Penjilat

Beny Akumo


“Aduuuhhh, Bapak cocok sekali lho pakai dasi merah itu … hmmm … serasi sekali sama celana dan tali pinggangnya” Sha menyalak dengan suara lumayan cemprengnya di antara kerumunan banyak orang di pagi-pagi senin saat semua sibuk bersiap melaksanakan meeting rutin minggu kedua setiap bulannya dalam ruangan meeting yang lumayan lega.

Semua terdiam dan memperhatikan siapa yang di “apresiasi” oleh Sha si cempreng, “boss besar” hanya tersenyum kecil dan membalas apresiasi yang diberikan dengan mengucapkan terimakasih dan ditambah dengan kata-kata “… kamu juga cocok sekali pakaiannya dengan pribadi kamu yang MERIAHSha …” … “aduuuhhhh Bapak, bisa ajaaaa … tapi terimakasih lho Pak atas pujian Bapak itu..” jawab Sha dengan mata yang berusaha menebar pesona ke semua orang di sekitaran nya … banyak peserta meeting memalingkan wajah dan saling berpandangan, dan bahkan ada yang memeragakan wajah yang ingin muntah … hueeekkk … cuma nggak ada suaranya, “dasar car-muk …” beberapa orang ngedumel. Meeting segera dimulai.

===========================================================

“Kenapa sih anak ini kirim e-mail soal masalah sepele – soal perjanjian ke semua orang termasuk di cc kan ke boss besar? Padahal gua cuma nanya kok perjanjian yang sudah gua kirim balik ke dia nggak-nggak ada responnya, padahal udah lewat 3 hari ini, ntar kalo itu perjanjian nggak selesai sesuai date line – departemen gua yang digosipin lelet lah ini lah itu lah sama anak ini, heran gua …” Seorang Legal Manager membathin di dalam hati nya sambil memperhatikan kata demi kata yang tercetak di dalam e-mail balasan (ke semua orang) yang dibuat oleh Sha “kok malah isinya nyalah-nyalahin departemen legal sih?”

===========================================================

“Gilaaaa, udah gila kali si Sha itu … gw tadi ngobrol berdua dia masih smooth, masih enak, masih baik eeee begitu ada kepala divisi HRD masuk ke ruangan itu, yang tadinya ngobrol nya enak, nggak pake emosi .. lah kok langsung nggak pake itungan detik, langsung suara nya tinggi dan nyalah-nyalahin anak buah gua juga nyalah-nyalahin gua … makanya jadi boss yang bener dong ngatur anak buah, makanya si B itu dikasih tau, kalo mau konfirmasi sama anak buah saya ya nggak perlu bawa-bawa bukti yang nggak perlu itu … gilaaa” Ibu K tiba-tiba nyerocos dalam ruangan Ibu M yang kebetulan bersebalahan, Ibu M yang mulanya sedang memperhatikan layar komputernya pun mau nggak mau memperhatikan dan memberikan pendapat “… oooo itu mah udah biasa bukan? kalo cuma bedua aja kita ngobrol mah dia kayak ayam sayur, iya iya aja, tapi begitu ada orang laen nah mulai deh dia nyerocos nggak keruan … udah biasa itu”.

==========================================================

“Eh … jadi ya, ntar kita makan siang di Mall S” kata Pak D lewat pop-up ke rekan-rekan lain yang tadi sudah sepakat akan makan siang di luar kantor “siapa aja Pak?” Seseorang tanya “ada pak ini, pak itu, bu ini, bu itu, juga ada Sha …” enter – ping …!! Jawaban pop-up masuk “haaaa? nggak salah tuh dia ikutan kita?”  Langsung di balas “nggak usah dipikirin dia mah, liat aja nanti menjelang jam pergi pasti dia batalin sendiri ikutan nya …” enter – ping ..!! Jawaban pop-up masuk “ya eyalah, secara boss besar lagi ada disini khan? pasti dia ber-gerilya nanya ke sekretaris boss besar, makan di mana si boss siang ini, iya khan?” Langsung di balas lagi “iya iya nanti dia pura-pura nggak sengaja dateng ke resto tempat boss makan, teruss ngomong …ehhh bapak makan di sini juga ya? Sama siapa, bla bla bla … yang ujung-ujungnya ngarep boss ngundang dia makan se meja …” enter – ping ..!! Jawaban pop-up masuk “hahaha … nggak diundang juga langsung cari bangku kaleeee, buat duduk se meja sama si boss hahaha …”

Ping ..!! ada pop-up message masuk “tuhhh, bener khan si Sha batalin makan bareng kita-kita …” hmmmm ….

==========================================================

Ibu M sedang mempersiapkan makan malam buat keluarga nya, sembari pandangan matanya berkeliling mengitari ruang makan dan ruang keluarga, dan tepat di atas sofa empuk ruang keluarga itu dia memperhatikan kucing peranakan kesayangannya sedang menjilat-jilat pantatnya sendiri … “Shaaaaaa … jangan jilatin pantat sendiri kenapa sih, Shaaaa …. jorok tau … hussshhh … shaaaaa … hussshhh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.