Bergerak Menuju KaruniaNya

Galuh Chrysanti


Pohon Rambutan Bu Denok berbuah lebat. Buahnya tampak memerah rimbun bergelantungan, memikat pandangan siapapun yang lewat. Para tetangga pun tak mau ketinggalan minta bagian buah sedap itu. Saban hari, ada saja yang datang meminta buah rambutan. Maklum, Bu Denok ini memang terkenal pemurah di kompleks tempat tinggalnya.

Ada yang datang dengan celana digulung selutut siap memanjat pohon rambutan. Ada yang datang membawa galah. Bahkan ada yang datang dengan membawa karung kosong siap diisi penuh oleh buah nan segar itu. Semua disambut Bu Denok dengan tangan terbuka.

Ada juga tetangga Bu Denok yang setiap hari menelepon minta rambutan. Namanya Bu Cemplon. Sehari bisa beberapa kali menelepon, mengingatkan Bu Denok agar dirinya disisakan buah Rambutan. Setiap menelepon selalu lama, walau tetap diterima Bu Denok dengan suka cita.

Setiap hari tak jemu Bu Cemplon menelepon, hingga musim rambutan berlalu, dan buah tak lagi bersisa walau satu juga. Bu Cemplon tak pernah datang mengambil rambutannya, tak segigit pun mencicipi lezatnya rambutan Bu Denok.

Sahabat, rezeki kita sudah disediakan. Dia menciptakan nyamuk untuk mengenyangkan cicak, Dia juga menyediakan nektar demi lebah dan kupu-kupu. Dan cicak keluar menjemput rizkinya, merayap di tembok menangkap mangsanya. Kupu-kupu dan lebah beterbangan, tak lelah mengepakkan sayap menuju bunga demi bunga di taman.

Namun, ada sebagian kita yang tidak mengiringi doa dengan ikhtiar raga. Sama seperti Bu Cemplon, yang hanya menelepon Bu Denok minta buah Rambutan, walau memang tak pernah alpa setiap harinya. Hanya menelepon, tanpa sekalipun mengunjungi rumah Bu Denok.

Sahabat, jika ingin rezeki, bergeraklah. Lakukan apa saja yang kita bisa. Sekecil apa pun, sesederhana apa pun itu. Ada seorang ibu yang menjemput rezekinya dengan membungkus kue. Kue bolu satu loyang diambilnya di toko kue. Kemudian diiris-irisnya kue bolu itu dan diplastiki satu-satu. Potongan kue dijualnya lagi di pedagang kue eceran. Hanya bermodalkan plastik dan ketekunan, dapat membantu suami menyekolahkan anak-anaknya.

Ada seorang lelaki mengitari kompleks perumahan, menawarkan jasa membersihkan kompor gas. Tanpa modal apa-apa, hanya kemauan dan ketelitian membersihkan minyak yang menempel di sudut-sudut kompor. Tapi setidaknya ia bergerak, terus bergerak menuju rezekinya.

Seorang nenek tiap pagi berjalan kaki menenteng termos air panas dan kopi atau teh instan. Pekerjaan sederhana, mungkin untungnya tak seberapa. Tapi ia bergerak, berikhtiar nyata menjemput rezekinya.

Jantung kita dalam sehari berdenyut hingga ratusan ribu kali. Elektron tak pernah lelah berotasi mengelilingi inti atom. Bumi, langit dan segenap isinya senantiasa bergerak. Tuhan menciptakan cacing untuk burung, tapi tidak melemparkan ke sarangnya. Burung harus terbang mencarinya. Bergerak adalah suatu keniscayaan di dunia ini. Mereka yang diam akan tersisih.

Setiap awal selalu sulit bagi siapa pun. Mulai bergerak memang tantangan terbesar.

Bangkitlah, Sahabat. Mulailah, cobalah, bergeraklah, kerjakanlah, berangkatlah. Yakinlah, Dia akan tunjukkan jalan menuju rezekimu. 


Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.