Otong Udinov’s File: Mendoan Buatan Ryu

Wahyu Wibowo


“ Tok… Tok… Tok…. Aa Otong bangun dah siang nih….. “ terdengar suara memanggil dibalik pintu

Mengetuk perlahan mataku yang masih ingin lebih lama menyempurnakan lelapku

Yeah… masih terbaca sisa sisa lelah setelah kembali dari ibukota Jakarta di pagi pagi buta

Enggan rasanya beranjak berpisah meninggalkan kasur bulukku yang tercinta


Aa…. Ih kaya kebo aja…. Ayo dunk bangun…. “ suara itu terdengar kembali… kali ini dengan intonasi yang semakin meninggi

Hmmm… bila dari liukan-liukan nadanya, rasa-rasanya aku kenal dengan suara mezzosopran ini

Tak salah lagi…. Ini suara Mpok Ryu… janda kembang yang ngekost di samping rumahku

Sepertinya ada sebuah tugas rutin yang telah menanti kehadiranku


Kulirik jam beker yang ada di sisi meja tak jauh dari kasurku

Kuraih dan kudekatkan agar nampak jelas angkanya di antara sadar dan tidak sadarku

Masih pukul setengah tujuh pagi rupanya…… hmmm pantas saja kantukku masih terasa

Tapi membayangkan mpok Ryu dengan tongkat sapunya… hmmmm aku harus berpikir ribuan kali untuk membuatnya menunggu lebih lama


“ Met pagi bebek tantik… “ ucapku sesaat setelah membuka pintu sambil mengucek ngucek mataku

“ Oughhh lama kali sih bangunnya….. “ sungutnya dengan muka berlipat lipat ditekuk

“ Khan Aa capek…. Habis pulang dari Jakarta …. Baru aja nyampe rumah jam 2 pagi tadi… “ ucapku memberi penjelasan

“ Ya udah…. Cepetan…. Isiin bak mandi….. Ryu ada acara malam ini…. jadi mesti luluran dulu…. Nanti sambil aa isi bak mandi Ryu buatin goreng mendoan “


Yups…  memang sudah jadi tugas rutinku selama ini menimba air sumur untuk mengisi kamar mandi

Sebuah ritual yang harus aku lakukan di tiap pagi dan sore hari…. Sebuah ritual yang bergizi amal tinggi

Karena hanya diriku semata satu satunya laki laki yang ada dirumah itu

Bersama ibu dan adikku Ira yang baru duduk kelas satu sebuah SMU


Hmmm…. Ryu……. Nama asli pemberian orang tuanya di kampung sebenarnya sih cukup manis…. Rukiyem Simelekete Pujiastuti

Setelah setahun berada di Bandung… entah kenapa jadi berubah menjadi Ryu Achie Asokawati

Katanya sih biar lebih trendy…. Mengikut artis-artis yang suka merubah nama mereka

Biar gampang diingat dan menjadi hokki kata mereka setiap kali ditanya


Ryu…. Lahir dan besar di sebuah negeri yang sejuk dengan pemandangan yang masih asri bernama Purwokerto

Sebuah negeri yang terkenal dengan kelezatan mendoannya yang empuk-empuk gitu loh

Sebelum kang Dadang mengajaknya pergi mengadu nasib di kota Bandung

Mengejar mimpi menjadi penyanyi dangdut antar kampung


Perlahan tapi pasti karirnya semakin lama semakin membumbung tinggi

Hampir semua kenduri, pesta kampung hingga sunatan massal telah ia jalani

Nama dan kemerduan suaranya cepat menjadi buah bibir di mana-mana

Mengalahkan Helena…. Si ratu ngebor ala india yang tiada duanya di dunia


Hingga akhirnya pada suatu hari dia berkenalan dengan kang El Arjawi

Juragan sapi yang begitu ngebet mempersuntingnya menjadi istri

Tapi setahun kemudian terpaksa harus bercerai karena kang El Arjawi kecantol pesona neng Mayori Ari

Kembang desa Pulau Gebang yang baru pulang dari menjadi TKI


Hmmm… akhirnya penuh sudah bak mandi pagi ini

Meskipun peluhku bercucuran di sana sini

Dari dapur tercium aroma wangi mendoan yang kusuka

Ditingkahi suara mpok Ryu yang menyanyi dengan cengkok dangdut ah..ah…ah


Aku merebahkan tubuhku di bale-bale bambu di teras rumahku

Menikmati semilir angin yang menyapa membelaiku

Suara suara alam sesaat hadirkan kedamaian

Tak lama berselang hadir mpok Ryu dengan sepiring mendoan di tangan

“ Aa…. Dimakan dulu nih mendoannya…. Mumpung masih panas “ ucap mpok Ryu

“ Hmmm… bebek tantik tahu aja kalo aa sudah kelaperan dari tadi….. makasih yach buat mendoannya.. “ ucapku sambil bersandar di bale-bale bambu

“ Aa hari ini ada acara ngga…. “ tanya mpok Ryu sambil duduk dan ikut menikmati mendoan di sampingku

“ Kalau tak ada…. Temani Ryu show di kampung sebelah yach…. Bang Kodir yang anggota DPR itu hari ini sedang ngambil mantu “


Yeah…. Aku begitu sering diajaknya menemani dirinya pergi show keliling dari desa ke desa

Melihat pertunjukkan live dangdut yang hampir selalu diserbu massa dari berbagai desa sekitarnya

Lagipun mpok Ryu selalu suka bila ada diriku menjaga dan menemaninya

Ada teman yang nyambung diajak ngobrol apa saja di sela sela padatnya acara


“ Hmmm gimana yach……kayaknya hari ini Aa ada kerjaan dech…. “ ucapku pura-pura tak tertarik sambil membaca koran lama

“ Yee Aa bohong….. Ryu tahu koq kalau jadwal Aa hari ini tuh cuman ngasih makan bebek ma benerin kandang ayam belakang rumah “ ucapnya merajuk manja

“Iiya dech Aa temenin…. Tapi ada syaratnya loh……. Mau nggak…. “ ucapku lagi sambil tersenyum senyum penuh arti

“ Apa itu Aa…… asal jangan belah duren aja yach………. Apapun asal Ryu bisa pasti Ryu mau koq ngelakuin buat Aa “ ucapnya lagi sambil berseri seri


“ Hmmm….. nganu…… nganu…… nganu Ryu…….. ituloh…… hmmmm… nganu…… nganu……… “ ucapku sengaja memotong-motong kalimatku

“ Haiya….. apa ni….. nganu…. nganu melulu……. Pentung ni…….. “ sahut Ryu dengan mimik muka cemberut

“ Itu loh…. Aku cuma mau….. hmmmmm gimana yach ngomongnya….. hmmmm aku malu buat ngomongnya nih……… “ ucapku setengah menggoda

“ Takkk Pletakkkkk !!!!!  tuing…tuing…. Kikuk…kikuk……“ sejurus kemudian tongkat sapu itu pun beraksi membuat gaduh suasana


Hmmmmm……. Bidadari yang satu ini memang galak seperti singa

Meskipun kutahu sebetulnya dia memiliki hati selembut bunga

Jangan sekali kali pernah berniat untuk mengusiknya

Kalau tak ingin kepalamu penuh dengan benjol benjol biru semua


“ Aduh….. iya dech… ampyun……. Aa lagi haus ni……. Aa cuma mau minta kopi buatan Ryu……. Boleh ngga ? ucapku lagi sambil mengelus-ngelus benjut di dahi

“ ih Aa ni susah amat minta itu pun…. Pake acara muter muter segala…… jangan salahin tongkat sapu Ryu yach…. Ya udah tunggu sebentar lagi “

Mpok Ryu pun pergi ke dapur setelah sukses mencubit pinggangku dengan gemasnya

Aku hanya tersenyum-senyum sendiri sambil membayangkan meriahnya suasana yang akan terjadi di pesta dangdut desa tetangga



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.