Kenali Kamera Anda!

Josh Chen – Global Citizen


Note:

Tulisan ini adalah ‘daur ulang’ tulisan saya sendiri yang pernah tayang di salah satu citizen journalism 2 tahun lalu. Sudah diedit ulang sesuai kondisi sekarang.

Dua tahun lalu dalam satu acara sekolah anak-anak, saya menghadirinya dan tentu saja membaca camera untuk mengabadikan acara tsb.

Seperti biasa, mata berkeliling untuk melihat ‘cangkingan’ para orang tua murid yang lain…sebagian besar dengan handphone yang sekarang sudah cukup canggih dilengkapi camera dengan sekian megapixel. Sebagian lagi menenteng handy cam dan senyum-senyum bahagia serta bangga nampak di wajah para ayah dan para ibu yang sedang shooting anak-anak mereka yang sedang unjuk kebolehan. Ada lagi yang menjepret dengan pocket camera, dan saya perhatikan ada 3 orang yang menenteng DSLR.

Yang satu jelas fotografer yang ditunjuk sekolah untuk mengabadikan acara hari itu, satu lagi seorang bapak yang kelihatan memahami benar apa yang dipegangnya…dan yang menarik perhatian adalah seorang ibu yang menenteng DSLR Canon dengan type cukup canggih. Bukan si ibu lho yang menarik perhatian saya, tapi camera’nya….apalagi dengan kelihatan mantap jepret sana jepret sini….

Tapi kemudian saya ‘curiga’ karena melihat si ibu itu tidak pernah mengutak atik setelan apapun di camera’nya. Nah, kebetulan si ibu tadi berjalan ke arah saya dan mulai ‘nginceng’ (maksudnya membidik melalui viewfinder camera) untuk jepret-jepret lagi. Dengan mudah saya melihat setelan camera tsb, dan dalam hati berseru: “duh, eman-eman, mendingan tukeran, kalo cuma gitu, camera’ku ini udah lebih dari cukup, DSLR’nya buat aku aja” hehe….tidak meremehkan, tidak merendahkan, tapi apa yang saya lihat adalah, setelan “Auto” untuk DSLR begitu canggih betul-betul sungguh disayangkan…..

Yuk, kita kenali camera kita….secara sederhana dan simple saja…..

Auto:

Silakan lihat di tombol putar alias dial di camera masing-masing, pasti ada tulisan Auto atau gambar persegi berwarna hijau. Itulah kebanyakan fungsi otomatis dari camera sudah default preset dari pembuat camera. Pembuat camera sudah memrogram fungsi kebanyakan yang digunakan dalam berbagai kesempatan mengabadikan gambar.

Baik camera pocket atau DSLR ada fungsi ini. Dan memang sangat mudah….paling optimal dan bagus hasilnya dengan setting ini adalah outdoor dengan sinar matahari yang tidak terlalu kuat. Biasanya hasilnya bagus, warna kontras dan tajam, karena cukup cahaya. Tapi untuk mendapatkan hasil yang optimal dan sesuai dengan keinginan kita, rasanya perlu untuk eksplorasi dan mengenali sedikit lebih jauh camera kita.


Gambar Gunung:

Fungsi ini adalah untuk pemandangan alam, terbuka dan jarak jauh. Silakan dilihat banyak contoh jepretan pemandangan alam di: http://baltyra.com/category/lensa-fotografi/. Prinsip fungsi ini adalah untuk mengoptimalkan hasil jepretan pemandangan alam. Memang Auto akan memecahkan masalah ini juga, tapi silakan bandingkan sendiri sekali-sekali, foto pemandangan yang sama dengan Auto dan Gambar Gunung, mana yang lebih ok….

(http://baltyra.com/2010/01/27/visit-indonesia-every-year/)

Gambar Bunga:

Untuk camera simpel dan sederhana, fungsi ini biasa dipakai untuk jepret subjek atau benda yang jaraknya kurang dari 70cm. Atau kadang disebut juga fungsi Macro. Ketajaman dan hasil dari jepretan tergantung kualitas camera, ketajaman lensa dan tentu saja yang terpenting adalah tangan yang tidak goyang.


Gambar Kepala Orang:

Fungsi ini dan fungsi Gambar Bunga biasanya mirip atau mendekati. Untuk close up foto manusia.


Gambar Orang Berlari:

Fungsi ini adalah untuk menjepret gambar bergerak, biasanya di buku petunjuk disebutkan untuk ‘Sport’ yaitu menjepret event olahraga, lari, sepeda, dsb. Prinsipnya adalah setting camera pada fungsi ini adalah auto focus terus menerus mengikuti pergerakan tangan yang mengikuti pergerakan subjek.

P (Program):

Biasanya fungsi ini adalah untuk pre-programmed function dari camera. Silakan dicoba masing-masing camera yang berbeda isi P di sini. Satu camera setting P ini berbeda dengan camera lainnya.


Tv (Time Value):

Nama lain adalah Shutter Speed Priority. Maksud fungsi ini adalah kita bisa setting berapa lama shutter speed itu membuka dan mengambil gambar, dan value yang lain (aperture, ISO) menyesuaikan otomatis.


Av (Aperture Value):

Atau disebut juga Aperture Priority. Yaitu untuk setting di mana aperture kita atur sesuai kebutuhan atau keinginan kita, sementara value shutter speed, ISO ikut saja otomatis. Kegunaan 2 fungsi ini Tv dan Av adalah untuk dalam keadaan tertentu kita ingin cepat setting, daripada setting manual yang masih harus (kadang) melihat level meter, dengan kondisi tertentu Tv dan Av lebih cepat dan praktis dibanding Manual dan hasil cukup bagus dibanding dengan setting Auto.

Simbol setting untuk Av adalah f dengan angka di belakangnya. Misalnya f2.7, f6.0, f8.0, f11. Untuk mudah mengingat, setting f angka besar biasanya untuk kondisi cahaya yang cukup atau berlebih contohnya di siang hari dan outdoor. F dengan angka kecil jika kondisi cahaya kurang atau indoor. F angka kecil ini juga untuk mendapatkan bokeh (blur background), karena bukaannya besar. Silakan dicoba sendiri beberapa setting f ini.


M (Manual):

Ini setting yang paling sering saya gunakan sekarang. Kombinasi dari setting shutter speed, aperture, ISO, White Balance, Color Type, pokoknya semua jenis setting bisa kita utak atik di setting ini. Bagi yang belum terbiasa, pasti bingung dan kagok untuk setting di sini. Tapi biasanya Level Meter sudah ada yang merupakan feature standard di kebanyakan pocket hi-end, camera semi-pro dan DSLR.


C (Custom):

Setting ini adalah setting custom sesuai yang kita mau, misalkan kita sering menjepret satu event, di tempat yang sama, waktu yang sama dan setting cahaya kurang lebih sama. Contoh pengambilan pas foto anak di sekolah. Seorang fotografer profesional mendapat order untuk membuat pas foto seluruh sekolah, bisa jadi setting camera’nya di’set di Custom dengan value tertentu untuk aperture dan shutter speed yang ditambah dengan lampu blitz/flash.


Gambar Kamera Video:

Hampir seluruh pocket camera saat ini memiliki fungsi ini, dan beberapa DSLR canggih saat ini sudah melengkapinya dengan fungsi video juga. Bahkan beberapa sudah High Definition Video dengan kualitas sama dengan video camera sesungguhnya. Kegunaan jelas, untuk mengambil gambar bergerak menjadi dokumentasi video.

Untuk pocket camera, fungsi video ini hasil video’nya tentu berbeda jauh dengan handycam atau video camera sesungguhnya. Juga ada keterbatasan durasi pengambilan gambar. Sementara untuk DSLR yang sudah include fungsi HD Video, kualitas video yang dihasilkan sudah setanding dengan video camera sesungguhnya.

Malah sekarang ini beberapa produser budget film sudah berani menggunakan DSLR untuk shooting sinetron pendek, mini seri atau film lepas untuk televisi. Saya pernah bertemu dengan salah satu produser iklan dan mereka menggunakan Canon 550D dan Canon 7D untuk keperluan periklanan mereka dan terkadang menerima orderan untuk shooting film-film pendek, iklan dengan budget rendah. Menurutnya kesulitan utamanya adalah hasil shooting video DSLR agak sedikit lebih sudah diedit jika dibandingkan dari video camera sesungguhnya.


Nah, di sini paling penting adalah memahami SCN. Beda camera biasanya isi program SCN juga berbeda. Beberapa pre-setting yang ada di SCN Mode adalah di bawah ini yang saya comot dari 2 camera saya. SCN adalah beberapa fungsi khusus yang sudah diprogram oleh pembuat camera.

Children:

Fungsi untuk mem-foto anak-anak dalam ruangan di satu event. Gathering, acara ulang tahun, dsb.


Party:

Indoor setting, dengan setting optimal untuk misalkan office gathering di salah satu resto, acara perpisahan, dsb.


Beach:

Ini fungsi yang paling asik untuk modern digital camera. Semua pasti masih ingat, jika kita ke pantai, dan berfoto dengan latar belakang laut, atau matahari terbenam/terbit di laut, biasanya muka kita gelap total, hitam, hanya kelihatan siluet saja. Dengan fungsi ini, biasanya bersama dengan fungsi face detection sehingga hasil foto wajah orang di situ tidak gelap, melainkan jelas wajah-wajahnya, dengan latar belakang yang juga bagus.


Snow:

Penjelasan yang hampir sama dengan di atas untuk Beach. Tapi bisa juga digunakan untuk menjepret orang di tengah laut pada siang hari panas terik di mana pantulan cahaya di permukaan air laut sangat terang. Fungsi ini bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan hasil yang optimal.


Fireworks:

Fungsi ini adalah paling gampang untuk mendapatkan hasil jepretan kembang api di: http://baltyra.com/2009/07/12/fireworks-the-show/ dan tips lebih lengkap untuk memotret kembang api by Mbah Gandalf di: http://baltyra.com/2009/12/31/memotret-kembang-api/. Kuncinya adalah TRIPOD, karena biasa jepretan untuk kembang api minimal 1 detik (biasanya lebih)…terkecuali sudah menyerap ilmu sakti Mbah Gandalf yang jepretan 1 detik bahkan lebih masih bisa dengan tangan….

Dan juga contoh ciamik jepretan kembang api si PamPam di: http://baltyra.com/2010/01/04/happy-new-year-2010-fireworks/

(http://baltyra.com/wp-content/uploads/2010/01/0011.jpg)

(http://baltyra.com/wp-content/uploads/image/show4.jpg)

Self-portrait:

Fungsi ini rancu dengan fungsi di tombol putar dengan gambar kepala orang dan bunga, karena hampir sama. Terus terang saya tidak pernah mencoba fungsi ini.


Backlight:

Penjelasan yang sama dengan fungsi Beach dan Snow.


Night-portrait:

Di beberapa camera, tidak ada fungsi Fireworks, bisa juga digantikan dengan Night-portrait. Sesuai dengan namanya biasa digunakan untuk malam hari, dengan situasi sekitar objek sasaran minim cahaya. Saya juga hampir tidak pernah menggunakan fungsi ini.


Aquarium:

Untuk mem’foto ikan di dalam aquarium atau apapun juga yang di dalam aquarium. Fungsi ini biasa sudah diprogramkan dalam beberapa camera untuk mengurangi pantulan cahaya kaca aquarium.


Foliage:

Di beberapa camera fungsi Macro atau Super Macro bisa dikombinasikan dengan fungsi Foliage yang bisa menampilkan warna lebih kontras tetumbuhan yang kita jepret macro. Hijaunya daun kelihatan lebih apik, merah dan kuning bunga atau putik bunga juga lebih kontras dengan fungsi ini.


Sebenarnya masih banyak lagi fungsi-fungsi yang bisa dibahas panjang lebar di sini, termasuk masing-masing camera yang berbeda satu sama lain.

Pesan saya adalah, KENALI KAMERA ANDA dan jangan malas baca MANUAL BOOK camera….cobalah fungsi-fungsi yang ada di situ, jangan hanya mak-ceklek Auto at all time….silakan dicoba variasi fungsi-fungsi tsb, jangan takut salah, jangan takut foto tidak jadi, toh dengan digital sekarang, foto tidak jadi atau jelek bisa langsung tahu dan bisa diulang…..

Selamat mencoba…..semoga bermanfaat….


Beberapa contoh jepretan dengan bukan DSLR:

Macro shot dengan camera seadanya S5is:


Panning shot dengan S5is:


Beberapa contoh jepretan camera handphone:


Artikel terkait:

Size does matter!

Kelebihan kamera saku dibanding kamera DSLR

Memotret kembang api

Happy New Year 2010 – FireWorks


About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

32 Comments to "Kenali Kamera Anda!"

  1. ryu  30 April, 2012 at 19:44

    Info yang menarik…kebetulan lagi cari info yang seperti ini, trims…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.