The Soulard Farmers Market

Hariatni Novitasari


Let’s Go and Taste Saint Louis: The Soulard Farmers Market

Gara-gara ada teman yang bilang baru saja ikut tour ke Soulard Farmers Market, jadilah ingin juga kesana dan langsung aku tanya ke google. Memang sudah agak lama aku mencari-cari pasar petani seperti yang sering dilihat di film-film Hollywood itu, hanya saja belum ketemu. Ada sebenarnya satu pasar di dekat Florissant Road, hanya agak susah untuk dijangkau dengan metro link. Karena alasan susah akses, mending aku pending saja dulu sambil cari tahu pasar petani lainnya. Karena gampang sekali menemukan dengan google map direction-nya, jadinya weekend ini aku  pergi kesana dengan menyeret Pat untuk ikut bersamaku.

Well, di kota besar seperti Saint Louis yang tidak ada tukang jualan teh botol dan tukang tambal ban, google maps memang sangat membantu untuk menemukan lokasi dan mencari direction. Hanya saja, ketika directionnya itu ditempuh dengan metro (train) lalu disambung dengan metro bus, kita harus cek di stasiunnya ke petugas, apakah sudah benar bis yang akan kita ambil, karena beberapa kali, sempat tidak match. Mungkin karena jalur bis sudah berganti dan di google maps direction-nya belum diganti. Yang terpenting adalah benar turun di stasiun metronya. Stasiun metro (train) biasanya akan ada terminal metro busnya juga, kecuali di beberapa tempat yang sudah dihapus seperti di North UMSL. Stasiun metro ini tidak lagi jadi metrolink. Tetapi yang di UMSL South masih ada.

Kembali ke Soulard… Pat dan aku setuju untuk berangkat dari UMSL South jam 11. Karena baik dia atau aku sudah ketinggalan metro yang jam 10.57, akhirnya harus rela untuk menunggu next train, jam 11.17. Ketinggalannya mengenaskan. Kami sudah sama-sama dekat dengan stasiun. Sudah lari, eh keretanya lari lebih cepat. Hanya saja, Pat dan aku tidak di stasiun yang sama. Akhirnya kami putuskan, dia tunggu di stasiun selatan dan aku di utara. Kita ketemu di dalam metro. Kalau sampai UMSL South, aku keluar sebentar biar dia tahu aku di gerbong berapa.

Untuk pergi ke pasar ini, kita harus turun di Metro Civic, stasiun yang sama untuk pergi ke Memorial Soldier tempat bazaar Taste of Saint Louis itu. Hanya saja, kita harus ganti ke metro bus. Di web, kita harus naik bis nomor 8. Tetapi ada informasi lainnya harus naik bis nomor 40. Karena dua info yang simpang-siur ini, begitu sampai di stasiun langsung tanya ke petugas.

Dan, ternyata kita bisa naik bis nomor 40 dan 30. Tidak ada bis nomor 8 yang lewat sana. Di dekat metro stasiun, ada terminal bisnya. Kita menunggu bis nomor 30 selama beberapa lama. Ketika dia datang, aku langsung tanya apakah dia ke Soulard apa tidak. Sopirnya bilang “Bukan nomor 30 yang ini. Ambil yang satunya.” Well, baru tahu meskipun sama-sama nomor 30-nya, satunya pergi ke Selatan dan satunya pergi ke Utara. Kita harus cari di tempat lainnya. Untung di saat yang tepat ada bis yang akan membawa kita ke Soulard.

Soulard Farmers Market merupakan pasar tradisional publik pertama yang didirikan di Saint Louis dan sampai sekarang menjadi satu-satunya pasar yang masih ada di Saint Louis. Didirikan oleh Pierre LaClede pada tahun 1764 ketika baru saja mendirikan desanya. Dia megikuti pola mendirikan pasar secara tradisional yaitu dengan menyediakan satu square block tempat di dekat sungai (Mississippi River) dan di tengah kota. Di tempat terbuka inilah, pembeli dan penjual bisa bertemu. Didirikannya Soulard ini diikuti dengan didirikannya pasar-pasar tradisional lainnya seperti Market pada tahun 1832 di Broadway dan Lucas yang lebih dikenal dengan nama “Mound Market”; dan South Market pada 1839, Broadway (Selatan Chouteau) yang lebih dikenal dengan nama “French Market”.

Kemudian disusul dengan pasar-pasar yang dimiliki oleh swasta seperti I Lucas Market (1845) di Twelfth dan St. Charles Sts., Biddle Market (1857) di Broadway dan Biddle Sts., dan Union Market (1868) di Broadway dan Sixth Sts. Tetapi kemudian pasar-pasar ini mulai tutup satu persatu pada abad 20 karena perubahan pola pemukiman masyarakat. Lokasi Soulard yang sekarang ini merupakan tanah hasil donasi dari Julia Cerre Soulard yang memberikan setengah blok dari lahan miliknya yang tidak digunakan kepada pemerintah kota Saint Louis pada tahun 1838.

Soulard merupakan farmers market yang setengah terbuka. Artinya, bangunannya beratap semua. Tetapi, di bagian dindingnya, hanya dikasih separo. Tetapi, ada juga bagian dalam pasar yang benar-benar tembok tertutup. Di tempat yang tertutup ini terletak kantor pasar, toilet dan beberapa tempat berjualan lainnya, seperti misalnya tempat makan, tempat jualan daging bison dan tempat bumbu. Mungkin karena setengah terbuka ini, pasar ini buka sepanjang tahun. Biasanya, di kebanyakan farmers market di US hanya buka pada weekend saja, dan akan buka sampai dengan Oktober. Di pasar yang akan aku kunjungi, juga hanya buka sampai dengan Oktober. Hanya saja, Soulard tidak buka sepanjang hari, Rabu sampai dengan Sabtu. Biasanya buka dari jam 7 pagi sampai jam 6 sore. Khusus Sabtu, buka dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore.

Ketika sampai ke pasar ini, langsung disambut dengan para penyanyi jalanan. Tapi, mereka diam di satu tempat dan menyanyi dengan gitarnya, biola atau alat musik lainnya. Dari depan, sudah mulai kelihatan tumpukan buah-buahan segar, sayuran segar, bunga, daging, telor, selai-selai buatan rumah tangga. OMG… tempat ini benar-benar membuat aku kesengsem. Ketika aku mulai masuk dan memperhatikan harga barang yang dijual, sangat sangat murah. Misalnya saja, satu kota stroberi besar yang berisi 6 paket dijual dengan seharga $5.

Kalau hanya beli satu paket hanya $1. Kalau kita pergi ke groceries, satu paket stroberi harganya sekitar $3. Belum lagi apel, anggur yang hanya berharga $2 untuk satu basket besar. Bisa memilih: hijau, merah, dan campuran. Semuanya seedless. Belum lagi kelompok-kelompok sayuran yang tidak bisa aku sebutkan harganya satu persatu. Juga karena sangat sangat murah kalau dibandingkan dengan toko groceries. Dan, yang jelas, bebas pajak, hehehe.

Oh, sayang sekali aku sudah melakukan groceriesku kemarin. Coba kalau tidak, pasti aku mending beli di sini, karena lebih murah dan segar.. :D Tapi, akhirnya aku tergoda juga untuk beli pumpkin butter. Ini gara-gara Laura, dosen Statistik yang membawa apple butter ke kelas sebelum ujian Statistik. Disana juga ada pumpkin butter. Karena aku sudah coba apple butter, tidak ada salahnya mencoba pumpkin butter. Pumpkin butter akan enak digunakan condiment untuk makan crackers atau bikin toast. :D. Ah, akhirnya aku beli juga ini. Ditambah beberapa buah-buahan. Aku tidak tahan untuk tidak beli karena murahnya… :P.

Di pasar ini, juga ada toko yang menjual daging bison. Upss, aku benar-benar ingin mencoba, tapi tidak tahu bison dimasak apa. Mungkin bisa dimasak steak ya… Lain kali akan coba deh. Tadi coba untuk beli es krim Mexico. Tapi alamak antrinya panjang dan lama banget. Sampai dengan 15 menitan, masih panjang juga akhirnya aku memutuskan untuk cabut dari pasar petani dan balik ke Mansion Hill.

2 Comments to "The Soulard Farmers Market"

  1. Lani  6 November, 2019 at 10:21

    HN Wes suwe banget ora tahu kontak………apakabar? Sekarang tinggal dimana?

  2. Wiwit Atica sarry  3 November, 2019 at 14:57

    Saya mau tanya jika Kata “Wiwit” di tulismenggunakan huruf Jepang menjadi?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.