Green Canyon

Edy Harjito – Qatar


Lokasinya yang jauh dari Jakarta tidaklah membuat menyesal mengunjungi obyek wisata Green Canyon ini, tidak percuma nyetir mobil jauh dan jalanan sempit serta banyak motor, dibutuhkan kesabaran yang luar biasa nyetir seperti ini, apalagi saya yang terbiasa di jalanana lebar dan seneng dengan high speed. Di sini nyetir dengan speed 20 km/jam saja sudah alhamdulillah.  Dari arah Jakarta menuju pantai Pangandaran, lalu ambil arah kanan.  Begitu tiba, pemandangan nya memang indah, serasa ke dunia lain, apalagi bila musim tidak  hujan, airnya pasti jernih dan arus nya tidak begitu kuat.

Dengan membayar sewa kapal Rp. 75 rb di pintu masuk,  dan naik boat nya ke hulu sungai. Di kanan kiri sungai pemandanganya sungguh indah, air sungai dan tumbuhan rindang serta batu-batuan kali terlihat di sana sini. Di suatu tempat yang sempit yang hanya cukup untuk 1 boat , terlihat orang di atas yang memberi signal berupa tanda hijau dan merah. Begitu sampai di ujung, di mana boat  tidak bisa melewatinya., saya turun dari kapal boat dan ambil photo.

Rupanya perjalanan belum berakhir sampai di sini, masih bisa dilanjutkan denagn cara berenang menuju hulu. Setelah  diskusi dengan anak dan istri dan mengingat perjalanan yang  jauh, maka sayang sekali bila tidak mencobanya. Demi safety, anak terkecil dan istri tidak ikut ke  hulu dan menunggu di hilir/ kapal. Kami njebur ke sungai dan merambat ke hulu  melalui celah-celah batu dan arus sungai yang kuat, dibantu tali secara estafet dan  dipandu orang lokal tentunya.

Repot nya orang seperti saya yang berkaca mata kalau main air begini. Tidak lupa camera pocket dibawa dengan cara dimasukkan plastik.  Ada beberapa spot yang memang cukup bahaya dilalui karena air nya saat itu cukup deras. Benar-benar adventure yang menantang, anak-anak saya sangat bersemangat dan gembira ria.  Lihatlah photo nomer tiga dari paling akhir, terlihat tali tali tempat merayap dan belindung dari arus sungai yang deras, kalau terlepas pegangan siap-siap kejeduk batu.

Nama aslinya sih Cukang Taneuh dan berubah jadi Green Canyon karena ada seorang turis bule yang bilang obyek wisata ini mirip mirip Grand Canyon, mungkin bebatuanya kali ya.

Menurut saya, obyek wisata di sini akan lebih bisa dan banyak menarik turis domestik maupun mancanegara bila ditambah dan digalakkan peredangan di atas perahu seperti di Damuang Saduak Thailand sana. Di pulau Jawa ini belum ada jual beli di atas perahu dam akan jadi market wisata yang luar biasa. Yang punya akses ke bupati Tasikmalaya bisa dilemparkan ide itu.




Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.