Memaknai Kehidupan di Jakarta

Narasi: Aimee, Photographer: Bendotz


Dear pembaca Baltyra semua nya…

Mau sharing foto jepretan adek ipar ku. Semenjak ngomong dengan punggawa Baltyra soal kamera kameraan. Aku melirik hasil foto adek ipar ku. Nah foto ini lokasi nya di ambil di kota tua dan pelabuhan Sunda Kelapa pada tanggal 28 februari 2010. Jenis kamera Canon 5D Mark II, dengan Lensa  24-105. Settingan gak ngerti deh, secara katanya silahkan ambil sendiri foto nya di FB. Haikzzz…….

Adek ipar ku ini suka fotografi dan nyambi-nyambi sebagai fotografer amatir untuk pre wedding teman dekat. Kalo ada yang berminat bisa hubungi dia untuk foto pre wedding murmer.

Beberapa foto yang diambil di pelabuhan Sunda Kelapa menyiratkan betapa hidup di ibukota ini sungguh butuh kerja keras.

Pemandangan pertama di pelabuhan Sunda Kelapa disuguhkan kapal-kapal yang tertambat di pelabuhan (gbr 1).

Tampak seorang bapak tua, tampak seperti pekerja yang memperbaiki kapal atau ntah pekerja apa  duduk menikmati hari, mungkin kelelahan (gbr 2) , tampak kerut tua dalam wajahnya, walaupun tua hidup membuat aku berharap (gbr 3).

Saya baru tau dari foto adek ipar saya kalau di Sunda Kelapa menawarkan penyewaan kapal untuk orang-orang yang hobby fotografi. Mungkin pemandangan yang bisa di capture bisa lebih ciamik. Nah ini bapak-bapak yang menawarkan sewa kapal nya, duduk manis seperti Don Juan di masa muda nya. Namun adek ipar ku menolak menyewa kapal karena cukup mahal (katanya), dan sang bapak ini lah yang menjadi model foto nya. (gbr 4 dan 4a)

Di pelabuhan ini juga ada anak-anak yang mau melompat dari perahu untuk diabadikan tapi tunggu dulu, bayar ya oom baru kita loncat…yukkk loncat (gbr 5)

Byurrrrr, air memercik (gbr 6)

Berenang lah dia ke tepian (gbr 7)

Kemudian menepi (gbr 8)

Berjalan berjejer siap-siap menerima bayaran oom….(gbr 9)

Ada juga hasil anak yang nyebur, dan di rotate (kesukaan Vee neh)….(gbr 10)


Habis hunting foto di pelabuhan Sunda Kelapa, bergerak ke kota tua…

Disambut dengan ontel warna warni (gbr 11  ) dan ontel tua yang terlihat seperti opsir belanda yang  menunduk takzim dengan helm-helm nya (gbr 12)

Namanya juga kota tua, tentu banyak bangunan tua…(gbr 13)

Di samping gedung ada pohon dengan ranting nya melambai…kontras sekali daun muda bertemu gedung tua. (gbr14)

Dilihat ke atas sedikit, terlihat pucuk dedaunan pohon lain tumbuh tinggi melampaui gedung…seakan bertahan hidup juga seperti manusia Jakarta lainnya di kota yang keras ini. (gbr 15)

Ada pula gedung lain yang tampak lebih bersih dibanding gedung yang tadi, yang ini lebih bagus ya gedung nya (gbr 16 dan 17)

Di sisi lain kehidupan gemerlap Jakarta sebagai ibukota negara, ada nasib nasib orang  Jakarta yang harus tetap bertahan hidup seperti pucuk pohon tadi.

Aku cacat, namun aku harus bertahan hidup (gbr 18)

Meskipun berbeda kami berdua tetap manusia penghuni kota Jakarta. (gbr 19)

Pentato jalanan pun pekerja seni, aku punya seni untuk kujual tuk bertahan hidup (gbr 20)

Sisi lainnya mata segar melihat hijaunya daun jendela yang berjejer (gbr 21)

Daun jendela dan daun beneran…sama-sama daun dan sama-sama hijau kan (gbr 22)

Nah kalo foto yang ini aku tidak tau dia ambil di mana tapi efek nya seperti dari dalam penjara ya kayak di film film…ada yang tau ini di mana nya (gbr 23)

Nah kalo patung  yang ini saya juga gak tau patung apa ini, tapi ini buat bonus bagi pria pria yang whole pack, ayo engkau fitness….(gbr 24 dan 25)


Okehhhh…sampai ketemu lagi di sesi foto berikutnya….kritik dan saran nya monggo….

~jepretan by Bendotz ([email protected])


Note Redaksi:

Terima kasih Aimee sudah memerkenalkan iparnya di sini. Selamat datang dan selamat bergabung Bendotz, make yourself at home…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.