Bagai Menegakkan Benang mBundhet

Fire – Yogyakarta


Waktu kecil saya suka mengamati kakak yang hobi kristik sedang menyelesaikan suatu gambar kristik. Meski kemudian setelah menginjak remaja tak dilanjutkannya lagi, kalo tak salah konon takut bakal pakai kacamata. Entah apakah ada hubungannya antara kristik dan kacamata.

Yang pasti karena saya masih suka ikut-ikutan, saya juga tertarik mencoba “membantu” menyelesaikan. Memang sih di gambaran pola yang ada kalo jadi wah bagus banget, tapi ya itu kok lama ya, suwe tenan …. Dan lebih banyak salahnya sehingga malah mesti dibongkar lagi. Akhirnya ujung-ujungnya bukannya membantu malah sering cuma mainan benang kristiknya yang warnanya macam-macam itu. Apalagi kalo kucing piaraanku ikut nimbrung gulungan benang itu, pasti malah jadi bundhet nggak karuan …. Sebel juga tapi apa terus balas kubikin bundhet buntutnya kucing itu …. Wah wis terlanjur benangnya di-ewer-ewer nggak karuan …..suwer deh …… Wer kewer kewer …….

Siapa yang belum pernah bermain layangan? Lebih sering nyangkut pohon daripada nyangkut benang layang-layang lain. Yah, mungkin saya bukanlah penerbang yang handal, atau karena layang-layangku terlanjur banyak bolongnya keseringan temangsang. Tapi sebenarnya ada faktor lain yang bikin layangan susah terbang.

Namanya anak kecil, sudah kerap habis main langsung ditinggal begitu saja, benangnya tak digulung lagi. Akibatnya benang layangan pun sering bundhet, kalo begitu kan ya susah buat dipakai melayangkan layangan. Seperti peribahasa, bagai menerbangkan benang bundhet. Betullah kata peribahasa, putus benang mudah disambung, bundhet benang susah diurai.

Urusan bundhet bukanlah monopoli benang saja. Dulu jaman belum ada VCD, masalah yang menghantui penikmat musik adalah kaset bundhet. Baik bundhet di dalam tape maupun di luar tape. Pernah saya saking konyolnya kesetrum sewaktu hendak mengurai kaset bundhet tersangkut tape, karena lupa mencabut setrum listrik ke tape. Kalo sedang bundhet kayak gitu, lagu rocknya Harry Mukti yang sedang meneriakkan “Ada kamu … ” serasa kedengaran jadi “Ada panu …..” Merdunya Ebiet bisa jadi mblero nggak karuan … sehingga rumput yang bergoyang pun tak paham bila ditanya. Kaset bundhet adalah penyakit kambuhan yang sukar disembuhkan. Kadang tertuduhnya bukanlah semata sang kaset, tetapi ada juga tape yang gemar berulah bikin bundhet. Mungkin sudah saatnya sang tape dirongsok untuk ditukar dengan tape ketan …… Lho iya toh, kalo nggak bisa dinikmati suaranya, ya dinikmati rasanya saja …. wakakak…

Mumet, ruwet, njlimet, itulah kawan-kawan seperguruan bundhet. Apakah gerangan ada hubungan antara pikiran dengan benang, karena sulitnya mengurai pikiran yang bundhet, lebih sulit daripada simpul pramuka (duh, jadi ingat belajar pramuka dulu kok yang nempel sampe sekarang cuman simpul mati doang ya?). Omongan yang mbulet, mengindikasikan sang pemilik lidah, otaknya lagi bundhet, wong yang ngomong saja nggak mudheng. Benarlah sebutan kalo lidah tak bertulang, soalnya kalo bertulang nggak mungkin mbundhet.

Makanya ada peribahasa, “bagai benang dilanda ayam”, wah …. pasti mbundhet nggak karuan, apalagi kalo ayamnya lagi pada berantem ..hihihi …. Tapi ada peribahasa lainnya, yaitu, “melanggar benang hitam”, yang artinya melanggar larangan adat. Kalo diganti menjadi “melanggar benang bundhet”, apa ya kira-kira artinya? Dulu waktu Pak Guru ngasih tahu peribahasa, “sehari selembar benang lama lama selembar kain”, temanku malah ngeyel, katanya nggak mungkin bakal jadi kain … soalnya benangnya bundhet ….

Baiklah teman-teman, apa yang nampaknya bundhet tapi suka dinikmati orang? Ya, itulah bakmi. Adakah yang gemar menguraikan bakmi yang bundhet sebelum ditelan. Mungkin takut nantinya kalo nyampe di perut usus jadi bundhet. Mohon maaf kalo artikel ini terlihat bundhet, sekedar hendak meluruskan otak yang lagi ruwet, sambil makan dawet…

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *