Benar-benar Iseng

Linda Cheang – Bandung


Halo semua Sobat Baltyra

Saya kirimkan lagi gambar-gambar hasil bidikan iseng saya. Ini memang isengnya beneran karena selain tidak menggunakan kamera saku standar yang biasanya saya bawa, soale sedang dipinjam “Si Kerabat”  untuk hunting, juga karena saya ingin tahu sejauh mana kemampuan saya memanfaatkan kamera ponsel yang ada dengan segala keterbatasannya dan dengan kemampuan know how saya akan kamera ini. Tentu saja hasilnya kalah jauh bila dibandingkan dengan menggunakan kamera canggih Digital Single Lens Reflex seperti Canon atau Nikon atau bahkan dengan kamera DSLR yang Digital Saku Lan Ringkes sekalipun.

Dari pengalaman iseng ini, saya mendapat ilmu baru. Bahwa kamera ponsel yang saya miliki, Sony Ericsson k610i, masih cukup layak untuk digunakan mengambil gambar dengan kualitas yang hanya bagus untuk pencahayaan yang baik dan bukan untuk fotografi macro. Walau dengan keterbatasan seperti itu, bukan berarti harus menjadi hambatan untuk mengambil moments of interest sampai ke hal-hal yang unik dan lucu. Saya berpikir, semestinya fotografer yang baik meski baru kelas amatir, dalam berkarya, tidak boleh dihalangi keterbatasan alat. Semoga ini bisa menggugah para pemilik kamera ponsel untuk bisa memanfaatkan kameranya lebih baik lagi.

Bukti bahwa kamera ponsel ini tidak cocok untuk fotografi macro, ada pada foto Kamboja Putih yang saya lampirkan ini. Bunga yang di Pulau Bali dipersembahkan untuk para dewa, sementara buat sebagian besar orang, Bunga Kamboja itu tak lebih sebagai bunga kuburan. Jika pada gambar terlampir, bunganya terlihat halus, itu sudah merupakan hasil olah digital dengan perangkat lunak fotografi, sebab hasil aslinya, gambar bunganya blurr, tidak jelas.

Begitu pula dengan Bunga Lily Merah, yang baru lebih kelihatan keindahannya setelah diolah dulu, diberi tambahan back light dan dipertajam objeknya. Pada gambar Baby Grand Piano Dengan Kursinya, setting untuk dalam ruangan dengan hanya memanfaatkan cahaya matahari dari jendela gedung, yang datang dari arah belakang kursi. Ternyata memang kameranya tidak bagus untuk dalam ruangan dengan pencahayaan yang kurang intens.

Kamera ini baru akan menghasilkan gambar yang tajam, seperti gambar Anjing Brownie, gambar Enthog serta gambar Ayam Normal dan Ayam Kate, karena pencahayaan yang baik meski cuaca luar ruang saat itu mendung. Sayang, Si Ayam katenya sedang berpindah posisi saat saya jepret, jadi kurang kelihatan betapa katenya si ayam itu.

Nah, buat Oom Dj, itulah penampakan Si Enthog atau dalam Basa Sunda suka disebut meri, dengan hurufe” pepet, masih sekeluarga dengan bebek, hanya badannya lebih kecil dan kakinya lebih pendek, sehingga kalau berjalan, ekornya terlihat megal-megol lucu. Daging enthog juga enak dimakan, rasanya lebih gurih dan teksturnya lebih empuk. Kalau ke Bandung lagi, di sini ada resto khusus yang menyajikna masakan dari daging enthog.

Lampiran terakhir, gambar-gambar jemuran yang biasa terdapat di perkampungan di Indonesia secara umum. Saya juga sebetulnya ingin di satu saat bisa menampilkan gambar jemuran di gedung-gedung HDB di Singapore, untuk menunjukkan bahwa di negara maju juga, ada jemuran yang melambai-lambai terlihat secara nyata. Lalu tak lupa dilampirkan sangkar-sangkar burung berisi burung-burung piaraan yang dimiliki para penggemar burung sebagai klangenan.


Silakan kepada semua Sobat Baltyra untuk berikan komentarnya. Biar meramaikan artikel ini.


Salam klik,

Linda Cheang



PS :

Setting cell phone camera SE k610i

Shoot mode       : normal

Size                  : 2 MP

Effects              : Off

White Balance   : Auto

Picture Quality   : Fine

Khusus pada Baby Grand Piano Dengan Kursinya -> Night Mode : On.

About Linda Cheang

Seorang perempuan biasa asal Bandung, suka menulis tentang tema apa saja, senang membaca, jalan-jalan, menjelajah dan makan-makan. Berlatar pendidikan sains, berminat pada fotografi, seni, budaya, sastra dan filsafat

My Facebook Arsip Artikel Website

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.