Ikan Paus di Meja Makan

Junanto Herdiawan


Sejak kecil, bayangan saya tentang ikan paus adalah hewan yang besar, pintar, dan mengagumkan. Tak pernah terbayang bahwa paus juga dapat dimakan. Padahal di Jepang, paus adalah salah satu makanan favorit masyarakat Jepang. Sejak 3000 tahun sebelum Masehi, orang Jepang telah menjadikan daging paus sebagai salah satu pilihan makanannya.

Memakan paus memang lebih terkait ke masalah kebiasaan ataupun budaya satu masyarakat. Isu sebenarnya yang berkembang saat ini, lebih terarah pada penangkapan ikan paus (whaling) yang berlebihan. Bukan pada isu memakan daging ikan paus.

Terkait dengan itu, beberapa waktu lalu, saya menemukan satu restoran yang menyajikan Paus. Lokasinya di daerah Shibuya, Tokyo, tak jauh dari stasiun kereta Shibuya. Nama restorannya Kujira-ya. “Kujira” berarti ikan paus, dan “Ya” bisa berarti restoran. Karakter kanji dari kujira terdiri dari dua elemen, yaitu “Kuat” dan “Ikan”. Orang Jepang memang masih memercayai bahwa Paus adalah Ikan.

Kujiraya menyajikan aneka hidangan paus, mulai dari steak paus, nugget paus, paus goreng, hingga sajian yang terbaik, yaitu sashimi paus. Pelayan restoran menyarankan saya untuk mencicipi sashimi paus. Dia berjanji akan menyajikan sashimi terbaiknya. Selain itu, paus nugget goreng (karagee) juga menjadi menu favorit yang diusulkan.

Saat disajikan, saya melihat bahwa tekstur dan warna dari paus ini mirip dengan daging ikan tuna (akami). Namun soal rasa, daging paus lebih liat dan memiliki aroma yang tajam. Oleh karenanya, anda harus mencampur saus shoyu dengan jahe, bawang putih, dan daun bawang. Kemudian, celuplah daging paus beberapa lama di saus sebelum mencicipi.

Nugget Paus gorengnya lebih mengasyikkan. Ini nampaknya yang paling enak. Tepungnya crispy dan jalinan rasanya gurih. Rasa daging paus lebih menyerupai daging sapi ketimbang ikan. Daging paus memiliki serat-serat seperti sapi, bukan ikan. Saat mencicipi nugget goreng, serat-serat daging paus sungguh empuk dan meleleh di mulut. Memberikan kenangan tiada henti.

Daging Paus bisa dengan mudah kita dapatkan di beberapa supermarket di Jepang, seperti Daiei dan Meidiya. Bentuknya seperti potongan daging sapi dan dijual dalam plastik. Harganya sekitar 1000 – 2000 Yen untuk setiap 80 gram.

Memakan daging paus memang lebih dari sekedar memakan daging biasa. Di balik satu piring sashimi Paus, tersimpan banyak cerita dan pertentangan yang cukup “kontroversial”, bahkan hingga tingkat global. Isu politik dan tekanan dari para pecinta lingkungan hidup menjadikan penggemar paus semakin berkurang di Jepang. Jumlah restoran paus juga merosot drastis.

Oleh karenanya, mencicipi Paus adalah juga mencicipi berbagai cerita di baliknya, baik itu tradisi, budaya, maupun politik yang mengikutinya. Anda mau mencobanya? Silakan mampir ke Jepang. Salam.

31 Comments to "Ikan Paus di Meja Makan"

  1. kim  16 April, 2013 at 16:05

    Daging hiu agak mirip daging tenggiri, tapi lebih lembut, imo. Paus kan mamalia wajar sih lebih mirip daging sapi.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.