Festival Budaya Dayak Kalimantan

Bayu Winata


Suara sape, terus terdengar. Dan kadangkala teriakan khas  yang berbunyi “ kiuuu” terdengar. Pelan-pelan seorang pemuda dengan senjata tajam terhunus, masuk ke tengah podium. Di kiri kanan pemuda tersebut, wanita dengan busana yang khas. Menari dengan penuh keanggunan, Pemuda yang masuk ke podium ini, membacakan mantra dan terus mengelilingi para wanita tersebut. Senjata tajam  yang semula dihunus, dipindahkan posisi nya. Sekarang berada di mulut. Tangan pemuda ini. Mengambil sesaji yang sudah disiapkan sebelum nya. Sesekali dia melemparkan air ke atas sembari terus mengelilingi para wanita tersebut.   Ritual ini merupakan perghormatan terhadap Roh suci yang selalu melindungi mereka.

Di manakah aku sekarang?  Kali ini, aku berada di Festival Dayak. Festival yang sudah berlangsung sebanyak delapan kali ini. Dilangsungkan di UGM. Selaku  tuan rumah kali ini, adalah Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

Festival ini merupakan festival budaya. Yang salah satu tujuan dari festival ini adalah mengenalkan budaya Dayak, agar kita juga mengenal Dayak tidak hanya terkenal dengan budaya ngayau nya ( budaya memotong kepala musuh), tetapi dayak juga memiliki tarian dan busana tradisional yang sangat indah. Semua komunitas dayak yang berasal dari berbagai Provinsi dan Kabupaten yang berada di Kalimantan. Berkumpul di Yogyakarta. Berkumpul untuk menujukkan eksistensi mereka. Festival ini berlangsung dari tanggal 21 Oktober hingga 23 Oktober 2010.

Acara ini, di buka dengan pop singer . Ada lima  penyanyi yang saling bersaing untuk menunjukkan siapakah yang memiliki suara yang indah. Ada hal sangat menarik bagi ku pada saat aku menonton perlombaan ini. Salah satu konstentan, memadukan komposisi jazz dengan musik tradisional. Sehingga menimbulkan harmonisasi yang sangat indah. Suara vibrasi khas musik jazz digabungkan dengan musik tradisional sape. Barat dan timur bersatu. Memberikan suasana yang sangat indah.

Selain pop singer, dalam acara ini. Diselipkan acara berupa tarian tarian tradisonal. ada beberapa tarian tradisional yang salah satu nya mengambarkan peghormatan mereka terhadap Tuhan, Dan hal ini yang membuat ku merinding. Suara sape, yang merupakan alat musik tradisional dayak, suling dan gong. Dengan liarnya memenuhi podium ini. Tingkah laku para penari lelaki yang dengan gagah nya menggunakan baju perang dayak, dan di pinggang mereka di selipkan Mandau sembari sesekali berteriak khas “ kiiuuuuu”, semakin menambah mistis nya suasana malam itu. Di tambah lagi, dengan liukan anggun para penari wanita. Dengan bulu burung enggang yang mereka selipkan di jari dan kepala mereka. Aku serasa berada di Kawasan Pegunungan Bukit Maratus melakukan prosesi berdoa sebelum memulai peperangan. Dan bukan di Yogyakarta.

Festival ini, kembali mengingatkan ku akan keragaman Indonesia. Alunan Sape, suara gong, gemulai nya penari wanita, gagah nya penari pria. Mengingatkan akan nenek moyang kita. Yang merupakan bangsa pejuang. Dan menunjukkan potensi besar budaya kita yang selalu di lupakan.

Ada obrolan menarik yang aku lakukan dengan teman dari Kalimantan ini. Pada saat aku melihat stand dari Kalimantan Tengah, aku mengajak teman dari Kalimantan ini berbicara mengenai potensi apa yang ada di daerah mereka. Iseng aku berkata “bagaimana dengan Kalimantan Utara”, mereka terdiam lalu tertawa, mereka berkata “ kita bungkus saja bang, nenek moyang kita juga sama”.  Dan aku hanya menjawab dengan tertawa saja.

Selain tarian, juga terdapat festival tatto, festival menyumpit, dan stand stand yang merupakan perwakilan dari Dayak dayak yang ada.   Jika ingin melihat prosesi tato dayak yang dikenal dengan nama hand tiping kita dapat melihat secara langsung di festival ini.

Jadi, silahkan datang dan kenali lah budaya Dayak ini. Kenali Indonesia mu.

About Bayu Amde Winata

Penggemar fotografi dan petualangan. Menuangkan pikiran dan apa yang dilihatnya dari seluruh Nusantara melalui jepretan-jepretannya. Bergaung ke seluruh dunia dengan lensa via BALTYRA.com.

My Facebook Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *