll Royce sebagai mobil dinasnya di awal 1970an. Apa nggak hebat pejabat Indonesia?

Nah, saat itu California dikuasai oleh Pat Brown, ayahnya Jerry Brown. Lucunya, ketika menjabat sebagai kepala CIA, William Casey pernah disemprit dan didenda polisi karena pelanggaran lalu lintas. Halaaah…dasar AS! Sok demokrasi tanpa pandang bulu (ingat monyet yang banyak bulunya) memberlakukan hukum kepada warganya. Kebayang oleh saya, kepala intelejen kita Pak Soetanto (mantan kapolri) yang misalnya disemprit polisi karena pelanggaran lalu lintas! Waaah… saya berani telanjang bulat lari-lari di muka umum kalau polisi kita melakukannya…

Mudah-mudahan Jerry Brown bisa jadi gubernur California pada pemilihan sela di AS tanggal 2 November ini untuk mengalahkan Meg Whitman dan 5 calon lainnya. Saya bisa minta tandatangannya lagi dan saya koleksi pemberian Jerry Brown tahun 1980 dan 2011. Lalu saya jual ke eBay, yang pernah dipimpin oleh saingannya Jerry Brown untuk menjadi gubernur California kedua kalinya. Siapa tahu hasil penjualannya tandatangan asli Jerry Brown bisa membantu menyekolahkan kedua anak saya… (*)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.